Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Bonus Chapter : Alika si Ratu Ngambek


__ADS_3

"Assalamu'alaikum!" Teriak anak cantik di depan pintu rumah bercat cokelat tua, tak lupa dengan gedoran yang tidak karuan. Membuat sang pemilik rumah segera untuk membukanya.


"Apa sih, Lik! Berisik tahu nggak!" Jawab Mika begitu ia membuka pintu.


Pagi-pagi di hari Sabtu, saat semua orang tengah menikmati weekend mereka di rumah, tapi Alika justru mengacaukan nya.


"Jawab salam aku, Mika?!" Kesal Alika.


"Kumsalam!" Jawab Mika dengan kesal. Ia melipat tangan di dada dan menyadarkan pundaknya di gawang pintu, berniat menghalangi Alika agar tak masuk ke rumah nya. Karena sudah bisa dia tebak kalau Alika hanya ingin menemui Mas nya, Mas Malik.


"Jawabnya nggak bener! Dosa loh!" protes Alika.


"Wa'alaikumsallam, Alika. Sudah. Mau apa ke sini?!" Tanya Mika lagi dengan kesal.


"Kamu tuh ya, sewot terus sama aku! punten aku mau lewat, mau belajar sama Mas Malik!" Alika mendorong keras tubuh Mika yang langsung membuat Muka terjungkal ke belakang.


"Makannya jangan ngalangin jalan!" Teriak Alika lagi.


Mika yang jatuh lantas berdiri dan menarik tangan Alika, yang akhirnya menjatuhkan semua buku yang di dekap olehnya.


"Iiih, kamu apaan sih Mika! 'Kan buku aku jatuh semua!" Teriak Alika kesal.


"Lagian, kamu tuh kenapa sih?! Harus banget belajar sama Mas Malik, 'kan kamu sekelas nya sama aku, bukan sama Mas Malik?!"


Alika tak perduli pada pertanyaan Mika, ia malah memunguti buku-buku nya yang jatuh dan pergi dari sana dengan perasaan kesal. Menurut gadis kecil Alika, ia tak perlu minta bantuan teman sekelasnya karena mereka sama-sama belum tahu, sedangkan kalau belajar dengan Kakak Kelas akan lebih tahu dan bisa makin pintar.


Mika yang tidak di perdulikan akhirnya memutuskan untuk mengikuti Alika, benar saja Alika langsung datang ke dapur di mana ada Mamanya di sana.


"Mamaa ... Mika jahat, masak tangan aku di tarik, sampai buku aku pada jatuh!" Adu Alika pada Mama Yuni yang tengah masak. Ia mengecilkan api kompor dan membalik badannya menghadap bocah kecil dan cantik yang sudah di latih berjilbab sejak dini itu oleh Bundanya.


"Ada, apa, Sayang?! Mika nakal lagi?!" Tanyanya gemas. Setiap hari antara Mika dan Alika memang selalu saja seperti itu. Pulang sekolah pasti keduanya akan menceritakan bagaimana mengesalkan nya Mika, begitu juga Mika ia akan menceritakan bagaimana mengesalkan nya Alika.


Alika mengangguk, "iya. Masak tangan aku di tarik, jadi jatuh 'kan buku-buku aku."


"Mika! Minta maaf Nak sama Alika." Perintah Mama Yuni yang langsung memberi tatapan tajam nya pada sang putra yang baru kelas dua SD itu.

__ADS_1


Mika mengembuskan nafas kasar dan dengan tidak rela meminta maaf pada Alika.


"Maaf." Mika mengulurkan tangan nya.


"Mama, Mika nggak ikhlas minta maafnya, aku mau ke kamar Mas Malik aja." Alika meninggalkan Yuni yang masih berjongkok dan meninggalkan tangan Mika yang terulur tanpa balasan.


"Ma...bau apa ni?!" Tanya Mika mengendus-endus bau yang seperti bau gosong.


Mata Yuni melotot seperti mau keluar, ia berdiri dan berbalik melihat wajan nya yang tengah di pakai untuk menggoreng ikan. Dan seketika ia menggeram kesal ikan nya gosong padahal sudah di kecilkan apinya. Ya ampun, demi mendengarkan celotehan Alika ia malah membiarkan ikan goreng nya jadi hitam tak bisa di makan.


"Mikaaaaaaa!! Harusnya kamu bisa jaga Alika, biar nggak banyak ngomong ke Mama. Jadi gini deh, gosong 'kan ikan Mama!" Kesalnya sembari mematikan api kompor.


Sementara Mika sudah kabur duluan sebelum telinganya panas kena jeweran cantik mamanya.


...----------------...


"Mas, Malik, yang ini apa?!" Alika membuka bukunya dan meminta bantuan pada Malik yang tengah bermain game di ponsel.


