Ketika Dua Anu Jatuh Cinta

Ketika Dua Anu Jatuh Cinta
Surprise yang Gagal


__ADS_3

Dengan langkah penuh emosi Anugrah turun dan berjalan ke arah di mana ada suami dan perempuan itu.


"Mas Kean!" Teriak Anugrah.


Keanu dan Perempuan itu pun menoleh ke arah Anugrah seketika.


"Dek," ucap Keanu frustasi. Dalam hatinya bertanya kenapa istrinya bisa ada di sana?


"Kamu, ngapain ke sini?" Tanya Keanu lagi. Kini Anugrah yang berapi-api sudah berdiri di depan suaminya.


"Mergokin kamu!" Ujar Anugrah.


Seketika perempuan yang ada di sana menutup mulutnya karena menahan tawa begitu mendengar apa yang Anugrah katakan.


"Mergokin apa dek? Justru aku yang kesel, kenapa kamu ke sini? Kan tinggal dikit lagi," ucap Keanu lagi. Keanu mengusap wajahnya kasar karena kesal.


"Kenapa memangnya? Kesel karena ketahuan!"


"Iya, lah! Aku jelas kesel karena ketahuan. Harusnya 'kan kamu ke sini nya bareng aku besok! Kenapa sekarang kamu ke sini ...," ucap Keanu dengan nada kesal.


"Kenapa jadi kamu yang kesel?" Anugrah benar-benar tidak tahu, kenapa bisa suaminya itu malah terlihat memelas.


"Dia siapa!" Anugrah menunjuk perempuan yang dari tadi tersenyum melihat kedua Anu saling bertengkar.


"Dia, Nadia! Pacarnya Zidan." Jawab Keanu dengan kesal.


"Terus kamu ngapain ke sini?" Anugrah masih belum mengerti.


"Anugrah ... aku ke sini buat nge-design setiap ruang di rumah baru kamu. Sekalian nge-dekor buat nyambut kamu," jelas perempuan bernama Nadia itu.

__ADS_1


"Apa?" Anugrah malu sekali sekarang. Apa-apaan dia malah berprasangka buruk pada suaminya. Dan kini dirinya malah jadi malu sendiri. Tidak seharusnya ia berpikiran buruk sebelum mengetahui segalanya.


"Ya, sudah lah. Sekarang saja, ayok masuk."


Dengan langkah ragu ia mengikuti langkah suami dan Nadia di depannya.


Begitu besar tulisan 'Selamat Datang di Rumah baru Istriku.' Lengkap balon-balon dan pita berwarna hitam dan gold. Di dalam juga ada dua orang lagi yang tengah duduk, mungkin mereka tengah istirahat.


"Eh, Mas!" Kedua orang itu lantas berdiri.


"Nih, ngemil dulu, abis magrib nanti kita cari makan." Nadia memberikan sekantong cemilan yang dia dapat dari Keanu.


Saat ini Anugrah rasanya ingin membawa dirinya ke lubang semut agar tak terlihat. Ya Tuhan ... Anugrah ingin sembunyi sekarang.


"Gimana, Anugrah. Suka tidak sama design nya?" Tanya Nadia yang sudah berdiri di samping Anugrah, ia merangkul pundak Anugrah dengan akrab.


"Maaf ya, Mbak Nadia," ucap Anugrah tulus.


"Nggak papa, ayok kita masuk, kita lihat semua ruangan, siapa tahu ada yang tidak sesuai dengan keinginan kamu." Anugrah menurut meninggalkan suaminya di ruang depan. Ia masuk menyelusuri setiap ruang yang ada di rumah baru itu.


Setiap ruangan begitu indah menurutnya, ia langsung suka pada semua tempat yang ada di rumah barunya itu. Kamar utamanya, dapur, ruang keluarga, ruang makan kamar tamu. Rumahnya memang tidak berlantai dua, tapi cukup besar apalagi hanya di huni dua orang saja, Anugrah benar-benar terpukau dengan setiap ruangan yang ada.


"Ini, hadiah dari Ibu dan Bapak mertuamu, terus Zidan yang kasih semua isinya. Ini hadiah buat pernikahan ke dua tahun kalian, semoga apa yang kamu inginkan di segerakan ya," tutur Nadia lagi. "Ya, walaupun sudah lewat jauh dari tanggal pernikahan tidak apa-apa 'kan ya?"


Anugrah mengangguk, lantas ia meminta pelukan dari pacar Zidan itu. Anugrah sebenarnya masih tak menyangka sama semua ini, terlebih lagi ia akhirnya tahu kalau ternyata Zidan sudah punya kekasih. Cantik lagi.


***


Akhirnya setelah tahu semua ruangan dan ngobrol asyik dengan Nadia, Keanu mengajak istrinya itu untuk pulang. Dengan motor masing-masing dua Anu sampai di rumah saat adzan magrib berkumandang. Rumah sudah sepi, Mamak dan Bapak sudah di pastikan sudah berangkat ke Musala. Akhirnya dua Anu berjamaah di rumah.

__ADS_1


Selesai salat kini kedua Anu masih duduk di sajadah masing-masing, Anugrah masih memandangi punggung suaminya itu. Ia masih merasa malu pada dirinya, begitu buruknya prasangka nya sampai-sampai ia bisa membuntuti ke mana suaminya pergi.


Keanu masih sibuk dengan Doa nya dan istrinya malah senyum-senyum sendiri di belakangnya.


Tapi, seketika ... ia mengingat sesuatu.


"Mamak, bapak," gumamnya. "Apa mereka setuju kalau aku pindah rumah?"


Keanu membalik badannya dan mengulurkan tangannya agar sang istri menciumnya. Anugrah pun melakukan nya, mencium punggung tangan suaminya dengan lama. Lanjut Keanu mencium kening sang istri tercinta.


"Mas," panggil Anugrah.


"Hm," Keanu menaikan alisnya.


"Kenapa kamu nggak bilang dulu, kalau ibu kasih rumah buat kita? Mamak sama Bapak gimana?"


Keanu tersenyum. Ia menangkup kedua pipi istrinya yang masih dengan raut wajah bingung.


"Jadi ... waktu itu, pas kamu sudah bobok cantik, Ibu telepon. Ngasih tahu kalau rumah yang buat aku sudah lunas, dan saat itu juga aku ngasih tahu mamak sama bapak. Aku juga sudah bilang, kalau mereka tidak mau kita tinggal ya tidak apa-apa, rumahnya bisa aku kontrak-an tapi baik Bapak ataupun mamak mereka tidak masalah, lagi pun rumah kita tidak jauh, ya 'kan?"


"Jadi yang nggak tahu cuma aku aja?" Anugrah melepaskan kedua telapak tangan suaminya yang ada di kanan-kiri pipinya.


Keanu lantas mengangguk.


"Maaf, ya ... sudah su'udzon," ucap Anugrah tulus.


"Iya, nggak papa. Itu hal wajar Sayang," Keanu lantas menarik istrinya pelan dan memeluknya erat penuh cinta.


Anugrah memejamkan mata di dalam pelukan hangat suaminya, menikmati aroma wangi yang menyegarkan menurutnya. Hilang sudah keraguan, saat dirinya mengetahui sebuah kenyataan. Harusnya ia lebih percaya pada hati kecilnya yang selalu mengatakan 'tidak'. Tapi sayang, kadang manusia selalu menggunakan logika dan tidak perduli akan bisikan hati.

__ADS_1


__ADS_2