
Hidup baru di rumah baru, adaptasi baru dengan tetangga baru. Tentu itu menjadi kebahagian tersendiri bagi Anugrah. Ia jadi terhindar dari cemoohan tetangganya waktu dulu, tentang dirinya yang belum dapat hamil. Tapi, setelah berbulan-bulan dan semua tetangganya tahu kalau dirinya menikah sudah lama, omongan tak mengenakan itu ada lagi. Kenapa? Karena memang seperti itu kenyataanya, di manapun tempat kita saat orang sudah mengenal mau lama mau baru, pasti ada saja yang mereka bicarakan tentang kita. Jadi sudah seharusnya bagi Anugrah untuk bodoh amat.
Walaupun nyatanya itu adalah pekerjaan yang sangat sulit. Bagaimana tidak sulit, saat di samping rumah Anugrah adalah keluarga dengan anak yang banyak, dengan pernikahan yang hampir seumuran dengan pernikahan Anugrah dan Keanu yaitu tiga tahun. Ya sudah setahun Anugrah tinggal di rumah baru, suka dukanya sudah mulai terasa. Dari nikmatnya waktu berdua bersama sang suami tanpa harus tak enak pada orang tua. Sampai omongan orang tentang keluarganya.
Semua di rasakan dua Anu. Bahkan Keanu sampai bosan setiap kali Anugrah selesai belanja sayur di tukang sayur keliling dan Anugrah cerita pada suaminya tentang pertanyaan yang sama dari ibu-ibu.
Keanu hanya bisa menjawab dengan satu kata yaitu 'sabar'.
Sungguh kenapa sabar begitu sulit untuk di lakukan? Anugrah sudah mencobanya tapi entah kenapa sangat sulit ia lakukan.
Padahal saking sabarnya, Anugrah sempet berpikir kalau tidak punya anak pun tidak masalah. Karena mau bagaimana lagi, saat buah hati belum ia dapatkan dan takdir masih mengharuskan mereka untuk berdua dulu. Jadi Anugrah pernah berpikir untuk ya sudahlah.
Tapi ternyata pikirannya bisa tersulut oleh omongan orang, saking seringnya omongan orang itu muncul.
Saat ini Anugrah tengah duduk di ruang tamu, dirinya tengah kedatangan tamu kesayangan. Yaitu Cintia, Yuni dan Reno. Eh lupa, satu lagi, Ciko pacar Cintia yang kata Cintia sudah enam bulan ini mereka pacaran.
Keanu belum pulang, ia masih mengajar.
"Undangan nya bagus Yun," ucap Anugrah yang tengah membolak-balikkan undangan pernikahan Yuni dan Reno. Ya, akhirnya mereka berjodoh juga setelah berbagai rintangan mereka lewati. Berawal dari Reno yang berganti profesi menjadi supir pribadi pengusaha kaya yang akhirnya ia dapat restu dari orangtuanya Yuni.
"Orang kaya, Nu," ucap Cintia.
"Iya bener, makanya undangannya se-keren ini." Ujar Anugrah lagi.
"Aku loh jadi bingung Nu, aku malu loh, kasih undangan ke kamu." Kata Yuni. Wajahnya di buat memelas.
"lah, kenapa?" Reno yang dari tadi diam mendengarkan ikut bertanya.
"Utang ku, masih banyak, dulu juga aku kondangannya sedikit. Gimana coba?"
Anugrah tertawa, begitu juga Cintia. Sedang Reno menepuk jidat nya. Ciko yang tidak tahu dengan apa yang empat orang itu bicarakan hanya bisa terbengong di tempatnya. Karena Empat sahabat itu berbicara dengan bahasa ngapak.
__ADS_1
"Ya, nggak segitu juga Yuni ... utang sama kondangan beda." Kata Anugrah.
"Sayang, kalian ngomong apa sih?" Ciko benar-benar penasaran dengan apa yang empat orang itu bicarakan.
"Astaghfirullah, aku lupa kalau ada orang Kota di sini, Maaf ya Mas Ciko. Yang jelas nggak ngomongin kamu kok." Ujar Anugrah tak enak hati.
"Itu, Sayang ...," Cintia menjelaskan pada kekasih nya apa yang mereka bicarakan.
"Jadi kalian kapan, Cin?" Tanya Yuni pada Cintia saat Cintia sudah selesai memberitahu pacarnya.
"Masih lama, Yun. Kita berdua sepakat mau menikah di usia tiga puluh. Kita mau habiskan waktu berdua dulu, sebelum menikah dan punya anak." Jelas Cintia jujur.
"Bener Sin, bener yang kayak gitu. Dari pada menikah muda terus nggak langsung hamil, kayak aku gini. Huhhh ... jadi sasaran tetangga julid." Anugrah yang kesal jadi sekalian curhat.
"Sabar, Nu. Anggap saja angin lalu." Kata Reno.
