Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
insecure


__ADS_3

Abyan duduk di pinggir ranjang, dengan semangkuk bubur yang ada di tangannya, ia menatap Arumi yang tengah duduk bersandar di dinding ranjang dengan kepala tertunduk.


"Hari ini gak usah masuk kuliah dulu, biar mas yang telepon profesor kamu untuk meminta izin."


Arumi membuka mulutnya, saat Abyan menyodorkan sesendok bubur.


"Kamu gak kerja mas?" tanya Arumi menatap Aby yang mulai menyendokkan lagi buburnya.


Abyan menggeleng, membuat Arumi mengernyit.


"Sebenarnya mas Aby kerja apa sih? kenapa bisa tidak masuk kerja seenaknya," bingung Arumi.


"Mas mengurus pesantren di bawah bimbingan abah, malam senin dan malam jum'at mas mengisi acara di pesantren. Hari senin, selasa, rabu dan jum'at mas ngajar di universitas islam babussalam atau di singkat UIB bukan AIB," canda Aby agar Arumi tersenyum.


"Arumi tau sih mas di pesantren dan juga dosen, kenapa mas Aby mau menikahi Arumi yang terbilang masih bocah, pasti di kampus ada dosen muda yang cantik."


Arumi kagum pada suaminya, ia terpaku saat mengingat mengapa Abyan malah mau menikahi dirinya yang masih kuliah.


Abyan tertegun mendengarnya, ia menaruh mangkuk bubur di nakas, mendekat pada Arumi dan menangkup pipi Arumi dengan kedua tangannya.


"Mas akui, mungkin di luar sana banyak wanita yang jauh lebih cantik juga baik. Namun saat ini istri mas adalah kamu, Arumi. Jadi jangan pernah membanding-bandingkan dirimu dengan wanita manapun, mas menikahi kamu berarti mas akan selalu mencintai kamu."


Hati Arumi terasa hangat saat mendengar penuturan lembut Aby, ingin sekali Arumi memutar kembali waktu, agar tidak mencintai orang lain sebelum dirinya menikah.


"Sekarang malam senin, berarti mas akan mengisi acara di pesantren, malam ini?"


Abyan menggeleng, membuat Arumi mengernyit heran.


"Kenapa?"


"Istri mas sedang sakit dan pasti membutuhkan seseorang di dekatnya."


"Ada bunda dan ayah, mas kalau mau berangkat gak apa pergi aja."


"Mas suaminya, dan seharusnya mas yang merawat kamu."


Arumi tidak tahan untuk tidak tersenyum, di hadapan Abyan yang hanya menatapnya datar, belum terbiasa menghilangkan wajah kaku nya.


"Mas," panggil Arumi


"Apa?"


"Arumi boleh peluk gak?" tanya Arumi menahan malu, karena ingin sekali memeluk suaminya yang seperti candu sekarang.


Tetapi nyalinya menciut, saat Aby tak kunjung menjawabnya.


"Gak boleh ya? kalau gak boleh, yaudah gapapa lupain aja."


Abyan tersenyum kecil, lalu merentangkan tangannya. "Sini"


Arumi mendekat pada Abyan dan memeluk nya dengan erat. Abyan membalas pelukan Arumi dengan tangan yang mengusap kepala nya, yang saat ini Arumi tidak lagi mengenakan jilbab nya saat bersama Aby.


Ia menyadari itu hal yang tidak sepantasnya untuk tetap menutupi saat hanya berdua dengan suaminya di kamar.


...******...

__ADS_1


Senin pagi, Arumi ke kampus dengan Abyan yang mengantarnya. Mereka sudah pulang dari rumah bunda.


Saat ini suasana hati Arumi sedang sangat baik, karena Abyan kemarin benar-benar merawatnya.


Arumi membuka buku anatomi dan fisiologi dengan senyuman yang merekah indah di bibirnya.


"Masih pagi mi, jangan sampai kamu kesambet," ucapnya membuat Arumi terkejut dengan kedatangan sahabat nya itu.


"Ucap salam Wid, lagian ngapain juga kesini?"


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam."


"Kelasku belum mulai, jadi kan lebih baik kesini nemuin orang yang lagi kasmaran, eaaakkk."


"Apaan sih wid," Arumi tersenyum.


"Lagian kamu malah seneng banget baca buku, yang bikin aku ingin nonjok orang kalau baca tuh buku, eh kamu malah senyum gak jelas."


"Apa jangan-jangan, kamu udah begituan?"


"Ngawur ih kamu Wid."


"Terus kenapa?"


"Seperti nya aku benar-benar jatuh cinta sama mas Aby."


