
Ummi dan Almira, serta kedua menantu nya yang menunggu di luar, untuk mencegah Abyan dan Najib sepulang kerja. Mereka akan mengintrogasi dua laki-laki itu. Apa mereka mengenalnya atau tidak dengan perempuan yang bernama Naila. Arumi yang sudah tidak keluar lagi setelah shalat dzuhur, di biarkan saja di kamarnya untuk menenangkan diri. Mereka juga tidak tahu apa yang harus di katakan untuk menenangkan Arumi yang sepertinya sedang emosi, melihat seorang wanita yang mencari suaminya. Berhijab namun dengan pakaian modis tidak seperti dirinya yang mengenakan gamis dan kerudung besar. Mungkin itu yang membuat Arumi sedikit insecure, ia mengerti jika suaminya mencari wanita yang lebih tahu berpenampilan dari pada dirinya.
Mobil Abyan dan Najib sudah terparkir di halaman pesantren, mereka para wanita sudah bersiap untuk bertanya pada dua orang yang baru saja tiba itu. Tidak akan ada sedikitpun pertanyaan yang akan mereka lewatkan.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Abyan dan Najib bingung dengan ke empat wanita yang melihat nya datang sudah berdiri menyambut nya.
"Kenapa dengan kalian semua? Apa memang sudah menyambut kami? Wah ini pasti ada makanan lezat menanti."
"Makanan aja yang di pikirkan kamu bi, kita akan mengintrogasi kalian berdua."
"Iya, jadi kalian berdua duduk di kursi panas."
"Waduh, sudah di kasi bara api di dalam kursinya berarti."
"Jangan bercanda, ini serius. Kalian berdua harus di introgasi."
"Ummi, apa maksudnya? Najib mau makan ummi."
"Diam bi!" Ucap Widya yang membuat Najib langsung terdiam.
"Ummi tidak mau bertele-tele, ummi hanya ingin bertanya apa benar atau salah dengan yang kami curigakan."
"Tidak bertele-tele, tapi belum juga di sebutkan apa yang akan ummi sampaikan."
"Mas Najib mending diam saja, dengarkan dulu apa yang akan ummi sampaikan."
"Mereka serius mendengarkan, apa yang akan ummi Dalilah sampaikan.
"Ummi hanya berharap jangan ada yang berniat untuk poligami."
__ADS_1
"Astaghfirullah, Aby tidak ada niatan untuk poligami sama sekali ummi."
"Najib apalagi, satu aja belum habis."
"Memangnya Widya makanan." Widya berkata sambil memanyunkan bibirnya.
"Bukan begitu maksud ummi. Jangan pernah menyakiti istri kalian, dengan mendekati wanita lain."
"Mendekati apa maksud ummi?" Abyan dan Najib semakin bingung dengan perkataan ummi.
"Tadi pagi setelah kalian berangkat, ada perempuan yang datang ke ndalem" Ummi menatap kedua anaknya, ternyata Najib juga melirik Abyan.
"Wanita? Siapa ummi?"
"Wanita itu mencari dosen Abyan, dia juga memberi tahu namanya Naila. Wanita yang sangat cantik, namun sayang minim kesopanan."
"Dosen Naila?"
"Kamu mengenalnya, Abyan?" Tanya ummi menatap wajah Abyan serius.
"Tapi tidak mencerminkan bahwa dirinya seorang dosen, kamu tahu kalau dia seperti tidak menganggap Arumi sebagai istri kamu."
"Arumi, dimana Arumi?" Abyan baru menyadari bahwa istrinya tidak menyambutnya.
"Tidak perlu mengalihkan pembicaraan, ummi tidak habis pikir dengan kamu by, apa yang kurang dari istri kamu."
"Jangan menuduh Abyan seolah mempunyai hubungan dengan wanita lain ummi. Abyan hanya berteman tidak lebih."
"Tidak mempunyai hubungan sampai ingin berbicara berdua saja? Walaupun istri kamu sudah menanyakan ada perlu apa dengan suaminya? Wanita itu seolah wanita spesial kamu by."
"Mas Aby kenapa selalu saja membuat mbak Arumi sedih, dengan ini semakin membuatnya sedih."
"Benar. Gus Abyan juga tahu, kalau Arumi sedang hamil, itu akan mempengaruhi kandungannya gus."
__ADS_1
"Mbak Laila juga akan menuduh Aby?" Tanya Abyan yang melihat kakak iparnya seperti akan siap berucap.
"Tidak. Mbak hanya tidak ingin kamu membuat nya bersedih. Kami semua wanita yang rapuh, jika suaminya mempunyai hubungan dengan wanita lain, tentu saja akan terasa sangat sakit dan menyiksa batin nya."
"Tapi, semua nya tolong percaya dengan Aby. Dosen Naila kesini mungkin memang ada urusan penting ingin bertemu Aby."
"Ya Allah, datang bertamu dengan tidak memiliki kesopanan sama sekali pada lawan bicaranya? Ummi tidak mengerti dengan jalan pikiran kamu, jangan sampai di kemudian hari kamu menyesali nya telah dekat dengan wanita itu by. Pesan ummi, jangan pernah menyakiti hati istri kamu. Ummi masuk dulu ke kamar." Ummi Dalilah meninggalkan anak-anak nya diluar.
"Mas lihat kan? Ummi saja tidak suka dengan pacar mas Aby."
"Al, diam! Kamu jangan sembarangan bicara. Mas tidak ada hubungan apapun, dengan wanita manapun. mengerti kamu!" Abyan langsung pergi untuk menuju kamarnya, meninggalkan mereka yang masih berdiri.
Beralih menatap Najib. "Kenapa kalian semua menatapku? Aku tidak ada wanita lain selain Widya."
"Bukan itu, tapi mas Najib pasti tahu kan? Sebenarnya sejauh mana hubungan mas Aby dan pelakor itu?"
"Mas tidak tahu apa-apa al, kamu jangan bertanya pada mas, tanya pada mas mu itu."
"Mas Najib juga mas nya al, atau mas Affan juga tahu tentang ini?" Tebak Almira melirik Laila.
"Mbak harus tanya ini pada mas Affan." Laila juga ikut meninggalkan mereka, untuk menanyakan Abyan di kamarnya.
"Al yakin, mas Najib mengetahui semuanya?" Almira memicingkan matanya.
"Sayang, kita ke kamar ya. Aku sudah gerah mau mandi." Najib mengajak Widya ke kamarnya.
Akhirnya tinggallah Almira sendiri di luar, pasutri baru itu juga meninggalkannya.
"Nasib jomblo," ucapnya keluar untuk melihat santri di luar.
Segerakanlah Al untuk menikah, sebelum para teman Abyan, bebu yang sikat. Sikat cuci bersih maksudnya bantuin haha.
Jangan lupa bergabung di grup bebu yah, sudah boleh masuk sayang. TBD bukan TBC yah🤭
__ADS_1
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
See you...