
Ujian Rumah Tangga. Suami akan di uji di saat dirinya mempunyai segalanya, dan istri akan di uji saat suaminya tidak punya apa-apa.
***
Setelah hari itu, setiap sore Anugrah ke rumah Mamak sebentar dan malam nya pulang. Di rumah nya hanya untuk tidur saja. Keanu biasanya akan menyusulnya waktu sore, saat di rasa pekerjaan sudah beres semua.
Seperti sore ini, Anugrah yang baru pulang dari Toko langsung pulang ke rumah Mamak. Ia tengah duduk menemani sang bapak di teras, menikmati suasana sore hari yang cerah.
"Nduk, tumben suamimu belum ke sini," ucap Bapak.
"Nanti, katanya Pak. Tadi Nu suruh buat angkatin jemuran juga," jawab putrinya yang langsung dapat tepukan pelan di lengannya.
"Kamu, gimana sih! Masak suamimu di suruh angkat jemuran." Ujar Bapak.
"Nggak, papa Pak. 'Kan cuma ngangkat doang, nggak lanjut melipat."
"Gimana, itu usahanya?" Tanya Bapak.
"Kurang tahu lah aku, Pak. Pusing, lagi mikirin dagangan aja tiap hari bikin pusing, ini dia malah nambahin usaha sana-sini bikin waktu semakin susah untuk berdua. Sepi banget pak, kalau di rumah tuh. Aku duduk sendiri, dia nya sibuk terus yang telponan, yang chatingan, yang pergi sebentar, lah nggak tahu lah! Mending kalau ada anak, lah ini nggak ada, aku kesepian Pak."
Setelah bertahun-tahun pernikahan mereka, baru kali ini Anugrah keceplosan mengungkapkan perasaannya pada bapaknya. Seketika sesaat setelah sadar dari apa yang di ucapkan nya, ia menoleh ke arah bapaknya. Begitupun juga bapak. Bapak dan anak itu saling melihat, dengan mata yang sama-sama berkaca-kaca.
Bapak menarik lembut tubuh sang putri, memeluk nya dengan penuh kasih sayang. Anugrah sampai tak tahan, ia menangis di pelukan sang ayah.
"Sabar, Bapak hanya bisa bilang sabar. Suamimu sibuk juga buat kamu Nduk. Satu lagi, masalah kamu kesepian karena belum di beri amanah, kamu harus lebih ikhlas, lebih lagi sabarnya." Bapak mengusap-usap kepala sang putri yang tertutup jilbab.
Memang akhir-akhir ini Keanu semakin sibuk, semakin banyak teman baru, semakin banyak pula bisnis yang ia kembangkan bersama teman-teman baru nya.
Dan itu sukses membuat Anugrah kesepian setiap kali di rumah. Pagi hari ia hanya sibuk dengan urusan rumah seperti nyuci dan lain-lain. Sedangkan Keanu yang dulu suka sekali membantu dirinya kini seolah tak perduli. Walaupun masih bisa di ajak bicara, tapi kini Suaminya menjadi lebih terasa jauh karena saking banyaknya pekerjaan yang ia lakukan.
__ADS_1
Sampai malam hari, saat Anugrah pulang ternyata suaminya tak menyusul nya. Anugrah pulang setelah isya dari rumah Mamak. Mamak dan bapak melihat kepergian sang putri dengan sedih, tapi mau bagaimana lagi. Sudah seharusnya seperti itu.
Anugrah sampai di depan rumahnya. Rumahnya terlihat begitu sepi. Se-sepi hatinya.
Anugrah turun dari motornya dan membuka pintu dengan kunci yang ia bawa. Begitu pintu terbuka lebar, ia lalu memasukan motornya ke dalam rumah. Menutup pintu kembali, dan menatap ruang depan yang begitu dingin.
Lalu Anugrah masuk langsung ke dalam kamar, ia membaringkan tubuh lelahnya di kasur setelah melempar tas selempang nya ke meja yang ada di sana. Entah tengah kemana suaminya itu, sampai istrinya tidak di beri kabar. Karena Anugrah yang tengah kesal, alhasil ia pun tidak ingin bertanya lebih dulu.
Dan setelah lelah dengan kesehariannya, Anugrah pun tertidur, dengan posisi kaki yang masih menjuntai ke lantai.
...----------------...
Pukul Sebelas lebih empat puluh menit, Keanu pulang dengan motornya. Ia membuka pintu dan masuk, tak lupa ia pun memasukan motornya ke dalam dan menaruhnya di samping motor Anugrah. Hari ini ia begitu lelah, pekerjaannya begitu banyak sekarang. Selain jadi guru olahraga ia pun merambat ke bisnis juga. Bukan serakah, hanya saja Keanu ingin mempunyai tabungan yang lebih, ia selalu memikirkan untuk hari tua.
Keanu masuk ke kamar nya, ia langsung dapat melihat istrinya tertidur dengan posisi yang salah, bahkan tak menggunakan bantal. Keanu lantas membenarkan tubuh istrinya agar tidur dengan benar. Ia jelas tak ingin besok saat bangun istrinya mengeluh sakit karena salah posisi.
