
Waktu hampir tengah malam, tapi Anugrah baru saja selesai menggulung rambut basahnya dengan handuk. Begitupun suaminya yang masih terdengar di kamar mandi. Anugrah duduk di pinggiran ranjang dan mengambil ponselnya yang tadi sedikit mengganggu kegiatannya.
Tiga panggilan tak terjawab, Yuni.
Tanpa menunggu lama, Anugrah langsung menelpon balik Yuni. Tak sadar kalau waktu sudah sangat malam.
"Assalamu'alaikum, halo Nu," ucap Yuni di sebrang sana.
"Wa'alaikumsallam, priwe Yun?"
(Priwe : Kenapa)
"Kenapa tadi nggak di angkat? Baru aja aku mau naro hp, eh malah telpon." Yuni malah balik bertanya.
"Oh, itu, tadi. Emm ... abis ngobrol sama Ibu, nggak denger 'kan di bawah," ujar Anugrah berbohong.
"Oh, ya. Gini Nu ... Bapak ku sakit, Mama nggak ada duit, kamu bisa talangin dulu nggak?"
"Oalah, sakit apa?"
"Meriang paling, gimana bisa nggak?" Tanya Yuni lagi harap-harap cemas. Ia takut kalau Anugrah tengah tak ada uang.
"In Syaa Allah, berapa?"
__ADS_1
Pintu kamar mandi di buka dan Keanu menatap istrinya yang tengah telepon an. Ia menaikan alisnya seolah bertanya siapa?
"Tiga ratus aja kali, ya?"
"Ya, terserah Yun ...."
Dari Anugrah menyebut Yun, Keanu langsung ber-oh ria dan turut duduk di samping istrinya.
"Ya, lah. Segitu saja, makasih ya ... Sayangku," ucap Yuni.
"Iya, sama-sama. Besok tak kasih pagi-pagi, kebetulan besok pagi aku ke rumah Mamak, mau ambil barang baru." Ujar Anugrah.
"Ya, udah. Tak matiin ya, Assalamu'alaikum," ucap Yuni.
"Wa'alaikumsallam," dan telepon pun berakhir.
"Kenapa? Aku ngganteng ya?" Tanya Keanu jahil, ia menaikan kedua alisnya.
"Iya, ganteng banget sih. Makan nya apa?" Anugrah pun ikut menjawab dengan jahil.
"Kamu mau tahu, apa yang aku makan?" Tanya Keanu, Anugrah mengangguk.
"Makan, kamu ... Sayang, jadi tambah ganteng."
__ADS_1
"Iya, iya. Apapun makan nya suamiku tetap ganteng, ya 'kan?"
"Iya, dong. Ya udah bobok yuk, besok kesiangan loh, subuh nya." Ujar Keanu. Ia mengambil ponsel yang ad di tangan Anugrah dan menaruhnya kembali di atas nakas.
"Nanti, Sayang. Rambutku belum kering, kamu tiduran aja dulu, aku keringin rambut dulu ya," ucap Anugrah yang lantas berdiri dan menuju kamar mandi kembali.
"Ok, Sayang."
Keanu lalu merebahkan dirinya di ranjang, tak lupa ia membereskan bantal untuk istrinya agar tidur dengan nyaman. Ia menunggu Anugrah dengan tiduran dan memainkan ponselnya.
Dan setelah selesai Anugrah langsung menaiki ranjang dan menarik lengan suaminya untuk ia pakai sebagai bantal.
"Bentar, Sayang. Aku balas chat dari temen dulu sebentar," ucap Keanu gemas pada istrinya. Karena ia tak bisa mengetik kalau tangan sebelahnya di pakai istrinya untuk bantalan.
"Besok lagi, Mas bales nya. Sekarang waktunya tidur." Jawab Anugrah tak perduli.
Ia sudah nyaman tidur dengan bantalan lengan suaminya dan memeluk badan suaminya itu dengan erat. Terasa hangat dan menenangkan.
Anugrah memang paling suka bantalan di lengan suaminya, dan Keanu pun menyukai itu. Ia mengecup mesra rambut istrinya yang sudah wangi. Dan dengan terpaksa ia menaruh kembali ponselnya dan tak jadi membalas pesan pada temannya.
Kalau sudah hangat seperti itu, Keanu tidak akan membuat istrinya memunggungi nya gara-gara ponsel. Jelas ia lebih mementingkan kenyamanan ini.
Kenyamanan yang di ciptakan dua Anu.
__ADS_1
"Oh, iya Mas, aku mau bilang kalau Yuni mau pinjam uang, hehe aku belum bilang kamu, tapi aku sudah mengiyakan kalau aku mau meminjaminya uang." Anugrah mendongak menatap suaminya.
"Nggak papa Dek, sama sahabat harus saling membantu 'kan? Aku tidak masalah." Keanu kembali mengecup puncak kepala istrinya dengan sayang, Anugrah memejamkan matanya menikmati kehangatan yang di ciptakan suaminya. Dan keduanya lalu menyelami mimpi indah berdua.