
Keanu duduk di ruang tunggu, sementara Anugrah bolak-balik ke sana ke mari. Mengambil nomor antrean, di panggil untuk pendaftaran lalu memapah Keanu untuk lanjut ke poliklinik yang ada di lantai dua dan di sana Anugrah duduk menunggu giliran suaminya di panggil untuk di periksa.
Keanu tersenyum melihat istrinya sudah kembali seperti dulu.
"Sakit juga, masih bisa senyum-senyum!" Gerutu Anugrah pelan saat ia mendapati suaminya tengah tersenyum memperhatikan dirinya.
"Keanu Wibowo!" Akhirnya nama suaminya di panggil. Anugrah lantas menemani Keanu masuk untuk di periksa.
Setelah di tensi lanjut di tanya keluhan oleh sang dokter.
"Jangan terlalu capek, banyakin istirahat ya ... ini adik nya ya, sigap sekali menemani kakak nya," ucap sang dokter sembari menuliskan resep dan sesekali melirik ke Anugrah.
Anugrah yang berdiri di belakangnya tersenyum, sementara Keanu melirik dirinya dengan kesal.
"Ini resepnya, silakan di tebus di apotek," Dokter tampan dengan name tag Dr Ardian itu menyodorkan selembar kertas pada Keanu yang duduk di depannya.
"Terimakasih, Dok. Sama satu lagi dok, ini istri saya bukan adik saya." Ujar Keanu bangga.
Dokter Ardian tersenyum, tak memperdulikan ucapan Keanu.
Anugrah kembali duduk di ruang tunggu Apotek, Keanu bahkan menyadarkan kepalanya di pundak sang istri. Melingkarkan tangannya di lengan Anugrah, tak perduli pada pandangan orang-orang yang sama sedang menunggu giliran mengambil obat.
Setelah nama suaminya di panggil dan ia maju, begitu juga setelah di terangkan waktu minum obat dan membayar nya di kasir Anugrah membawa suaminya itu untuk pulang.
Keanu bahkan melingkarkan kedua tangannya di perut istrinya, memeluk dengan erat istri yang dua minggu ini tidak dapat ia peluk. Menghirup dalam-dalam aroma kesuakaanya, memejamkan mata menikmati hangatnya tubuh sang istri.
Sampai di depan rumah Anugrah menyuruh Keanu untuk turun, yang entah kenapa Suaminya itu terlihat lebih sehat. Sudah bisa mengeluarkan senyum menyebalkan menurutnya.
Setelah Suaminya turun ia pun turun dari motor dengan menenteng plastik obat dan Tote bag yang belum sempat ia turunkan tadi karena keburu khawatir pada suaminya.
"Ayo, masuk! Kenapa malah berdiri di depan pintu." Anugrah berhenti tepat di depan Keanu yang berdiri dengan senyum menyebalkan.
"Hehe, kamu masuk dulu," ucap Keanu mempersilakan istrinya agar masuk terlebih dahulu.
Dengan langkah kesal Anugrah masuk.
Keanu lantas mengunci pintu dan melepas kunci dari tempatnya dan memasukannya ke dalam saku. Anugrah menoleh seketika saat ia mendengar pintu di kunci.
Dengan kening berkerut ia bertanya, "kenapa di kunci?"
"Hehe, biar kamu nggak pergi-pergi lagi," ucap Keanu dengan ekspresi wajah tanpa dosa.
__ADS_1
Anugrah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu. Ia lalu melanjutkan jalannya menuju ke belakang untuk menaruh semua makanan yang ia bawa.
Anugrah kembali menoleh saat ternyata suaminya membuntutinya, "kamu ngapain? Istirahat saja sana!"
"Aku mau di sini, nggak mau jauh-jauh dari kamu." Ujar Keanu yang lantas duduk di kursi makan.
"Bagus, sekarang nggak mau jauh-jauh. Kemarin ninggalin begitu saja! Sekarang minum obat yang setengah jam sebelum makan!" Perintah Anugrah dengan kesal sembari menyodorkan sebutir obat pada suaminya.
Keanu yang merasa bersalah hanya menurut dengan mengambil obat dan mengunyah obat tersebut.
"Sekarang tiduran sana! Aku mau nyuci selimut, nanti kalau udah waktunya makan aku datang, lagian aku juga mau bikin bubur, tadi aku bawanya nasi." Ujar Anugrah.
"Nggak mau tiduran kalau nggak di temenin," ucap Keanu dengan takut.
"Astaghfirullah! Mas Kean!" Anugrah melotot kesal.
"Ya, ya ampun ya Zaujati, aku tak ke kamar, tapi janji ya ... jangan pergi."
Anugrah sudah siap-siap untuk emosi tapi Keanu keburu terbirit-birit ke arah depan.
