Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Sebuah video


__ADS_3

Arumi baru selesai shalat dzuhur, ia keluar kamar sambil membawa ponselnya. Namun ada pesan masuk, ia melihat ponsel dan membukanya. Ternyata dari dosen Naila. Arumi tidak mau membukanya, namun dia penasaran dengan pesan itu, karena sebuah video.


"Halo madu, sebenarnya aku dan Abyan sudah ada hubungan. Karena kamu sedang hamil besar, Abyan sedang istirahat di rumahku. Seperti nya bosan melihat istrinya yang berpakaian besar dengan perut yang juga besar." Kamera yang di arahkan ke dirinya, lalu pada Abyan yang sedang tertidur. Arumi gemetar saat memegang ponselnya, sambil air matanya yang sudah mengalir. Arumi terduduk di lantai luar kamarnya, karena ia sudah keluar.


Bunda faza melihat anaknya terduduk di lantai sambil menangis, dengan ponsel yang juga di lantai. Bunda Faza menghampiri anaknya khawatir takut terjadi apa-apa dan juga calon anaknya yang hanya menunggu beberapa minggu lagi.


"Zy, kenapa kamu nangis dan duduk di lantai?" Tanya bunda Faza. Arumi tetap menangis tanpa menjawab pertanyaan nya. Bunda Faza melihat ponsel yang di lantai, ia segera mengambil dan membuka nya. Bunda Faza syok dengan yang ia lihat di dalam video.


"Argh, perut zy sakit Bun." Ucapnya memegang perut nya. Bunda Faza menyimpan ponsel Arumi di kantong gamisnya.


"Kamu kenapa zy? Padahal kamu belum mau melahirkan, masih beberapa minggu lagi menurut prediksi dokter."


"Sakit Bun." Arumi terus meringis memegang perutnya yang terasa sangat sakit.


"Bibi, Anisa, cepat keluar! Bantu bunda bawa zy ke rumah sakit." Teriak bunda pada Anisa dan bibi art, Anisa keluar dari kamarnya. Begitu juga bibi yang sedang beres-beres rumah langsung keluar mendengar teriakan dari majikannya.

__ADS_1


"Non zy kenapa Bu? Apa sudah mau melahirkan?" Tanya nya melihat Arumi kesakitan


"Tidak tahu, tapi tolong bantu bi."


"Kak zy kenapa Bun?" Tanya Anisa juga khawatir melihat kakak nya merasakan sakit.


"Bantu bunda bawa ke mobil, zy mau melahirkan." Mereka membantu mengangkat Arumi ke mobil, bunda Faza yang akan membawa mengendarai mobil Arumi.


Tiba di rumah sakit, mereka langsung memanggil dokter atau perawat untuk segera di tangani.


"Tapi anak saya kesakitan." Bunda Faza kasihan dengan Arumi, ia menangis melihat anaknya selalu meringis.


"Iya ibu, tapi tolong tunggu di luar!" Perawat itu langsung menutup pintu untuk segera dilakukan pemeriksaan.


Bunda Faza duduk menangis, ia tidak bisa untuk menghubungi suaminya dan juga mertua Arumi. Anisa mengambil ponsel bunda Faza di tangannya dan menghubungi ayahnya lebih dulu, kemudian baru mertua Arumi.

__ADS_1


Ayah Salman terkejut karena kandungan anaknya belum masuk usia sembilan bulan, tapi kenapa harus ke rumah sakit. Mertua Arumi juga begitu dan langsung menghubungi Abyan serta semua anaknya.


"Abyan kenapa tidak di angkat?" Tanya abah, Abyan tidak pernah mengabaikan telepon dari keluarganya, tapi sekarang Abyan malah tidak mengangkat telepon nya.


"Mungkin sedang ngajar bah." Jawab ummi, karena bisa jadi Abyan sedang sibuk dan tidak dapat mengangkat telepon dari Abah.


"Sambil hubungi nanti di jalan bah, kita harus segera berangkat." Ummi sudah khawatir dengan keadaan menantunya yang hamil besar masuk rumah sakit. Sebelum mereka berangkat menyuruh Affan dulu mengurus pondok, karena akan Abah tinggal. Setelah mengabari Affan, Abah dan ummi bergegas pergi ke rumah sakit.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2