Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Aku Di Sini, Aku Pulang


__ADS_3

Dengan perasaan yang aneh karena tiba-tiba saja ia ingin mempercantik diri di hadapan suaminya yang dua minggu ini ia cuekin. Malam ini ia akan menunggu suaminya datang di rumahnya, ia yakin kalau malam ini ia akan berbicara dan memaafkan kesalahan suaminya, memberi kan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang pernah Keanu buat.


Dan entah kenapa ia merasa tak sabar. Malam ini seperti begitu lama. Padahal ia sudah cantik dengan sedikit makeup, tapi nyatanya sampai jam sepuluh malam suaminya tak kunjung datang. Rasanya resah gelisah, seperti tengah menunggu hasil kelulusan.


Sampai ia ketiduran di kursi sembari duduk bersandar.


Bapak yang melihat putrinya tidur sembari duduk segera membangunkannya, "Nduk bangun! Jangan tidur di sini."


Anugrah terperanjat kaget, "astaghfirullah! Jam berapa sekarang Pak?"


"Jam setengah dua belas," ucap Bapak.


"Kean belum ke sini ya Pak?" Tanyanya lesu.


Bapak lantas duduk di samping putrinya dan menepuk pelan lengannya, "kenapa? Tumben nungguin?"


"Aku mau bilang, kalau udah maafin."


"Bagus, bapak setuju. Semoga Keanu benar-benar berubah ya, kemarin benar-benar khilaf dan tidak akan mengulangi lagi."


Anugrah mengangguk, "tapi kenapa malam ini nggak ke sini ya Pak?"


Bapak tersenyum, "mungkin capek Nduk, tidur di sini sakit badan loh Nu. Nggak leluasa, kamu lagian menghukum sampai begini lama nya, kamu lupa kalau suami-istri nggak boleh marahan lebih dari tiga hari?"


"Tahu, Pak. Tapi gimana dong, emosi!" Ujar Anugrah.


Ya, ya. Bapak mengangguk. Setelahnya antara anak dan bapak itu diam.


"Nduk, kalau Keanu tidak datang, kamu saja yang ke sana, besok pagi." Usul bapak.


Anugrah seperti tengah menimbang-nimbang ucapan Bapak, setelahnya ia menoleh ke arah sang bapak. "Kenapa Nu jadi malu ya, Pak?"


Bapak malah tertawa, "kamu kayak sama siapa saja, dia 'kan suamimu."


"Ih, Bapak malah ngeledek putrinya!" Sungut Anugrah kesal.


"Ya sudah, sekarang tidur sana! Besok datangin itu suamimu, perbaiki apa yang pernah salah dan jangan pernah ulangi. Anggap ini semua adalah pelajaran."


...----------------...

__ADS_1


Seperti yang di bilang bapak, paginya Anugrah sudah siap-siap bangun pagi. Bahkan pagi sekali. Usai salat sunah, lanjut salat wajib, ia lalu membantu memasak Mamak. Malah lebih tepatnya ia yang masak.


Pagi ini ia masak makanan kesukaan suaminya. Sebenarnya bukan kesukaan karena nyatanya Keanu pemakan segala hanya saja ia akan makan yang tidak pedas. Nah pagi ini Anugrah masak makanan yang tidak pedas. Hanya ayam goreng lengkuas, tumis kangkung, serta tahu-tempe goreng.


Dan setelah pukul enam, masakan Anugrah selesai. Ia bahkan sudah memasukan masakannya di wadah dan siap untuk di bawa. Tentunya sebelum pergi ia mengganti bajunya terlebih dahulu. Gamis berwarna peach dan jilbab panjang berwarna abu-abu menjadi pilihan nya pagi ini, jangan lupakan makeup tipis-tipis agar terlihat lebih segar, satu lagi tak lupa Anugrah menyemprotkan parfum agar wangi.


Ok! Saatnya pergi.


Memasukan ponsel ke dalam tas lalu menyampirkan nya di pundak dan mengambil tote bag yang berisi makanan dan wusssh melaju dengan motornya.


Cuaca pagi ini terasa hangat, padahal mentari belum terlihat. Ah perasaan Anugrah berbunga-bunga seperti tengah di beri kejutan saja. Dengan pelan dan senyum merekah Anugrah membelah jalan pagi ini, dengan hati yang sedikit terasa ringan.


Hingga sampailah motor yang Anugrah kendarai di depan rumahnya. Keadaan begitu sepi, bahkan lampu teras masih menyala.


"Apa tidur di rumah Ibu ya?" Gumam Anugrah yang masih duduk di atas motornya.