"Nanti, dulu, ya Giska. Nanggung nih, bentar lagi menang." Jawab Malik yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Lagian, kenapa sih, Mas Malik nggak mau panggil aku Lika?! Nggak mau yah nama kita jadi satu kayak nama Ayah dan Bunda?!" Alika menatap kesal pada Malik yang duduk di ranjang, sedangakan dirinya masih duduk di atas karpet.


Malik mengembuskan nafas kasar dan menaruh ponselnya di ranjang, "mau kamu apa Giska?! Belajar 'kan?! Mas cuma mau main game sebentar, hari Sabtu jatahnya cuma se jam, kamu masih mau ganggu?!"


Alika diam dengan mata yang berkaca-kaca, siap untuk ditumpahkan kapan saja. Gadis berjilbab delapan tahun itu begitu kesal karena baru kali ini Mas Malik nya bicara seperti itu. Biasanya Mas Malik nya itu akan nurut, makanya dia paling suka belajar sama Malik. Tapi kali ini entah kenapa dengan Malik nya itu.


Malik yang melihat Alika akan menangis kembali mengembuskan nafas kasar dan turun dari ranjang. Berusaha untuk mendekat ke arah Alika. Tapi sayang, Alika nya keburu membereskan buku-buku dan beranjak lalu pergi dari kamar Malik.


"Giska!!!" Panggil Malik yang tak di hiraukan.


Malik mengusap wajahnya kasar, lalu mengejar gadis yang kini mungkin sudah sampai ke rumahnya.


Mika yang tengah duduk di ruang tamu dengan ponsel Mamanya heran melihat Alika yang melewatinya tanpa bicara apa-apa, bahkan wajahnya pun berlinang air mata.


"Alika?! Kamu kenapa?!" Mika berdiri, tapi Alika sama sekali tak perduli. Dengan kecepatan penuh Alika memakai sendalnya dan pergi dari sana tanpa pamitan dulu sama Mama Yuni.

__ADS_1


"Giska!!" Panggil Malik lagi, membuat Mika menoleh heran ke arah Mas nya.


"Kenapa, Mas?! Kok Alika nangis?!" Tanya Mika yang sudah berdiri di depan Kakak nya itu.


Malik mengedikan bahu, lanjut menyusul Alika yang pasti sudah ngadu ke Bunda dan Ayahnya.


Mika yang terbengong di sana hanya bisa ikut mengedikan bahu, bodoh amat lah. Mending main hape Mama, mumpung Mama belum sadar hape nya ilang. Mika melanjutkan duduknya dengan ponsel punya Mama nya.


...----------------...


"Assalamu'alaikum!" Ucap Alika yang langsung masuk dan memeluk Bunda nya yang ada di ruang tengah bersama sang Ayah.


"Loh, kenapa anak gadis Bunda?!" Tanya Anugrah memeluk balik putrinya.


Keanu yang duduk di samping Anugrah pun membelai lembut lengan putrinya yang melingkar di tubuh Bunda nya.


"Ada, apa Giska Sayang, kok pulang-pulang kayak gini." ucap Keanu.


"Assalamu'alaikum, huh...haaah," sapaan salam dari anak yang kelelahan itu membuat dua orang dewasa menoleh seketika ke arah Malik yang tengah membungkuk memegangi lutut sembari mengatur nafas karena kelelahan.


"Wa'alaikumsallam, Malik, ada apa Nak?! Kenapa lari-lari?!" Tanya Bunda Anugrah dengan heran.


Keanu lantas berdiri dan menyuruh Malik untuk duduk, "duduk Lik!"


Sedangkan Alika masih menyembunyikan wajahnya kesal, apalagi setelah mendengar suara Malik ia makin tambah kesal.


Malik menggeleng, "nggak usah Yah, Malik cuma mau minta maaf, tadi sudah marah sama Giska."


"Kenapa, marah?! Lika bikin kamu kesal?!" Tanya Keanu. Ia sudah hapal kalau anak perempuan nya itu memang ngeselin, jadi wajar saja kalau antara Malik dan Mika pasti kesal pada anaknya.


"Lika cuma minta di ajarin Yah, kayak biasa. Tapi Mas Malik malah marah, lebih mementingkan game nya dari pada belajar sama aku!" Teriak Alika begitu mendengar Ayahnya bertanya pada Malik. Ia tentu tidak ingin kalau Malik yang bicara terlebih dulu dan menyalahkan nya.


Anugrah dan Keanu sama-sama menepuk jidatnya, gemes sekali sama putri satu-satunya itu. Ada saja setiap hari alasan untuknya ngambek.


"Dasar bocil!" Ujar Keanu.

__ADS_1


__ADS_2