
Tiga hari tak kunjung tiba, Arumi merasa hari sangat lah panjang dan waktu semakin melambat. malam ini sudah malam terakhir Abyan di kota S, besok ia sudah kembali ke kota nya dan bertemu dengan istrinya yang sedang dalam mode manja, membuat Abyan selalu merindukan dan ingin segera cepat pulang.
"Mas besok pagi-pagi sekali sudah ke bandara sayang, ini udah siap-siap." Abyan video call dengan Arumi menunjukkan tas yang akan ia bawa sambil memasukkan baju ke dalamnya.
"Iya mas, jangan sampai telat. Besok harus pagi juga sampai nya."
"Mas usahakan, tapi sepertinya sampai siang sayang."
"Kalau mas pulang lebih cepat, Arumi akan kasi hadiah spesial." Arumi tersenyum sambil bersandar di dinding ranjang.
Abyan menaikkan satu alisnya. "Apa sayang?"
"Kalau Arumi kasi tahu nya sekarang gak kejutan lagi dong."
"Yaudah sekarang mas masih mau ke pondok, kamu istirahat. Jangan terlalu malam tidurnya."
"Kamu juga mas, mata kamu sangat terlihat kurang tidur."
"Ini karena tidak ada kamu sayang, mas jadi insomnia selalu memikirkan kamu."
Uwlekkkk....
Najib yang berada tak jauh dengan Abyan yang sedang video call mendengar apa yang di katakan sahabatnya itu.
"Jangan terlalu percaya ning, saya saksinya."
"Memang nya gimana mas Najib?" Tanya Arumi membuat Abyan dan Najib terkejut dengan panggilan barunya.
"Kamu panggil Najib siapa, sayang?"
__ADS_1
"Mas Najib," jawabnya menatap suaminya.
"Kenapa berubah? Kemarin masih panggil ustadz?"
"Mas Najib kan lebih tua dari Arumi mas, lagi pula kan saudara mas juga seperti mas Affan."
"Iya gak apa. Kamu istirahat ya, mas masih ada urusan ke pondok." Arumi mengangguk dan mengucap salam, lalu setelahnya mereka mengakhiri sambungan telepon nya.
"Jangan senang kamu, Arumi panggil mas biar lebih sopan."
"Yaelah by, kayak gak tahu aku aja. Kalau mau sih gak apa," ucapnya tertawa.
"Berani? Tinggal adukan ke ummi dan abah."
"Yakali berani, aku cuma bercanda di tanggapi serius."
Setelah mendengar ucapan Najib, Abyan langsung beranjak untuk ke pondok menemui pengurus pondok dan kyai nya. Agar jika dirinya besok berangkat pagi-pagi tidak harus mengunjungi atau mengganggu.
"Ayah, bunda. Tolong bantu zy menyiapkan surprise untuk mas Aby."
"Surprise apa zy? ayah ingin tahu?"
"Bunda sudah tahu, tapi benar atau tidak bunda perlu memastikan." Bunda Faza melirik perut rata Arumi, yang juga diikuti oleh Arumi arah pandang bunda mengarah kemana.
"Kenapa bunda bisa menebaknya sih?" Tanya Arumi memanyunkan bibirnya.
"Benar zy?" Tanya bunda lagi yang langsung di balas anggukan oleh Arumi.
"Apaan? Ayah kenapa gak ngerti apa yang sedang di bicarakan."
__ADS_1
"Ini urusan wanita ayah, besok zy hanya ingin ayah mengundang abah dan ummi ke sini."
"Untuk apa?"
"Untuk memberi kejutan untuk semuanya, ayah."
"Kenapa di rahasiakan dari ayah? Sedangkan bunda sudah tahu."
"Itu zy tidak memberi tahu, tapi bunda yang menebaknya."
"Ayah setuju saja dengan yang zy inginkan, besok ayah juga pasti tahu."
"Katanya urusan wanita, berarti ayah tidak perlu membantu untuk mengundang mertua kamu zy."
"Ayah," rengek Arumi. Mana mungkin ayah Salman bisa menolak, permintaan anak kesayangan nya itu.
"Baiklah."
"Zy sayang banget sama ayah," ucapnya lalu memeluk ayah Salman.
"Kalau ada maunya sayang banget sama ayah." Ayah Salman membalas pelukan sang putri, bunda Faza juga ikut memeluk mereka berdua.
Note: Keluarga harmonis yang akan membentuk bertumbuh nya anak dengan baik, karena kasih sayang kedua orang tua nya cukup, dan mereka dapat melihat perlakuan baik yang di terima itu akan ia terapkan di masa mendatang atau saat dirinya besar nanti.
Mungkin saja tidak semua yang di dapat dari keluarga yang utuh, bisa juga dari lingkungan sekitar kita. Tapi sangat besar pengaruhnya dengan adanya kedua orang tua yang utuh.
So, jangan juga berkecil hati, kita masih bisa membentuknya sendiri tanpa adanya dukungan keluarga atau lingkungan sekitar lainnya. Semua tergantung dari diri kita sendiri.
Keluarga utuh atau tidak, keluarga kaya atau tidak, tidak ada pengaruhnya sama sekali. Walau terkadang iri dan insecure dengan keadaan, banyak kata motivasi dan semangat. Namun perasaan keduanya itu sangat sulit di hempaskan dari diri ini.
__ADS_1
Semangat, hwaiting.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.