
Arumi menunggu suami nya menjemput ke kampus, ia sejak tadi keluar. Setelah di telepon suaminya akan segera sampai.
Abyan datang memarkirkan mobilnya, mencari istrinya di dalam kampus. Sambil menghubungi Arumi, ia berjalan masuk.
"Arumi, nungguin siapa?" Tanya kating nya.
"Lagi nungguin suami." Jawabnya menunduk.
"Sama aku aja keluar, kita nunggu di depan." Ucapnya ingin menyentuh Arumi.
"Terima kasih kak, kakak duluan saja." Jawab Arumi tersenyum menunduk.
"Ayolah, hanya keluar saja tidak kemana-mana."
"Makasih kak."
"Kamu kenapa sih, ikut aja ayo aku udah baik mau ngantar."
"Gak usah kak makasih."
"Sayang," panggil Abyan yang membuat Arumi mendongak.
"Mas Aby." Membuat kating yang tadi memaksa juga ikut menoleh.
"Oh sudah datang suaminya, permisi Arumi." Kating itu melenggang pergi meninggalkan Abyan yang menatapnya tajam.
Arumi ketakutan saat menatap suaminya, ia takut suaminya salah paham karena berduaan dengan laki-laki lain.
"Ayo kita pulang!" Ucap Abyan mengajak Arumi pulang.
"Mas, Arumi tadi-
"Sudahlah sayang, ayo kita pulang." Abyan merangkul pundak istrinya, karena tak kunjung beranjak dari tempat nya.
Arumi ikut saja, suaminya tersenyum melihat Arumi masih takut. Abyan sudah tahu jika kating nya yang memaksa Arumi, jadi tidak akan pernah membuat nya salah paham. Abyan tahu istrinya adalah wanita yang setia padanya, dan mencintai nya tulus.
"Sayang, kenapa diam saja? Katanya tadi mau pulang bareng mas, tapi mas jemput gak ada ngomong apapun. Kamu nyesel mas jemput?" Tanya Abyan yang sudah ada di dalam mobil.
"Tidak, Arumi senang mas bisa jemput Arumi ke sini."
"Kenapa kamu terlihat tidak seperti biasanya? Kamu sakit? Atau ada sesuatu dengan calon anak kita?" Tanya Abyan mendekati wajah Arumi.
__ADS_1
"Tidak mas, tidak terjadi apa-apa. Semuanya baik-baik saja."
"Yasudah, kita pulang sekarang ya." Ucap Abyan mengelus kepala Arumi.
Arumi mengangguk. "Iya mas." Abyan tersenyum melirik istrinya.
...******...
Abyan membawa Arumi ke rumah orang tuanya, mereka akan menginap di sana.
"Kita kesini mas?" Tanya Arumi.
"Iya, kamu kangen Anisa 'kan?" Arumi mengangguk tersenyum suaminya mengerti perasaan nya.
Arumi dan Abyan turun dari mobil, Arumi ingin cepat menemui adik dan orang tua nya.
"Pelan aja sayang, bahaya kalau terburu-buru." Arumi menoleh sebentar tersenyum menunggu suaminya berjalan pelan.
Arumi memencet bel rumah, yang membuka nya adalah Anisa. Anisa biasa membuka pintu sore hari, menunggu ayahnya pulang.
"Assalamu'alaikum, sayang."
"Wa'alaikum salam, kak zy, mas Aby." Anisa tersenyum melihat kakak dan kakak iparnya datang. Ia langsung memeluk Arumi.
"Assalamu'alaikum bunda." Arumi segera menyalami tangan bunda diikuti Abyan.
"Wa'alaikum salam, ternyata ada kalian diluar."
"Kenapa gak langsung masuk aja."
"Kita gak di ajak masuk sama tuan rumah nya." Jawab Arumi melirik Anisa.
"Sayang."
"Anisa lupa bun," ucap Anisa cengengesan.
"Gak apa ayo masuk!"
"Ayah belum pulang bun?" Tanya Abyan.
"Belum, ayah masih di kantor. Kalian kalau mau mandi dan istirahat langsung naik aja keatas ya."
__ADS_1
"Iya, kita nanti turun lagi kalau ayah sudah datang."
"Baiklah, nanti kita mengobrol setelah ayah pulang."
"Biar Anisa yang masak." Ucapnya tersenyum bangga sudah bisa masak mie instan sendiri.
"Masak apa? Air?" Ejek Arumi.
"Kamu gak tahu zy, dia sudah bisa nyemplungin mi ke dalam air." Membuat Arumi dan Abyan tertawa mendengar ucapan bunda Faza. Anisa hanya bisa cemberut.
Ayah Salman sudah pulang.
"Assalamu'alaikum, bunda, Anisa. Mana zy? Mobil Aby ada di depan."
"Wa'alaikum salam. Itu hanya mobilnya yah, tadi mas Aby hanya menyimpan nya disini." Jawab Anisa mengerjai ayahnya.
Ayah Salman langsung lemas, beliau kira anak dan menantu nya datang, tapi hanya menyimpan mobil di rumahnya.
"Ayah," panggil Arumi turun dari atas bersama Abyan.
Ayah Salman menoleh keatas melihat anak yang sedang di bantu oleh menantu nya turun.
"Nak, kamu beneran datang. Anisa bohong sama ayah ya." Ayah Salman mengejar Anisa di ruang tamu.
"Sudahlah ayah itu sudah tidak lagi muda, Anisa lebih gesit dari ayah. Tidak mungkin bisa di tangkap." Ucap bunda.
"Benar, ayah sudah tidak muda lagi. Sebentar lagi ayah juga akan punya cucu." Melihat perut Arumi yang semakin membuncit.
"Tidak lama lagi anak kedua ayah menikah." Ucap bunda Faza membuat Anisa menatapnya.
"Siapa bun?"
"Yang bertanya." Mereka tertawa, Abyan sangat senang ada di tengah-tengah keluarga yang sangat harmonis sama seperti keluarga nya, namun disini sangat dekat.
Begitu juga dengan Anisa yang senang bercanda dan sekolah di keluarga baru nya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...