"Cihuy cinta konon, baiklah. Apakah sudah melupakan Yusuf?"


"Setelah aku menikah, aku berjanji tidak akan mencintai orang lain selain suamiku sendiri."


Arumi tertawa mendengar ucapan Widya. "Yasudah sana," ucap Arumi dan Widya mengangguk pergi.


...******...


Sekitar jam satu siang, kelas Arumi sudah selesai, karena memang hari ini materi hanya sedikit. Arumi mengabari Abyan jika dirinya sudah selesai kelas, namun Abyan menjawab dirinya mengajar hingga jam dua.


Akhirnya Arumi memutuskan untuk pulang sendiri saja.


Di depan kampus, Arumi melihat adanya Yusuf. Pria berjalan menghampiri nya, membuat Widya yang berada di dekat Arumi segera mengambil ancang-ancang untuk mencegahnya.


"Mau ngapain lagi kamu suf?" tanya Widya sebelum pria itu mendekati Arumi.


"Mau nemuin Arumi."


"Kamu mau bertemu dia mi?" tanya Widya pada Arumi yang hanya diam dan menunduk.


"Gak malu banget kamu suf? kamu udah punya istri, Arumi juga udah punya suami, yang jelas jauh lebih tampan."


"Gak usah banyak ngomong Wid, aku tau Arumi masih ada perasaan sama aku."


Widya terkekeh, "Menurut kamu, selama Arumi tinggal dengan gus Abyan, apa tidak ada benih cinta yang tumbuh?"


"Widya udah, kita langsung pulang aja," bisik Arumi.

__ADS_1


"Yusuf kenapa kamu masih saja nemuin aku? aku sudah bilang, jauhi aku! Kita sudah punya pasangan masing-masing."


"Aku sudah sering bilang, kalau aku tidak akan menyerah Arumi."


"Dasar gila kamu suf," ucap Widya.


Yusuf mendekat ke arah Arumi dan menarik tangannya, membuat Arumi memberontak.


"Lepasin suf, kamu mau ngapain?"


"Aku mau kamu ikut aku mi, aku akan buktiin bahwa hanya aku yang kamu cintai."


"Suf lepas," Widya juga membantu Arumi agar Yusuf melepas tangannya.


Karena tidak mau melepaskan tangan Arumi, Widya meminta bantuan pada kakak tingkat nya, agar Yusuf pergi dari kampus. Banyak kakak tingkat nya yang membantu itu, karena ini masih area kampus juga.


"Main nya keroyokan, aku akan kembali lagi Arumi," ucapnya pergi meninggalkan Arumi dan Widya juga kakak tingkat yang membantu.


"Kamu tidak apa kan mi?" tanya Widya


"Aku gak apa wid."


"Mau kita antar?" tawar mereka pada Widya dan Arumi.


"Tidak perlu kak, biar Arumi pulang dengan saya"


"Tidak masalah, takutnya nanti tiba-tiba dia datang lagi menyakiti kalian, lebih baik saya mengantar kalian."


...******...


Sesampainya di rumah Arumi duduk di sofa, ia tertunduk pikiran nya kacau saat ini mengingat kejadian yang terjadi tadi di kampus.


Tak lama Abyan pulang mengucapkan salam, namun Arumi tak menjawabnya. Tubuhnya gemetar tak menyangka jika Yusuf berbuat seperti itu.


"Arumi" Abyan mendekat dan duduk di dekat istrinya. Abyan menangkup wajah Arumi agar mendongak menghadapnya.


Mata Arumi yang tadinya terpejam akhirnya terbuka, melihat Abyan yang berada di hadapannya ia segera memeluk suaminya itu dengan erat.


"Mas Aby, maaf."


"Maaf" Aby tidak mengerti apa yang terjadi hingga membuat Arumi seperti ini.


"Kenapa? ada apa?" tanya Abyan


"Aku mohon maaf, mas jangan marah" air mata Arumi turun, ia semakin mengeratkan pelukannya pada Abyan.


"Aku tadi di antar pulang kakak tingkat di kampus"


"Tapi aku tidak sendiri mas, aku dengan Widya. Itu karena ada Yusuf yang datang ke kampus tiba-tiba menarik tangan Arumi" Arumi tidak ingin melihat wajah Aby, dirinya terus mengeratkan pelukannya, seakan takut kehilangan Abyan.


Sedangkan Abyan yang kini rahangnya mengeras tangan nya terkepal kuat.


Namun terhenti saat suara isakan tangis Arumi yang semakin kuat.


Uwaaaaaaaa takut othor nya

__ADS_1


Selalu dukung othor bebu sayang


Annyeong love


__ADS_2