
Duduk bertiga di teras rumah, dengan minuman hangat di depan mereka.
Anugrah duduk menyender di bahu sang Mamak, Bapak terlihat duduk sendiri bersila di samping dua perempuan tersayangnya.
Bapak menyeruput segelas kecil kopinya. Anugrah sibuk dengan ponselnya, dan Mamak terlihat menatap jalan di depan yang tak jarang ada orang-orang atau pemotor yang lewat.
"Mak, kalau lapak di pindah, di suruh bayar nggak ya?" Tanya Anugrah, setelah menaruh ponselnya di lantai.
"Embuh. Manut saja, di suruh bayar, ya kalau punya uang, bayar. Kalau nggak ada uangnya ya berhenti dulu, nabung dulu, jangan ngutang!" Ujar Mamak.
Bapak menggeser duduk nya, mendekat. "Emang beneran, mau di pindah?"
"He-em. Ada undangan musyawarah Pak, kata Kang Yono gitu." Terang-nya pada Bapak.
Bapak mengangguk, " ya semoga nggak bayar, tapi kalau di suruh bayar terus boleh nyicil nggak papa Nu."
"Wong mamak bilang jangan ngutang," protes Anugrah.
"Maksud mamak gini, Nu. Kalau kamu ngutang buat bayar lunas, terus utang yang harus di angsur dengan banyak bunga Mamak nggak setuju. Kalau nyicil bayar kios, itu sih nggak papa." Ujar Mamak menjelaskan.
"Ohh, gitu. Nu masuk ya Mak, Pak, nitip gelas Mak, hehe," ujar Anugrah sambil berlalu masuk kedalam.
Tadi begitu ponselnya bergetar karena ada panggilan masuk dari Keanu ia buru-buru pamit masuk. Tak sabar mendengar suara pria yang ia rindukan seharian ini, karena sama-sama sibuknya keduanya hanya berbagi kabar sekilas saja.
__ADS_1
Dengan duduk bersandar di ranjang memangku guling Anugrah menjawab telpon Keanu.
"Assalamu'alaikum," ucapnya.
"Wa'alaikumsallam, maaf ya malem banget. Ini juga baru selesai," ucap Keanu di sebrang sana. Menjelaskan.
"Nggak papa, udah salat kan?"
"Allhamdulillah udah, kamu ke musala?"
"Iya, dong. Eh, gimana udah bicara sama Osin?" Tanya Anugrah penasaran.
"Udah, udah minta maaf dia." Suara Keanu terdengar tengah kesal.
"Ya, maafin aja lah. Mungkin dia tengah tersesat," ucap Anugrah, setengah terkikik.
"Lagi telponan, eh kamu tahu nggak?"
"Nggak. Kan kamu belum cerita," Keanu di sana menjawab sembari menahan senyum.
"Anuuuuu, ih!"
"Iya, iya. Apaan emang? hehe," ucap Keanu sembari tertawa. Akan sangat lucu pastinya kalau lagi berhadapan. Pikir Keanu.
__ADS_1
"Ada musyawarah, katanya yang dagang di lapak bakalan di pindah," tutur Anugrah dengan suara pelan.
"Kapan musyawarah nya?"
"Besok apa ya?"
"Kok ya malah tanya balik,"
"Belum di buka undangannya, hehe."
"Aish, ya sudah lihat dulu."
Anugrah berdiri dan mengambil kertas yang masih terlipat di atas meja, "iya besok" katanya begitu kertas undangan ia buka.
"Kayaknya pindah ke tempat baru itu deh, Nu. Yang pembangunan nya baru selesai."
"Yang di mana sih?"
"Yang di samping pasar, di tanah yang dulu suka buat main kita." Kata Keanu.
Keduanya larut dalam obrolan.
Apa yang mereka bicarakan memang hanya seputar keseharian, di bumbui candaan seperti biasa tapi itu semua membuat keduanya semakin nyaman.
__ADS_1
Keanu dan Anugrah sama-sama tak pernah menuntut pernyataan cinta. Mereka berdua sama-sama menikmati hubungan jarak jauh mereka.
Walaupun tak bucin-bucinan tapi mereka saling percaya. Setiap Keanu sibuk dengan mata kuliahnya pun Anugrah bisa memaklumi dengan tidak menggangu, begitu pun sebaliknya.