Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Meminta maaf


__ADS_3

Abyan telah selesai dengan kerja nya, kini dirinya sudah sampai di depan rumah nya. Melihat mobil istrinya itu sudah terparkir di samping dirinya memarkirkan mobilnya.


Abyan turun dari mobilnya, melihat rumah nya sangat sepi karena tidak ada pekerja. Arumi tidak ingin ada yang membantu pekerjaan rumah nya, karena saat ini dirinya masih mampu untuk melakukan nya sendiri.


"Assalamu'alaikum," ucap Abyan menekan bel rumah.


"Wa'alaikum salam," sahut nya. Lalu terlihatlah Arumi yang baru saja membuka pintu dengan senyuman di wajahnya saat menyambut Abyan. Mencium tangan suaminya dan mengambil tas yang baru saja Abyan turunkan dari punggung nya.


Setelah itu Arumi langsung berbalik untuk menyimpan tas Abyan ke kamarnya, Abyan langsung ke dapur melihat apa yang sedang istrinya masak. Abyan mengaduk masakan yang ada di atas kompor, sambil melihat ada perkedel yang belum di goreng.


"Biarkan Arumi saja, mas Aby mandi saja lalu setelahnya makan." Arumi mengambil perkedel yang telah di bentuk bulat tadi dari tangan Abyan, namun suaminya itu malah memegang tangan Arumi membuat pandangan mata mereka bertemu.


"Kenapa?" Tanya Arumi


"Apa kamu marah?" Abyan menatap lekat istrinya itu.


"Tidak ada yang buat Arumi marah, kenapa harus marah?"


"Mas minta maaf," ucapnya membuat Arumi mengernyitkan keningnya.


"Mas minta maaf, mas sudah bentak kamu waktu itu. Mas gak sengaja sayang, mas salah waktu itu menghindari kamu, mas salah sudah tidak pernah mengerti dengan keinginan kamu, dan mas juga tidak mengerti caranya mencintai layaknya orang pada pasangan nya. Maafkan mas!"

__ADS_1


Arumi menghela nafas panjang, awalnya memang dirinya marah karena suaminya itu membentaknya.


"Arumi tidak perlu di perlakukan layaknya ratu mas, seperti wanita yang lain mengharap like treat a queen. Mas Aby cukup mencintai Arumi dengan cara mas sendiri, Arumi juga tidak menuntut apapun, yang terpenting disini," ucap Arumi menyentuh dada Abyan.


"Disini hanya ada Arumi, tidak ada lagi orang lain. Satu lagi yang Arumi minta, tolong! jangan bentak Arumi, Arumi lemah jika dibentak."


"Maafkan mas, kamu pasti nangis waktu mas tinggal malam itu kan?" Tanya Abyan yang langsung di jawab anggukan oleh Arumi.


"Mas benar-benar suami bodoh, yang tega membentak istrinya sampai menangis. Tolong maafkan mas!" Abyan menangis di depan nya. Arumi langsung menarik ke pelukannya menenangkan.


"Cup cup udah jangan nangis lagi, malu mas udah tua." Abyan melepas pelukannya menatap Arumi dengan air mata yang mengalir di pipi nya.


Arumi tersenyum dengan om-om di depannya itu. "Kamu ngatain mas tua?"


"Tapi kamu sayang dan cinta sama mas tua mu ini, iya kan?" Tanya Abyan dengan satu mata nya yang ia kedipkan.


"Sekarang mas nangis aja- eh maksudnya sekarang mas mandi aja maksudnya, habis itu makan."


"Mau mas nangis lagi disini?"


"Nangis aja, Arumi mau masak dari tadi belum selesai." Arumi menyiapkan penggorengan untuk menggoreng ayam dan perkedel yang belum ia goreng sejak tadi.

__ADS_1


"Mas mau temani kamu." Abyan memeluk Arumi dari belakang, meletakkan dagu nya di bahu Arumi.


"Kamu mandi sana mas, Arumi gak bisa masaknya kalau mas gini." Arumi susah bergerak karena Abyan yang menempel,


"Belum dicoba udah bilang gak bisa." Abyan sambil mencium bahu dan rambut yang hanya sebatas bahu istrinya. Karena setelah dari kamarnya tadi Arumi melepas jilbab.


"Gak usah masak aja deh kalau ribet gini," ucap Arumi kesal.


"Lebih bagus seperti itu kamu gak capek."


"Tapi udah masak dari tadi, ayam sudah di marinasi lalu perkedel sudah siap di goreng."


"Tinggal disimpan atau di berikan ke orang."


"Cepat mandi sana mas, sebentar lagi masakannya siap. Semua keperluannya sudah siap di atas ranjang, kamu tinggal memakainya."


"Kamu kapan siap bertempurnya?" Tanya Abyan sambil mencium pipinya, lalu berlari sebelum Arumi berteriak.


"Mas Aby," pekik Arumi saat suaminya itu sudah berlari ke kamar nya sambil tertawa.


Arumi hanya menggeleng kan kepalanya, lelaki tua suaminya itu kadang bertingkah seperti anak kecil juga pikirnya.

__ADS_1


Cerita othor yang masih on going 'DI JODOHKAN NAMUN TAK BERJODOH'


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.


__ADS_2