Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Sepupu Farid


__ADS_3

Acara pesta pernikahan Almira dan Farid sangat besar, walaupun tidak terlalu mewah. Karena banyak dari keluarga Farid datang juga dari mesir. Almira dan Farid bersanding di pelaminan, mereka duduk biasa saja tanpa berpegangan tangan atau bermesraan. Mereka berdua masih canggung untuk itu, hanya sesekali saat akan berfoto bersama keluarga nya. Keluarga Farid memberikan selamat dengan menggunakan bahasa arab, Almira yang sudah sangat fasih karena pernah belajar di Kairo Mesir, juga mengucapkan banyak terima kasih karena telah datang jauh-jauh dari Mesir untuk menghadiri pernikahan nya.


"Kamu bisa berbahasa arab? Sangat jelas dan tidak seperti baru belajar." Ucapnya menggunakan bahasa arab sambil terkejut, karena Almira bisa berbahasa arab.


"Iya, saya bisa berbahasa arab karena pernah belajar disana selama 5 tahun." Jawab Almira dengan bahasa arab tersenyum dibalik cadarnya.


"Masyaa Allah, saya tidak menyangka bisa langsung berbicara dengan kamu. Saya kira Farid akan menjadi penerjemah, tapi ternyata dia yang diam saja." Ucapnya tertawa menatap Farid yang hanya mendengar keluarga nya berbicara dengan Almira.


"Kalian turun saja, disana." Tunjuk Farid pada Widya, Arumi dan Laila, mereka pun melirik arah tunjuk Farid.


"Mereka bertiga yang mengenakan cadar seperti Almira, juga bisa berbahasa arab dan mereka adalah ipar dari Almira." Ungkap Farid pada sepupunya.


"Apa saudara kamu memang memilih wanita cantik dan pintar? Mereka mengenakan niqab saja sudah terlihat sangat cantik."


"Terima kasih, dua kakak ipar saya umurnya tiga tahun di bawah saya." Mereka terkejut karena ipar dari Almira berarti masih sangat muda.


Almira tersenyum melihat sepupu suaminya terkejut dengan umur ipar nya.


"Mereka masih kuliah, yang sedang hamil itu fakultas kedokteran, sedangkan yang mengenakan gamis merah muda di fakultas hukum." Kembali menggelengkan kepalanya, sepupu dari Farid terkejut. Padahal mereka ada yang seorang designer, ada juga yang dokter dan pemilik perusahaan. Namun tetap saja terkejut dengan umur dan jurusan Widya dan Arumi.


"Kalian itu sudah ada yang menjadi salah satunya, kenapa masih saja terkejut?" Tanya Farid.


"Kita terkejut karena abang Almira sangat pandai mencari istri."


"Wanita yang sedang hamil itu bernama Arumi, dia dengan abang saya di jodohkan." Mereka menutup mulutnya tak percaya.


"Kamu jangan ceritakan semua, biar mereka tanya sendiri ke Widya dan Arumi. Yang ada mereka tidak turun dan akan tetap berada disini."


"Kalian sedang membicarakan apa? Kenapa kami tidak mengerti."


"Kalian turun saja! Mengobrol dengan ipar Almira, atau sama baba dan ibu."

__ADS_1


"Hm baiklah, kami akan turun. Sekali lagi selamat ya Almira dan Farid."


"Terima kasih karena sudah datang dan memberi selamat di hari pernikahan ku dan mas Farid." Almira tersenyum berterima kasih, karena mereka sudah datang ke acara pernikahan nya.


"Sama-sama Almira, kami turun dulu ya. Mau mengobrol dengan ipar kamu, seperti nya ada orang yang tidak ingin di ganggu dengan istri nya."


"Tentu!" Jawab Farid melirik istrinya, membuat Almira tersenyum menunduk.


Dari kejauhan Akbar selalu menatap mereka, di pantau juga oleh Abyan dan Najib.


"Kalian ini membuat ku iri, padahal sebentar lagi aku juga akan menikah."


"Aku sudah punya anak."


"Dan aku masih jomblo." Ada beberapa yang mengatakan dirinya tidak memilih pasangan. Tak lama mereka turun menghampiri Arumi dan Widya, meninggalkan pengantin di pelaminan.


"Akhirnya mereka pergi." Ucap Farid.


"Kalau ada mereka heboh, dan mau bicara aja harus berpikir." Almira hanya tersenyum, memang dirinya juga sama harus berpikir sebelum mengeluarkan kata, berbeda dengan bahasa indonesia yang biasa mereka gunakan setiap hari.


Beberapa sepupu dari Farid menghampiri Widya, Arumi dan Laila. Mereka akan mengetes kemampuan dari ipar Almira.


"Assalamu'alaikum," ucap mereka.


"Wa'alaikum salam." Jawab nya menoleh pada beberapa orang yang cantik tinggi putih hidung mancung.


"Apa kita boleh mengobrol disini, apa kita mengganggu?" Tanyanya menggunakan bahasa arab.


"Silahkan! Kita tidak keberatan." Jawab Laila membalas dengan bahasa arab juga.


"Kalian ipar dari Almira, ya?"

__ADS_1


"Iya, ini namanya Laila istri dari abang pertama. Ini Widya, istri dari abang kedua. Saya yang terakhir, Arumi."


"Nama yang bagus dan kalian sangat cantik. Maaf, berapa bulan kehamilan kamu?" Tanyanya menatap perut Arumi yang besar.


"Baru enam bulan, dan akan tujuh bulan minggu depan."


"Kalau kamu, anaknya sudah besar ya?"


"Iya, anak saya sudah umur empat tahun jalan lima."


"Kalau kamu bagaimana?" Tanya nya pada Widya.


"Kalau saya belum." Jawab Widya tersenyum.


"Saya minta maaf, saya tidak bermaksud menyinggung ataupun membuat kamu sedih."


"Tidak masalah, saya juga masih muda. Mungkin Allah belum memberikan nya sekarang."


"Masyaa Allah. Benar kata istrinya Farid, kalian bisa dan fasih berbahasa arab dan pintar."


"Tidak juga, kami bertiga masih belajar. Almira hanya terlalu memuji kami." Ucap Laila.


Mereka lanjut mengobrol dengan berbahasa arab, sangat fasih dan tidak ada kesusahan sama sekali untuk mengucapkan.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2