Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Jujur


__ADS_3

Paginya Keanu tahu kalau Rangga kecelakaan, ia mengajak Reno untuk menemaninya. Juga mengajak Cintia, namun Cintia tidak mau ikut.


Rangga membaginya lewat pesan, bahwa dirinya kecelakaan semalam.


Di ruangan kelas tiga, dengan enam pasien di satu kamat besar, yang hanya terpisah sebuah gorden saja akhirnya Keanu dan Reno menemukan Rangga.


"Assalamu'alaikum," ucap keduanya.


"Walikum salam," jawab Rangga cepat.


"Gimana, kok bisa?"


"Bisa bro, namanya musibah." Rangga melihat Reno dengan tatapan datar. Reno hanya tersenyum tanpa bicara. Mengamati baik-baik wajah Rangga itu.


"Hati-hati makanya, jangan suka kebut-kebutan." Lagi-lagi ucapan Keanu membuat Rangga merasa kesal.


Padahal itu adalah nasehat baik. Dengan terpaksa juga Rangga menghubungi Keanu, karena teman nya yang lain tidak bersedia datang dengan alasannya masing-masing, dan hanya Keanu yang mau menjenguknya. Sekalian mengurus administrasi nya.


Reno pamit ke depan ruangan, di sana tinggal Keanu dan Rangga saja. Entah kenapa saat Rangga akan menjebak Keanu, dan celaka. Kini malah dirinya di tolong oleh orang tersebut. Ada rasa tak enak dalam hatinya, merasa bersalah.

__ADS_1


Apa lagi saat Keanu membayar biaya rumah sakit, tanpa harus di kembalikan. Itu sukses membuat hati Rangga luluh, ia jadi merasa sangat bersalah pada teman sebaik Keanu.


"Ke, ada yang mau gue omongin" ujarnya pelan.


"Kenapa? Kamu perlu apa?" Keanu yang tadinya duduk kini beranjak berdiri.


"Tapi lo musti janji dulu ke gue, lo nggak bakal marah."


"Apa sih? Kamu bikin aku penasaran,"


"Tolong ambilkan jaket gue," Rangga menunjuk laci di lemari kecil sebelah brangkar nya.


Keanu hanya menurut, dan mengambil satu bungkus kecil obat. "Obat apa ni?"


"Sory Nu, semalam sebelum gue ke tempat lo, gue kecelakaan. Dan tadinya gue ke tempat lo, mau ngajak lo ke kelab, dan niatnya di sana gue bakal kasih lo obat itu."


Alis Keanu berkerut hampir menyatu, "emang ini obat apa?"


"Obat tidur, tadinya gue mau ngejebak lo sama Cintia, biar lo sama tunangan lo bisa bubaran."

__ADS_1


Keanu mulai geram dengan pengakuan Rangga, walaupun ia masih belum ngerti apa maksudnya. Kenapa?


"Maksudnya gimana?" Keanu mencoba mengontrol emosi dengan menarik nafas dan mengembuskan nya secara perlahan. Mer*mas obat yang ada di tangannya.


"Lo tahu kan? Kalau Cintia suka sama lo," Keanu hanya mengangguk. "Dia minta bantuan gue, buat ngejebak lo. Tadinya Cintia minta obat per*ngsang ke gue, buat lo. Tapi gue nggak se-tega itu sama lo. Jadi gue bawanya obat tidur."


Keanu masih diam, membiarkan Rangga menceritakan semuanya.


"Cintia pengin lo bubar sama tunangan lo, gue nggak tahu pastinya, yang jelas seperti itu."


"Sory sekali lagi, gue bener-bener nyesel. Gue tadinya cuma kesel aja sama lo, yang berlaga sok alim, jadi gue setuju aja buat ngerjain lo. Tapi nyatanya gue malah apes duluan sebelum sampai tempat lo."


"Serius Ke, gue minta maaf banget sama lo. Maafin gue Ke," Rangga menatap netra Keanu yang memerah menahan amarah.


Keanu tidak menjawab apapun, ia masih tak percaya Cintia akan melakukan hal menjijikan seperti itu. Cinta sudah membutakan mata hati Cintia, entah sikap apa yang harus Keanu perlihatkan selanjutnya pada Cintia, yang jelas Keanu benar-benar kecewa dan marah. Marah sekali.


Reno yang tadinya akan masuk untuk pamitan tak sengaja mendengarkan percakapan antara Rangga dan Keanu, ia merekam nya dan mengirimkannya pada Yuni.


Reno juga tidak percaya, Osin-sahabatnya bisa se-nekad itu.

__ADS_1


__ADS_2