Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Pindah


__ADS_3

"Makanya jangan suka su'udzon Nduk," ucap Bapak.


Kini bapak tengah duduk dengan anak dan istrinya. Keanu baru saja berangkat, sedang Anugrah masih di rumah.


"Tapi, memangnya Mamak sama Bapak, tidak apa-apa Nu tinggal?"


"Ya tidak apa-apa, kamu itu sudah jadi istri Nduk, jadi kalau suamimu minta kamu untuk tinggal bersama nya, ya Mamak sama bapak tidak bisa melarang." Kata Bapak.


Anugrah mengangguk, setuju. Ya memang sekarang dirinya bukan hanya seorang anak saja, sekarang dia adalah seorang istri yang harus patuh pada suami. Jadi dari hasil perundingan tadi sebelum Keanu berangkat, besok adalah hari di mana Anugrah dan Keanu akan tinggal di rumah baru. Sekalian di adakan nya syukuran.


Anugrah harus banyak-banyak bersyukur, karena walaupun dirinya belum di karuniai anak, tapi ia sudah di karuniai banyak kebahagiaan. Seperti suami yang baik, mertua yang baik, usaha yang lancar bahkan bisa di bilang lebih maju, orang tua yang selalu mendukungnya, pekerjaan suami yang bisa di bilang terlalu cepat untuk di raihnya dan kini di saat usia pernikahan yang baru dua tahun dapat rezeki berupa rumah impian.


Sekarang harusnya ia tak terlalu memikirkan anak bukan? Tapi nyatanya, hati manusia kadang-kadang selalu ingin lebih.

__ADS_1


***


Hari yang di nanti-nanti tiba. Setelah repot memasak Mamak membawanya ke rumah baru anak nya. Begitupun ibu Ranti. Seharian ini Ibu dan Mamak sibuk memasak di rumah Ibu Ranti. dan saat sore, saat semua nya sudah selesai langsung di bawa ke rumah baru anak mereka.


Dan kini, di rumah bernuansa hijau itu sudah begitu ramai. Para tetangga baru dua Anu sudah mulai berdatangan. Ibu-bapak, Mamak-Bapak sudah pada rapi menyambut para undangan. Begitu juga dua Anu. Sedangkan Nadia yang kemarin membantu Keanu sudah kembali ke Jogja. Karena pekerjaan yang sudah menunggu.


Tak lupa Anugrah mengundang Pak Rt setempat, dan Pak Rt tempat Mamak juga Ibu. Sebagai perwakilan dari tempat tinggal yang lama.


Sampai akhirnya acara syukuran yang di pimpin Ustad setempat selesai. Tiga perempuan yang ada di dalam segera mengeluarkan berbagai makanan dan bingkisan.


Kedua ibu yang melihat dua anak mereka membagikan bingkisan tersenyum lebar. Mereka tentu bahagia melihat anak mereka. Tapi saat itu, air mata mamak juga menetes. Tak terasa sekarang ia benar-benar akan di tinggal anaknya, walaupun tidak jauh dari rumahnya tapi tetap saja, sekarang mereka sudah tidak satu rumah. Dan lagi untuk menuju rumah Anugrah yang baru harus menggunakan kendaraan, karena jika di jangkau dengan jalan kaki akan terasa melelahkan dan terasa sangat jauh.


Kini di ruangan depan hanya ada beberapa bapak-bapak saja. Kedua Bapak Anu tengah ngobrol dengan mereka. Keanu pun ikut bergabung, Keanu pun sama tampan nya saat menggunakan sarung hitam dan koko berwarna armi, senada dengan warna baju anugrah.

__ADS_1


"Yang rukun sama tetangga ya Nu, jangan sombong. Kalau ada makanan lebih bagi-bagi, yang ramah pokoknya, apalagi kamu ini 'kan pedagang." Nasihat Mamak sesaat setelah Anugrah kembali dari luar dan duduk di sebelahnya.


"Iya, Mak. Mamak sama Ibu nginep di sini 'kan?" Tanya Anugrah pada dua wanita yang ia sayangi itu.


"Enggak, lah. Nu. Ibu sama mamak nggak mau ganggu kalian." Ujar Ibu, Mamak tersenyum dengan apa yang di katakan besannya.


"Ganggu apa, bu. Justru Nugrah seneng," ucap Anugrah.


"Oh, ya. Makasih banyak ya Bu, Mak. Kalian benar-benar terbaik." Ujar Anugrah lagi.


"Sama-sama, semoga kalian bahagia selalu, di hindarkan dari hal-hal hang tidak baik."


"Aamiin," ucap Mamak dan Anugrah bersamaan."

__ADS_1


__ADS_2