"Ya, kamu mudah nggak ngalamin kayak aku, lah aku yang ngalamin stress Ren!" Anugrah jadi kesal pada Reno.
Yuni lantas menepuk paha calon suaminya itu dengan keras, ia juga turut tak enak karena saat melihat wajah Anugrah yang terlihat kesal. Ia memang paling sensitif saat membicarakan tentang sabar dan yang lain yang berhubungan dengan hamil dan anak.
"Sudah, sudah. Eh, Kean pulang nya jam berapa Nu?" Cintia mengalihkan pembicaraan.
Sampai pada Keanu pulang setengah dua siang mereka masih di sana. Mereka benar-benar kumpul kembali seperti saat waktu dulu. Anugrah sampai meluangkan waktu seharian ini tidak datang ke Toko, demi sahabatnya itu. Bahkan mereka bersama sampai sore, sampai rumah Anugrah yang biasanya rapi jadi berantakan karena sisa bungkus makanan ringan.
***
Tiba saat kondangan.
Anugrah dan Keanu datang lebih awal agar bisa menjadi saksi janji suci dua sahabatnya itu. Begitupun Cintia yang masih belum kembali ke Jakarta.
Acara berjalan dengan khidmat dan lancar sampai akhir resepsi. Dua Anu merasa bahagia untuk kedua sahabatnya yang kini juga telah bersatu seperti mereka berdua.
__ADS_1
Hingga saat semua sudah benar-benar selesai keduanya pulang. Kali ini mereka berdua memutuskan untuk ke rumah Mamak karena Bapak tengah sakit.
Bapak tengah terbaring dengan selimut tebal, Mamak tengah memijit kaki Bapak saat anak dan menantunya datang.
"Assalamu'alaikum," sapa dua Anu bersamaan.
"Wa'alaikumsallam," jawab Mamak. Mamak lantas menyingkir dari sana. Kedua anaknya mendekat dan Anugrah langsung duduk di pinggir ranjang sang Bapak.
"Pak," panggil Anugrah.
"Hm," jawab Bapak masih dengan menutup matanya.
"Ke Rumah Sakit yuk?" Ajak nya.
"Iya, Pak. Biar cepet sembuh," bujuk Keanu.
"Di bujuk sampe berbusa mulut mamak, tetep nggak mau. Apa nggak kasihan bapakmu sama Mamak, Mamak takut kalau Bapak sakit terus pergi, nanti mamak sama siapa?" Ujar mamak sembari menghapus air matanya dengan ujung lengan bajunya.
"Mak ... Bapak hanya meriang. Nanti sembuh." Kesal Anugrah. Ia pun sama menitik kan air mata karena sedih. Apalagi dengan mengingat hal buruk seperti yang mamak katakan.
"Ya, sembuh. Kamu tahu Nu! Bapak sakit sudah seminggu lebih. Mamak mau telpon kamu ngga boleh, kalau hari ini kita nggak ketemu di rumah Yuni, kamu nggak akan tahu kalau bapak sakit 'kan? Sudah lama juga 'kan kalian nggak ke sini." Mamak menangis di pelukan Anugrah.
Ya memang, seminggu ini Anugrah ikut sibuk mempersiapkan pernikahan sahabatnya sampai lupa untuk datang menjenguk orangtuanya. Keanu pun sama sibuknya, ia tengah memulai bisnis baru dengan guru lain, yaitu membuka Cafe. Dan saat ini Keanu merasa sangat bersalah sekali. Tak bisa membagi waktu untuk orang tua dan untuk perkerjaan nya.
Akhirnya Bapak mau di bawa ke Rumah Sakit, setelah di bujuk putri semata wayangnya. Anugrah dan Mamak menjaga Bapak di dalam ruang rawat. Sedangkan Keanu dan kedua orangtuanya yang sudah datang setelah di kabari Keanu ada di luar kamar.
Kondisi Bapak yang sudah sangat lemah langsung mendapat penanganan oleh sang dokter, Keanu pun meminta kamar kelas satu. Tensi bapak sangat tinggi, begitu juga suhu badannya.
Anugrah tak beranjak dari sisi sang Bapak, sampai paginya suami nya harus pulang karena bekerja. Begitu juga Mertuanya. Dan di sana, yang menemani bapak hanya Mamak dan dirinya.
Anugrah melayani sang bapak dengan baik, ia sungguh berharap sang bapak cepat di beri kesembuhan seperti sedia kala. Jujur saja dalam hati Anugrah merasa takut kalau takdir buruk datang ke pada bapak, ia jelas belum mau itu terjadi karena balik lagi ke masalah dirinya yang belum bisa memberikan cucu.
__ADS_1
Sampai akhirnya setelah seminggu di rawat di rumah sakit, bapak di perbolehkan pulang karena sudah lebih baik, hanya saja kata bapak masih sedikit lemas. Dan masih merasakan pusing kadang-kadang.