Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Daun Pepaya II


__ADS_3

"Mu bikin apa katanya, Nu?" Tanya Mamak penasaran.


Anugrah tengah sibuk memasukan daun pepaya yang jatuh ke dalam kantong keresek hitam.


"Nggak tahu, Nu nggak kepo." Jawan Anugrah.


Anugrah lalu pamit pada mamak dan bapak pergi ke rumah Bu Ranti mengantarkan daun pepaya, yang Anugrah yakini kalau untuk sore ini berarti ia akan membantu masak di sana, dan itu pasti akan lama. Karena tidak hanya satu macam memasak di rumah bu Ranti. Tidak seperti di rumahnya, yang paling-paling hanya dua macam saja.


Dengan motor kesayangan yang hanya satu-satunya itu, Anugrah sampai di depan rumah bu Ranti. Anugrah memasukan motornya ke dalam setelah membuka pagar dan menutupnya setelah memarkir kan motor nya di depan rumah.


"Assalamu'alaikum," ucap Anugrah.


Walaupun katanya ini adalah rumah orang tua Keanu, dan ia sering ke sana. Tapi itu tetap membuatnya enggan. Ada rasa aneh menghinggapi, dan kalau boleh ia tak ingin ke sana.


Anugrah masih berdiri di depan pintu, karena belum terdengar ada yang menjawab. Mungkin tidak terdengar karena rumah besar berlantai dua itu hanya dua orang yang tinggal.


Anugrah masih diam dengan kantong kresek di tangan. Ia lalu memunggungi pintu, dan menghadap ke depan. Lalu Anugrah mencoba mengambil ponselnya yang ada di saku celana.


Memotret motornya yang ada di sana dengan latar belakang mobil Bapak Runo, lalu mengirimkannya ke Keanu.


[Buka pintunya, aku di depan πŸ˜‚] Pesan Anugrah terkirim.

__ADS_1


Lama tidak terbaca membuatnya mengerucutkan bibir seketika.


Lama tak ada jawaban juga dari dalam, akhirnya Anugrah mengetuk kembali pintunya dan mengucap salam kembali.


Masih tak ada jawaban, Anugrah mengirim pesan pada Bu Ranti. Langsung di baca, dan si suruh masuk.


[Masuk, Nu. Ibumu di dapur, hp sama Bapak.]


Ternyata yang membalas Pak Guru.


Dengan pelan Anugrah membuka pintu dan masuk. Hening.


Sepi sekali rumah besar ini, Anugrah jadi ingat jaman dulu waktu mereka masih pada kecil. Ke tempat Keanu kalau rame hanya pas Lebaran saja, kalau hari-hari biasa selalu sepi seperti ini. Jadi dulu yang selalu suka buat main ya rumahnya Anugrah. Sampai sekarang, walaupun kini yang main paling hanya Yuni, Reno kalau lagi pas mudik.


"Wa'alaikumsallam, ada Nu?" Bu Ranti terlihat sibuk, tengah memarut kelapa.


Anugrah mendekat dam menaruh bawaannya ke atas meja dapur, "ada sih ... tapi sedikit."


"Sini, Bu, biar Nu yang lanjutin." Ujar Anugrah.


"Boleh, deh ..." Bu Ranti lalu cuci tangan.

__ADS_1


Anugrah mencuci tangannya sebelum memarut kelapa, dan melanjutkan pekerjaan Bu Ranti.


Bu Ranti lanjut membuka plastik dan mencuci daun pepaya yang Anugrah bawa.


"Banyak, ini, Nu," ucap Bu Ranti.


"Mau buat urap ya bu?" Tanya Anugrah basa-basi, padahal jelas ia tahu karena ia dapat mencium bau bumbu urap yang sudah di ulek oleh bu Ranti. Yang sudah siap di wadah kecil.


"Iya, si Bapak Kean lagi pengin katanya," setelah mencuci bersih daun pepaya, Bu Ranti lantas merebusnya.


"Nanti makan di sini ya, nanti bawa pulang juga urap nya." Ujar Bu Ranti.


Anugrah hanya mengangguk dan tersenyum.


"Eh, gimana Nu? Mau kios nya?"


"Mmm ... nggak deh Bu, Nu lebih suka jualan di lapak." Jawabnya.


"Kenapa?"


Anugrah diam, bingung kasih alasan.

__ADS_1


"Ya, sudah lah. Nanti kita bahas lagi, kita masak dulu." Ujar Bu Ranti sembari menepuk pundak Anugrah.


__ADS_2