
Pernikahan Mira dan dokter Kevin memang di tunda, semua mas nya membantu Mira untuk mengetes apakah Kevin benar-benar baik atau tidak untuk adik angkatnya.
"Mira, mas sudah tahu Kevin itu seperti apa." Ucap Affan.
"Memangnya seperti apa, mas?" Tanya Mira ditemani Laila dan ummi disana.
"Kamu akan menyesal."
"Maksudnya apa fan? Kenapa kamu menakuti adik kamu." Ucap ummi kenapa Affan seperti makin membuat Mira takut untuk melanjutkan pernikahan.
Affan hanya tertawa mendengar ummi Dalilah bertanya.
"Maksud Abi, apa?" Tanya Laila.
"Maksudnya akan menyesal kalau terus menunda, Kevin itu sangat baik dan juga tampan. Iya 'kan mir?" Tanya Affan membuat Mira malu.
"Apa sih mas, kirain apaan." Mereka tersenyum, Affan ada saja mengerjai adik angkatnya.
"Mina, kamu setelah lulus mau kuliah dimana? Mau kuliah di kampus mas Aby ngajar atau di kampus pesantren sini?" Tanya Affan.
"Mina belum tahu, mas. Soalnya Mina pengennya ke luar negeri, sesuai beasiswa yang diberikan dari sekolah." Jawab Mina membuat Mira menoleh.
__ADS_1
"Kenapa gak ada cerita sama kakak? Memangnya kakak akan izinin kamu pergi jauh ke luar negeri sendiri?" Mira tidak akan izinkan adiknya pergi jauh. Mina adalah satu-satunya adiknya yang sudah lama hanya tinggal berdua.
"Mina gak bilang akan kesana, Mina cuma ingin belum tentu akan kesana juga." Jawab Mina.
"Kuliah di sini saja, tidak perlu kemana-mana. Mira ke kamar dulu ummi, mas, mbak." Mira pergi meninggalkan mereka, untuk masuk ke kamarnya.
"Mina cuma bilang ingin, bukan mau lanjut kesana. Kalau tidak dapat izin dari semuanya, Mina juga tidak akan memaksa." Mina sedih saat kakaknya marah dengan nya, padahal ia tidak mungkin pergi tanpa izin.
"Kita ngerti, sekarang kamu pergi ke kamar kakak kamu. Bilang sama dia kalau dia salah paham, kalian juga sudah lama tidak mengobrol." Mina mengangguk saat ummi nya mengatakan bahwa mereka berdua butuh mengobrol.
Mina pamit dan menuju kamar kakaknya, ia mengetuk pintu meminta izin untuk masuk. Mira mengizinkan nya.
"Kak Mira," ucap Mina.
"Apa kakak marah sama Mina? Kalau kakak marah, Mina akan mengadu dengan siapa? Sedangkan kakak kandung Mina cuma kak Mira. Walaupun yang lain sudah Mina anggap keluarga, tapi Mina masih canggung dengan mereka." Mira melirik Mina yang sudah berkaca-kaca.
"Mina tidak akan pergi jika tidak dapat izin dari kakak, ummi juga bilang seperti itu. Walaupun ummi dan abah pengganti orang tua kita, tapi kakak yang berhak untuk Mina." Mira tidak bisa untuk membiarkan Mina menangis sendiri, ia cepat memeluk adiknya, dan juga ikut menangis.
"Kakak minta maaf, bukan maksud kakak tidak mau kamu kuliah di tempat yang kamu inginkan, tapi kakak tidak ingin kita berjauhan. Apalagi sebentar lagi kakak akan menikah, apa kamu mau meninggalkan ummi sendiri disini."
"Mina akan selalu bersama ummi dan abah, Mina akan berkuliah di kampus mas Aby ngajar atau mas Affan di kampus pesantren."
__ADS_1
"Maafkan kakak, tapi karena kamu satu-satunya yang kakak miliki selama ini. Kakak harap kamu tidak akan meninggalkan kakak disini."
"Kak Mira tenang aja, Mina juga sudah punya teman disini."
"Siapa?" Tanya Mira.
"Adiknya dokter Kevin, Kevanya."
"Sejak kapan kamu dekat dengan dia? Kakak aja belum dekat."
"Kak Mira banyak takutnya, padahal keluarga mereka sangat baik. Mina tahu itu bukan karena temenan, tapi karena Mira juga cari tahu bersama mas Najib." Mina tertawa melihat kakak nya bingung.
"Jadi, kamu sama mas Najib dan mas yang lain juga sekongkol?" Minta menjawabnya dengan alis.
"Kamu ya, ternyata sama seperti mas Najib." Mina langsung lari keluar untuk berlindung pada Laila dan ummi Dalilah.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...