Keanu pun merasa kasihan pada istrinya yang tidak terlalu ia beri perhatian. Padahal ia sudah berjanji akan meluangkan waktu untuk selalu bersama.
Ia belai rambut rambut yang sudah tak di tutup jilbab itu, ia merasa bersalah saat melihat wajah istrinya itu. Ia merasa telah berbuat kesalahan, yang hampir saja akan membuatnya kehilangan istrinya.
Flashback on.
Di sekolah kedatangan guru baru, guru bahasa Inggris dari Desa sebelah. Guru itu bernama Desi, guru yang sangat cantik dan masih muda. Awalnya semua biasa-biasa saja, Keanu pun hanya sekedar nya saja, menyapa dan ngobrol masalah anak-anak didik mereka. Tapi lama kelamaan, ternyata timbulah rasa nyaman yang di ciptakan keduanya.
Awalnya Keanu hanya cerita biasa, tentang dirinya dan istrinya yang belum bisa mendapat keturunan. Tapi ternyata dari curhatan itu mereka berlanjut sampai puncaknya barusan. Ya, Keanu baru saja memutuskan hubungan terlarang yang walaupun hanya sekedar kasih perhatian lewat ponsel, tapi Keanu sudah sangat merasa bersalah. Apalagi saat dirinya tak sengaja melihat istrinya menangis dalam pelukan bapaknya.
Karena tadi sore, sebenarnya Keanu menyusul istrinya. Hanya saja ia mampir ke rumah ibunya terlebih dahulu, dan ia ke rumah mamak tidak dengan motornya. Dan siapa sangka, ia malah jadi tahu apa yang di rasakan istrinya selama ini.
Hatinya tersadar, kalau apa yang ia lakukan salah, walaupun hanya sekedar telponan dan chatingan saja, tapi itu sudah membuat hati istrinya hancur berkeping-keping. Apalagi jika sampai Anugrah tahu, entah apa yang akan istrinya itu lakukan.
__ADS_1
Tadi, waktu bertemu dengan Bu Desi. Keanu mengaskan kalau di antara mereka tidak boleh lagi saling kasih perhatian selayaknya orang pacaran seperti kemarin-kemarin.
"Ini sudah cukup, Des. Kita tidak bisa seperti ini. Terimakasih perhatiannya selama ini, tapi aku minta sekarang kita hanya sekedar rekan guru saja. Tidak lebih. Aku takut kehilangan berlian ku. Maaf."
Flashback Off.
***
Sayup-sayup adzan berkumandang terdengar di telinga Anugrah, ia menggeliat sebentar lalu membuka mata. Menarik nafas dan berdoa. Seketika ia sadar kalau di sampingnya tidak ada suaminya. "Mas Kean, nggak pulang?" tanyanya pada diri sendiri.
Anugrah menurunkan kakinya dan berjalan ke arah kamar mandi. Mandi dan berwudhu, setelahnya ia keluar ke Musala kecil yang ada di rumahnya. Seketika ia tersenyum saat melihat suaminya sudah di sana, Keanu yang menyadari istrinya datang menoleh dan tersenyum hangat.
Padahal kemarin-kemarin, mereka salat sendiri-sendiri. Keanu selalu terburu-buru untuk membuka ponsel saat bangun pagi.
"Tumben," ucap Anugrah. Ia berdiri di belakang suaminya dan memakai mukenah. Bahkan sajadah dan mukenah yang baru sudah di siapkan oleh suaminya. Anugrah benar-benar menemukan suaminya kembali.
"Ayo, keburu siang." Ajak Keanu.
Akhirnya Anugrah kembali menjadi makmum. Keduanya salat dengan khusyu. Selesai salat Anugrah masih diam di tempatnya, ia ikut menengadahkan tangan mengaminkan doa yang di panjatkan suaminya. Entah kenapa pagi ini doa yang doa panjatkan suaminya begitu panjang, bahkan saat membalik tubuhnya untuk mengulurkan tangan Anugrah bisa tahu kalau Suaminya berdoa sembari menangis.
"Kenapa, Mas?" Tanyanya setelah mencium punggung tangan suaminya.
"Nggak, papa. Sini," Keanu menarik Anugrah dan memeluk nya.
"Maaf, ya ... aku memang bukan suami yang baik," ucapnya sembari memeluk erat istrinya.
Anugrah yang entah kenapa malah menangis, ia merasa terharu saat suaminya meminta maaf padanya. Padahal Keanu jelas minta maaf atas kesalahannya, sayangnya Anugrah tidak tahu.
"Aku, juga bukan istri yang baik," ucap Anugrah di sela tangis nya.
__ADS_1
Keanu mencium lama puncak kepala istrinya, mencurahkan segala cinta nya pada istrinya. Walaupun ia masih merasa begitu menyesal dalam hatinya, dan entahlah yang jelas Keanu merasa dirinya sudah sangat bersalah pada istrinya itu.