Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Beda Obrolan


__ADS_3

Anugrah terkejut saat mendengar Bapak nya berbicara dengan Mamak. Memberitahu apa yang jadi obrolan antara Bapak dengan Pak Runo tadi sore, yang sampai melupakan waktu itu.


Anugrah masih jadi pendengar yang baik walaupun dalam hatinya tidak terima. Bagaimana dia menerima, kalau ternyata obrolannya mengenai pernikahan.


Anugrah sudah bolak-balik ngomong ke Mamak dan bapak nya kalau dia tidak ingin menikah muda. Ini kenapa pada berencana seperti itu.


Mamak dan bapak terlihat bahagia saat menceritakan nya. Menceritakan bagaimana nanti saat anaknya menikah, menggelar resepsi yang anak dan mereka inginkan. Juga mengetahui pekerjaan apa yang nanti di ambil oleh Keanu.


Anugrah melongo, melihat kedua orangtuanya yang tengah antusias dengan kehidupan nya ke depan. Padahal, Anugrah belum ada bayangan ke sana.


Anugrah menarik nafas panjang dan mengeluarkan nya dengan kasar. Ia harus bahas ini dengan Keanu. Harus! Ia tidak mau kalau menikah buru-buru, lagi nanti habis menikah di tinggal kuliah. Seperti apa yang Bapak dan mamak bicarakan.


Tanpa pamit, Anugrah masuk ke dalam kamarnya, menutup pintu dan menguncinya.


Anugrah tahu, orang tuanya sudah berumur banyak. Tapi apa untuk membahagiakan orang tua hanya dengan menikah?


Anugrah pikir, melihat anaknya sukses dengan usahanya orang tua akan bahagia.


Anugrah mengambil ponsel yang ada di atas meja kayu nya, membawanya ke atas kasur. Ia buru-buru tengkurap dan mencari nama Keanu dalam ponselnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, akhirnya panggilan itu di jawab.


"Assalamu'alaikum," ucap Keanu di sebrang sana.


"Wa'alaikumsallam, kamu sudah telepon Ibu?"


"Sudah, tadi. Kenapa?" Tanya balik Keanu.


"Apa, katanya?"


"Enggak, papa. Kata ibu, di beli saja dulu kiosnya, cuman ya jangan dulu di kasih kamu. Nanti mau ibu isi dagangan Ibu." Jawaban Keanu membuat alis Anugrah mengerut.


"Iya. Emang apa lagi? Bapakku sama bapakmu memang ngobrolin itu 'kan?"


"Hah," Anugrah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jadi nggak ada bahas-bahas nikah ya ... tapi kok bapak terlihat serius banget ya?!


"Kamu, kenapa? Kangen?"


"Enggak. Ngawur!"

__ADS_1


"Loh, kok ngawur. 'Kan sama tunangan sendiri, eh. Tadi Reno ke sini, katanya habis di telpon sama Yu Ninik." Kata Keanu.


"He-em," Anugrah ngangguk² "Yu Ninik juga abis dari sini, katanya minta tolong aku buat nanyain, kenapa sama Osin, sekarang dia jadi pendiam, katanya."


"Bodoh amat!"


"Hush! Nggak boleh gitu, nanti aku coba telpon ya? Boleh kan?"


"Boleh, tapi besok aja. Sekarang mesti ngobrol dulu sama aku." Kata Keanu.


Anugrah menjep, "ini yang kangen kayaknya, bukan aku deh. Tapi kamu."


"Emang. Aku mah kangen ngaku, nggak kayak kamu."


Semakin malam semakin panjang pula yang di obrolkan. Sampai Anugrah pindah-pindah posisi. Dari awalnya tengkurap, lalu duduk sila, duduk bersandar. Sampai duduk di kursi, tiduran yang akhirnya ketiduran beneran dengan ponsel yang di pegang nya jatuh.


Keanu pun sama, ia juga seperti itu. Cuma bedanya jika Anugrah tidurannya di atas kasur, Keanu tidurannya di atas sajadah. Sampai pas adzan subuh berkumandang ia sudah kedinginan. Ponselnya pun sudah tergeletak di atas lantai.


Ia bangun lalu tersenyum, mengingat obrolannya dengan Anugrah yang panjang dan ngalor-ngidul.

__ADS_1


Apa saja di obrolin. Padahal biasanya tak pernah se lama ini. Sengaja Keanu buat lama, karena memang dirinya tak suka jika Anugrah harus ada omong-omong lagi sama Cintia. Entah, Keanu masih merasakan kesal saja.


__ADS_2