
Mira dan Mina adiknya, pergi ke pesantren meminta alamatnya pada Arumi. Arumi memang tidak disuruh ke pesantren, namun ia dan Abyan ke pesantren untuk bertemu Mira.
"Assalamualaikum," ucap nya dari luar. Arumi sudah ada di ndalem sambil momong anak, tidak mengenal dua wanita yang baru saja mengucap salam.
"Wa'alaikum salam, maaf mbaknya cari siapa?"
Mira yang bingung menatap adiknya, lalu mempunyai ide untuk menjahili Arumi.
"Saya kemari untuk menawarkan banyak produk, ambil saja adik saya ini dan tukar anak anda." Arumi tersenyum saat baru menyadari bahwa itu adalah temannya.
"Ya Allah Mira, saya tidak mengenali kamu yang mengenakan hijab. Padahal saya menunggu kamu, disini. Ayo masuk!" Mereka diajak masuk ke dalam.
"Masa Mina di tukar, apa sebaiknya memang Mina di pesantren?"
"Hustt, kalau kamu disini, kakak sendiri dirumah."
"Ada kak Kevin, jadi tinggal berdua." Mira menjitak kepala Mina pelan.
"Ngawur kamu."
"Ummi, abah. Ada tamu," Abyan mengambil Zafeer dari gendongan Arumi, Arumi mempersilahkan Mira dan Mina duduk.
"Mira, ya? Cantik sekali." Mira mencium tangan ummi lalu abah bergantian dengan Mina.
"Ummi langsung mengenalnya, padahal Arumi yang hampir tiap hari ketemu tidak kenal dengan Mira."
"Feeling seorang ibu selalu tepat, Mira sekarang juga anak ummi dan abah."
"Ini yang kemarin sama temannya Farid?" Tanya abah.
__ADS_1
Arumi dan ummi mengangguk, Mira sangat berbeda dengan biasanya.
"Kalian berdua memang sangat cocok, abah setuju kalau kalian menikah." Ucap Abah tersenyum.
"Abah," ummi menyentuh tangan suaminya.
"Ini adik yang saya ceritakan, namanya Mina. Minari Shintia, dan saya sendiri Mirani Saskia." Mira memperkenalkan adiknya.
"Dok-
"Arumi. Saya lebih muda juga dari kamu setahun. Panggil nama saya, tidak perlu embel-embel dokter, lagipula saya masih koas, mir."
"Apa ada sesuatu yang mau kamu bicarakan, nak? Sebenarnya tidak masalah kalau kamu kemari, tapi sampai umma nya Feer ikut kesini mungkin ada sesuatu yang mau dibicarakan."
"Iya ummi, Mira ada sesuatu yang penting, untuk Mira tanyakan sama ummi dan abah." Ucapnya melirik Arumi. Abah dan ummi saling pandang.
"Wa'alaikum salam." Affan dan Laila juga Afila masuk.
"Ada tamu rupanya." Mira semakin gugup untuk bercerita saat banyak orang disana.
"Mir, kamu gak pa-pa 'kan?" Tanya Arumi.
"Sa-saya gak pa-pa dok."
"Jangan takut atau malu nak, kita semua sudah keluarga, jadi jangan malu untuk mengatakan sesuatu. Semua yang ada disini juga bisa membantu kamu." Mira dikuatkan oleh sang adik dengan genggaman tangannya.
"Mi-mira,
"Biar saya yang beritahu mereka, jadi kalau nanti kurang lengkap, kamu tinggal tambahin." Akhirnya Mira mempercayai Arumi untuk memberitahu Abah dan ummi, serta orang-orang yang ada disana.
__ADS_1
Arumi menjelaskan semuanya, bahwa berawal dari membayarkan hutang hingga dianggap sebagai calon istrinya oleh Kevin. Kevin selalu mendekati Mira, selalu menjemput dan mengantar pulang. Namun dari situ Mira merasa tidak nyaman atas perlakuan nya, awalnya memang Mira menyukai Kevin, namun ia merasa tidak pantas bersama Kevin.
Semua yang dikatakan Arumi benar, jadi Mira hanya mengangguk saja.
"Ummi hanya ingin menyarankan kamu, untuk meminta petunjuk sama Allah. Jadi kamu shalat istikharah untuk di perlihatkan apakah dokter Kevin memang jodoh terbaik untuk kamu, atau hanya sekedar lewat untuk menemukan jodohnya." Mereka semua mengangguk, karena apa yang dikatakan ummi Dalilah benar.
"Iya, semoga jodoh ya Allah. Kalau nanti tante ini menikah, terus punya anak. Tambah satu lagi keponakan Fila. Aamiin." Afila mengaminkan ucapan nya supaya Mira dan Kevin berjodoh. Diikuti oleh yang lain dan mengaminkan.
"Saran lagi dari Abah, karena kami disini keluarga kamu, bagaimana kalau sebaiknya kamu dan adik kamu tinggal disini. Kalau memang dokter Kevin serius, biarkan dia meminta nya pada abah dan ummi sebagai pengganti orang tua kamu."
"Iya dek, mbak juga setuju dengan itu. Kalau laki-laki itu serius sama kamu, dia pasti berani untuk menemui Abah dan ummi."
"Makasih ya semuanya, Mira benar-benar merasa mempunyai keluarga yang sangat lengkap dan bahagia." Mina memeluk kakaknya dan menangis. Arumi dan Laila mendekati mereka dan memeluknya.
"Mina jangan nangis, kamu disini punya mas dan mbak banyak. Jangan sedih lagi, ponakan kalian juga banyak disini. Sekarang kita keluarga." Laila membuat Mina langsung memeluknya, ia merasa sangat bahagia banyak orang yang menyayangi dirinya dan kakaknya.
"Tante punya ponakan yang lucu namanya Fila, ini di depan tante orangnya. Jangan nangis lagi, karena yang cantik ada satu lagi, namanya Faeya, adik Fila."
"Jangan nangis dek, masa gak malu sama Fila." Mina mengelap air matanya, ia mengerucutkan bibirnya saat melihat semua orang menertawai nya.
"Untuk sementara waktu, besok Mira dan Mina akan pindah ke pesantren. Untuk mengetahui apa dokter Kevin benar-benar atau hanya main-main." Setelah menyelesaikan urusan nya meminta solusi terbaik, Mira dan Mina berpamitan untuk pulang.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1