Membuat Anugrah tersenyum mengingat tingkah suaminya yang konyol.
Selesai mencuci selimut, menyapu, mengepel lantai, bahkan mengelap semua barang-barang dan membuat bubur sudah saatnya Keanu makan dan minum obat. Sebelumnya ia melihat jam yang ternyata sudah kelewat dari setengah jam.
"Mas, bangun! Makan dulu, terus minum obat," ucap Anugrah.
Keanu yang sebenarnya tidak bisa tidur itu pura-pura tetap tidur, ia memejamkan mata tak bergerak. Berharap di bujuk-bujuk dan di manjakan oleh sang istri.
"Udah, deh. Nggak usah pura-pura! Aku tahu kamu nggak tidur, mana ada orang tidur bola matanya ke kanan ke kiri." Kesal Anugrah.
Keanu manyun dan membuka mata, "hehe aku pikir kamu nggak tahu!"
"Ayo, duduk." Anugrah menarik kedua tangan suaminya membantu untuk duduk.
"Minum dulu," Anugrah menyodorkan segelas air minum. Keanu menerimanya dan meminumnya tiga tegukan.
"Doa dulu," perintah Anugrah sebelum memberikan suapan pertama pada suaminya.
Dan seperti mendapat perintah dari raja, Keanu lantas menengadahkan tangan berdoa.
"Aaa, enak nggak?!" Tanya Anugrah saat Keanu mengunyah bubur buatan nya.
__ADS_1
Keanu mengangguk, padahal kalau mau jujur rasa di mulutnya sekarang pahit sekali, rasanya tak ingin memakan bubur. Tapi daripada nanti istrinya marah dan dirinya tidak sembuh-sembuh, jadilah ia menurut memakan habis bubur buatan istrinya dan meminum beberapa butir obat yang di resep kan oleh dokter.
"Udah, sekarang istirahat. Nanti aku balik lagi."
...----------------...
Setelah minum obat ternyata Keanu merasakan kantuk, sampai akhirnya ia tertidur sungguhan.
Anugrah tengah duduk di sofa di ruang tengah, tengah menonton televisi untuk menghilangkan rasa bosan yang ia rasakan. Semua sudah beres, suaminya tidur jadi dirinya bingung akan melakukan apa. Jadilah ia menonton televisi, dari pada gabut ya kan?
Tok ... tok ... tok.
Anugrah menajamkan telinga saat mendengar suara pintu di ketuk.
"Assalamu'alaikum!" Suara yang di barengi dengan suara ketukan.
Anugrah beranjak dari duduknya dan berlalu ke ruang depan, membenarkan jilbab sebentar dan membuka pintu, tapi saat ia sadar kalau kunci nya tidak ada ia harus mengepalkan tangan ke udara.
"Wa'alaikumsallam! Sebentar!" Teriaknya. Yang lalu Anugrah pergi ke kamarnya dan menggeledah saku celana suaminya untuk mengambil kunci. Dapat. Kalau saja tidak sedang sakit sudah Anugrah tarik kasar dari ranjang agar jatuh ke lantai.
Anugrah lantas kembali ke depan guna membuka pintu.
Ceklek!!! Kunci di putar dan pintu di buka.
Pemandangan yang pertama Anugrah lihat adalah se sosok perempuan dengan pakaian rapi, lalu di belakangnya pun ada beberapa lagi bahkan ada bapak Runo-mertua nya. Jadi bisa di pastikan kalau orang-orang yang datang adalah para rekan suaminya yang akan menjenguk suaminya.
Anugrah mengulas senyum manis, dan mempersilakan masuk tamu-tamu suaminya.
"Maaf, lama. Silakan, silakan masuk." Ujarnya sopan.
Perempuan cantik yang berdiri paling depan tersenyum dan mengangguk, tapi tak bisa di sembunyikan kalau perempuan itu merasa gugup dan seperti tengah merasa malu.
Yang terakhir masuk adalah Pak Runo, Anugrah menyalami mertuanya itu dengan takzim.
"Terimakasih, sudah mau pulang. Ini kejutan istimewa, bapak pikir Keanu sendirian di rumah," ucap Bapak bisik-bisik agar yang lain tak mendengar.
Anugrah mengangguk dan mempersilakan masuk bapak mertuanya itu.
"Sebentar ya, saya ambilkan minum." Ujar Anugrah dengan senyum merekah pamit ke arah belakang.
"Wah, padahal nggak usah repot-repot Mbak," ucap salah seorang guru yang sama-sama perempuan.
__ADS_1
"Tidak usah pura-pura Bu Budia, saya tahu kalau kamu kehausan." Kelakar Pak Runo.
"Wah, Bapak tahu saja." Jawab Bu Budiarti lagi.