Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Cita-cita tinggi


__ADS_3

Pernikahan Akbar dan Khayra sangat besar, pernikahan nya sangat meriah banyak yang datang dari Mesir. Karena keluarga dari ibunya Khayra datang semua ke Indonesia. Sore hari sampai malam hari juga masih banyak tamu, di tambah dengan keluarganya yang masih disana semua. Di pernikahan nya seperti mengundang orang dari arab, karena keluarganya banyak yang datang dari sana.


Abyan dan Arumi pulang jam empat, karena akan langsung melaksanakan shalat ashar. Mereka kembali lagi setelah shalat maghrib, dengan pakaian yang berbeda.


Bunda Faza dan ayah serta Anisa juga datang setelah maghrib, karena ayah Salman datang terlalu sore dari kantor.


"Anisa mau pindah cita-cita Bun," ucap Anisa tiba-tiba, membuat ayah juga menoleh.


"Maksud kamu, cita-cita apa?" Tanya bunda Faza. Ayah hanya mendengarkan dan pura-pura melihat ke lain arah.


"Anisa bercita-cita punya suami orang arab, atau orang luar negeri. Biar kalau nikahan keluarga nya penuh seperti ini, dan yang berkeliaran seperti pernikahan orang luar negeri semua. Paling tidak nikah dengan yang blasteran indo dan luar negeri." Anisa setiap yang ia datangi selalu berubah cita-cita, ia memang suka sekali berkeinginan tinggi.

__ADS_1


"Belajar yang rajin supaya pintar, semua akan suka jika kamu pintar dan sukses. Tapi harus ingat, tetap jaga sikap dan berperilaku baik pada siapapun. Orang tidak akan suka orang yang tidak baik. Walaupun cantik dan sukses, kalau perilaku nya tidak baik, orang tidak akan ada yang suka." Pesan bunda Faza membuat Anisa dan ayah yang diam-diam mendengar tersenyum, Anisa akan selalu mengingat apa yang diucapkan keluarga nya. Karena semua yang di ucapkan mereka, menurut Anisa mendukung dan mendorong dirinya untuk menjadi wanita yang baik. Selama yang di ingatkan baik, dan tidak menyakiti hati siapapun. Anisa akan selalu berbuat apa yang di ajarkan keluarga barunya.


"Tapi, ingat! Untuk sekarang, Anisa pikirkan belajar nya saja. Ayah nanti akan jodohkan dengan laki-laki sesuai yang di harapkan Anisa." Ayah Salman membuka suara dengan mata yang menuju ke arah pengantin.


"Ih ayah nguping ya? Tapi kalau masalah perjodohan, Anisa belum bisa jawab sekarang. Karena Anisa harus lihat dulu orangnya seperti apa."


"Masih kecil sudah pemilih ya, padahal perjalanan kamu masih jauh." Ayah Salman mencubit hidung Anisa.


"Maka dari itu yah, dari kecil seperti ini memang harus selektif dalam memilih pasangan." Jawabnya membuat bunda Faza tersenyum, karena sudah pintar dalam memilih ataupun menjawab ucapan ayahnya dengan cerdas.


"Ayah jangan menuduh bunda dan kak zy, karena pemikiran orang berbeda-beda. Ini adalah pemikiran Anisa sendiri. Kalau bunda dan kak zy hanya selalu mengajarkan Anisa harus tetap baik pada siapapun." Jawab Anisa tidak mau jika bunda dan kakaknya di tuduh mengajarkan tidak benar, karena ucapan yang ia ucapkan pada ayahnya adalah dari pemikiran nya sendiri.

__ADS_1


"Ini baru anak ayah, sudah tertanam ternyata yang ayah ajarkan." Ayah Salman mengacungkan dua jempol nya pada Anisa.


"Seperti ini aja di bilang ajaran ayah, kalau tentang pasangan di bilang ajaran bunda dan zy. Ayah curang."


"Semua yang kalian ajarkan selalu baik, kalau ada perkataan atau ucapan yang tinggi itu memang ucapan Anisa yang bercita-cita dan bermimpi sangat tinggi."


"Itu bagus. Tidak ada yang melarang untuk kita bercita-cita tinggi. Tapi selalu selingi dengan do'a. Karena kita tidak boleh sombong tanpa meminta pada Allah." Anisa dan bunda ikut mengangguk dengan ucapan ayah Salman.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2