Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Maaf Ibu


__ADS_3

Mobil yang di kendarai oleh Bapak Runo berhenti di depan rumah bercat hijau, dengan rumah yang terlihat sepi. Tentu saja karena pemilik rumah yang sedang tak ada. Ada tiga pot putih berisi tanaman bunga mawar yang sedang kuncup, yang Keanu baru ingat kalau akhir-akhir kemarin Anugrah istrinya meminta pendapatnya tentang bunga apa yang bagus untuk di taruh di depan rumahnya. Seketika ia ingat kalau waktu itu ia hanya menjawab terserah dengan senyum terpaksa karena tengah seru-serunya berbagi pesan dengan dia (Desi) membicarakan tentang keseruan waktu di sekolah.


Keanu turun dari mobil, dan tak meminta kedua orangtuanya untuk turun. Karena ia begitu takut akan penolakan sekarang. Namun tanpa di sangka, ibu dan bapak nya ikut turun. Yang langsung membuatnya menoleh, dan seketika ia langsung membuka pintu bercat putih itu.


"Assalamu'alaikum," ucap nya begitu membuka pintu. Hawa dingin langsung menyapanya.


"Wa'alaikumsallam," bapak menjawab dan masuk begitu anaknya sudah masuk dan membuka pintu selebar-lebarnya.


Ibu dan bapak lalu duduk di sofa, ibu bahkan langsung menyandarkan kepalanya kebelakang. Keanu langsung menaruh pakaian Anugrah yang ia bawa ke bagian belakang dan menaruh nya di dalam ember. Ia lantas mengambil air minum untuk kedua orangtuanya. Membawanya keluar dengan nampan.


"Di minum, Bu, Pak." Ujar nya begitu menaruh air minum di atas meja.


Bu Ranti meliriknya, dan seketika itu Ibu Ranti lalu duduk dengan menegakkan tubuhnya. Menatap putranya yang seperti orang lain sekarang. Hati Bu Ranti pun sebenarnya sedih saat memperlakukan putranya dengan tidak baik, namun kekecewaan nya terhadap apa yang di lakukan Keanu membuatnya harus seperti itu. Walaupun jujur saja sekarang Bu Ranti begitu sedih melihat putranya seperti tanaman yang tidak di siram. Layu.


"Kamu, mandi dulu sana. Makan, belum sarapan 'kan?" Ujar Bapak pada putranya.


"Ya, sudah. Kean tinggal sebentar ya, Bu, Pak." Ia beranjak ke kamarnya.


Bapak dan ibu memperhatikan Keanu yang membuka pintu kamar dengan pelan, dan memberi salam sebelum masuk.


Keanu segera mengambil seprei yang kemarin kotor dan belum sempet di bersihkan. Ia berniat untuk mencucinya tanpa mesin, ia akan membersihkan sisa-sisa harapan itu dengan tangannya sendiri. Sebelum menggulung seprei agar mudah ia bawa, ia usap pelan noda yang lebar yang ada di sana. Tersenyum getir saat mengingat segalanya.


Dan tanpa ia tahu kalau ibu nya tengah memandangi dirinya di pintu, dengan sendu. Ibu Ranti merasakan penyesalan putranya itu, ia tahu kalau putranya kemarin hanya sekedar tersesat, tapi ... sebagai sesama wanita ia tentu lebih tahu perasaan Anugrah seperti apa. Tak perduli pada sesal yang di rasakan putranya.

__ADS_1


Keanu bahkan mencium noda yang sudah mengering itu, membuat warna yang awalnya segar menjadi warna cokelat.


Bu Rangi mengusap air matanya, dan masuk ke dalam.


"Di laundry aja Yan." Kata bu Ranti yang langsung membuat Keanu menoleh dan berdiri.


"Enggak, bu. Biar di cuci sama Kean aja." Jawabnya dengan tersenyum lantas menggulung dan membawanya di depan dada.


"Ya, sudah kamu mandi aja dulu, nyucinya nanti kalau sudah makan."


Keanu mengangguk dan berlalu, begitupun ibu Ranti yang lantas mengikutinya dan pergi ke dapur. Ibu Ranti membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan masakan, dan mulai memasak.


Setelah beberapa saat masakan Ibu sudah siap, cah sawi, tahu dan ayam goreng. Bersamaan dengan Keanu yang sudah keluar dari kamar mandi, lengkap dengan seember cucian yang langsung ia jemur di tempat jemuran.


"Sudah di cuci, Yan?"


Keanu mengangguk sebagai balasan.


"Ya, sudah sekarang makan." Ibu Ranti lantas mengambilkan nasi dan lauk untuk putranya, lalu suaminya dan terakhir untuk dirinya. Karena memang sebenarnya ibu dan bapak belum sarapan.


...----------------...


Bu Ranti dan bapak lalu pamit setelah menemani putranya untuk sarapan, namun belum sempet Bu Ranti keluar dari pintu Keanu buru-buru mencegah ibunya.

__ADS_1


"Bu. Maafin Kean," ucapnya dengan berdiri di belakang ibunya. Memberhentikan Bu Ranti yang selangkah lagi keluar dari rumah putranya.


"Sungguh bu, Kean sungguh-sungguh minta maaf." Ujar Kean lagi.


Bu Ranti lantas membalikkan badannya, melihat wajah sendu sang putra dengan matanya yang memerah menahan air mata.


Bu Ranti lantas maju dan memeluk putranya, "Kenapa? Kenapa kamu harus kayak gini, Yan? Kamu nyakitin ibu, kamu nggak hanya nyakitin Nu!" Kesal Bu Ranti di dalam pelukan sang Putra. Karena tinggi putranya yang lebih dari nya membuat dirinya berada dalam pelukan sang putra yang sama-sama menangis seperti dirinya.


Bapak yang sudah keluar akhirnya masuk kembali dam menutup pintu, bapak jelas tak mau kalau sampai tetangga Keanu melihat istri dan anaknya yang tengah bersedih.


Bu Ranti mengurai pelukannya, "kenapa?" Tanyanya lagi, ia menangkup wajah putranya, "kamu tahu Yan? yang namanya selingkuh mau hanya sekedar pacaran, maupun hubungan yang lainnya semua sama. Sama-sama menyakitkan."


Keanu mengambil tangan sang ibu lalu mencium nya, "Kean minta maaf, Bu."


"Sekarang kamu tahu apa yang ibu takutkan?" Tanya ibu yang di jawab dengan gelengan oleh sang putra.


"Ibu takut kalau Anugrah tak mau kembali lagi ke sini," ucap Ibu selanjutnya.


"Nggak, nggak mungkin. Kean janji bakalan bawa Anugrah kembali ke sini, Kean janji bakalan bawa menantu kesayangan ibu. Tapi ibu harus maafin Kean, biar Kean punya semangat lagi."


Ibu Ranti kembali memeluk putranya.


"Haduh, bapak jadi ngiri," seloroh bapak yang lantas turut memeluk anak dan istrinya. Membuat Keanu tersenyum dan memeluk juga sang bapak.

__ADS_1


__ADS_2