Dengan lambat ia turun. Lalu mendekati tiga pot bunga yang ia tinggalkan, ternyata tengah kuncup dan itu sukses membuat sudut bibir Anugrah terangkat. Berarti benar kata Yuni kalau tanamannya di rawat oleh Keanu.


"Ukhuk-ukhuk-ukhuk," Anugrah mendengar suara batuk dari dalam rumahnya. Membuatnya mengernyitkan dahi. "Di rumah? Kenapa lampu nya masih nyala?"


Anugrah lantas berdiri dan mendekati pintu mencoba membuka nya dan ternyata tidak di kunci.


"Mas!" Panggilnya.


Seketika ia membesarkan bola mata. Di sana, di sofa panjang ada orang yang tengah tertidur dengan tertutup selimut begitu rapat.


Sebelum mendekat Anugrah menyempatkan untuk menekan saklar lampu yang tersalur ke teras dan ruang tamu, lalu ia membuka gorden di belakang sofa yang tangah di tiduri Kean.


"Mas, bangun sudah siang." Ujar nya. Tangannya terulur untuk menggoyang kan tubuh suaminya namun seketika ia terperanjat karena ternyata badannya begitu panas, bahkan dari balik selimut saja ia bisa merasakan panasnya.


"Mas, kamu sakit?" Pertanyaan konyol. Padahal ia sudah bisa merasakan dan pastinya tidak tidak ada orang yang tengah sehat kalau badannya saja panas bukan.


Anugrah lantas membuka selimut tebal yang menutupi tubuh Keanu. Membuat Keanu membuka matanya sedikit, sembari memegangi selimut agar tidak di ambil.


"Jangan di ambil, De ... dingin," ucapnya setengah menggigil.


"Ya, nggak boleh pakai selimut tebal Mas, badan kamu panas!" Ujar Anugrah yang tetap menarik selimut Keanu.


"Tunggu! Ini beneran, kamu?" Tanya Keanu tak percaya.

__ADS_1


Anugrah melempar selimut ke lantai, dan duduk di depan Keanu.


"Iya. Ini aku," ucap Anugrah sembari mengusap wajah Keanu yang walaupun panas dan kedinginan nyatanya Keanu berkeringat juga.


Tangan Keanu segera menahan tangan istrinya untuk tetap di sana, tetap membelai pipinya.


"Kamu ke sini? Berarti kamu udah maafin aku 'kan?"


Anugrah mengangguk, "kamu sudah minum obat?"


Kini giliran Keanu yang menggeleng.


"Kita periksa yuk! Aku nggak mau kamu kenapa-napa," ucap Anugrah dengan pelan.


Keanu kembali menggeleng, "nggak usah. Sebentar lagi sembuh, apalagi obatnya sudah di sini." Ujar Keanu sembari membelai wajah Istrinya, tersenyum bahagia karena tidak menyangka kalau istri nya mendatanginya.


Anugrah balik menangkap tangan Keanu yang berada di pipinya lalu dengan penuh rasa Anugrah mencium telapak tangan suaminya.


"Maafin aku ya Mas, aku udah bikin kamu kayak gi_"


"Sssst ...," Keanu menempelkan telunjuknya di depan bibir Anugrah. Membuat Anugrah berhenti bicara.


"Ini bukan salah kamu, Sayang. Ini karena salahku sendiri yang nggak bisa jaga diri."


"Sekarang kamu di sini, kamu tahu? Aku merasa sangat bahagia, padahal semalam aku ingin sekali kerumah mamak, tapi kakiku lemas banget nggak bisa di bawa berdiri."


Air mata anugrah luruh saat mendengar alasan kenapa suaminya tidak datang.


"Kamu dari kapan sakit?"


"Kemarin pagi, kayaknya." Jawab Keanu tak terlalu ingat. Karena pasalnya rasa tidak enak badan sudah sering ia rasakan hanya saja selalu ia abaikan.


"Ya, sudah. Sekarang kamu harus nurut sama aku. Sekarang kita periksa biar kamu sembuh dan aku jadi nggak merasa bersalah."


"Iya. Aku mau, tapi kamu nggak akan ninggalin aku 'kan kalau aku sudah sembuh? Kamu akan tatap di sini 'kan?"


"Iya, aku akan di sini. Aku di sini, aku pulang ...,"


Ucapan Anugrah terhenti saat dengan susah payah Keanu duduk dan memeluknya dengan erat. Rasa panas dari tubuh Keanu bisa Anugrah rasakan, bahkan embusan nafas Keanu begitu panas, tapi badan Keanu pun basah karena keringat.

__ADS_1


Anugrah segera melepas pelukan dan memapah Keanu untuk naik ke atas motor, Anugrah akan membawa suaminya itu untuk periksa di Puskesmas terdekat.


__ADS_2