Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Zahra melahirkan


__ADS_3

Malam ini Zahra merasa perutnya mules tiba-tiba dan berhenti, namun masih bisa ia bawa beraktivitas, tapi terasa semakin sakit.


"Minum susunya, kamu lupa belum minum hari ini." Ucap Yusuf tiba-tiba memberi susu itu di hadapan Zahra, Yusuf masih memperhatikan kandungan istrinya.


Yusuf akan pergi, namun Zahra menahan tangan suaminya.


"Suf, bawa aku ke rumah sakit. Seperti nya saat nya melahirkan, perutku sudah terasa sakit." Yusuf sudah ingin menghempaskan tangannya, namun mendengar ucapan Zahra langsung menatap ke arah Zahra yang merasa kesakitan.


"Ra kamu beneran mau lahiran? Terus aku gimana Ra? A-ayo aku bantu keluar. Tapi baju kamu di kamar, aku ambil dulu." Yusuf bingung sendiri sambil membantu Zahra, namun juga akan mengambil barang yang sudah disiapkan istrinya di kamar.


"Minta tolong sama bunda suf, aku sudah gak kuat jalan nya." Dengan cepat Yusuf menggendong istrinya ke mobil, rasa sakit yang baru saja dirasakan menghilang begitu saja. Bukan karena tidak lagi sakit, namun ia terkejut saat Yusuf tiba-tiba menggendong nya. Padahal selama dirinya hamil tidak sekalipun peduli dengan Zahra, hanya anak yang ada di dalam kandungan nya yang di ingat.


"Kamu diam saja, aku bawa kamu ke mobil dulu, setelah itu aku beritahu bunda." Zahra mengangguk di dalam gendongan Yusuf, ia meneteskan air matanya. Tidak pernah ia bayangkan Yusuf menjadi suaminya, walaupun itu juga bukan keinginan dari Yusuf. Kebahagiaan yang tidak pernah hadir selama menikah, ia rasakan saat dirinya sedang mengandung.


"Kamu tahan Ra, pasti sakit ya?" Yusuf mempercepat langkahnya menuju mobil.


"Kamu disini dulu, aku panggil bunda dan bawa barang-barang anak kita." Membuat Zahra semakin meneteskan air mata itu deras tanpa suara.


"Anak kita?" Batin Zahra.


"Sebentar, aku akan segera kembali." Yusuf mengelus kepala Zahra dan berlari sambil memanggil bunda nya.


...******...


Di perjalanan menuju rumah sakit, bunda menemani Zahra di kursi belakang. Zahra kembali merasa sakit, namun ia senang Yusuf masih mengkhawatirkan dan menganggap anaknya.


"Bunda," ucap Zahra.


"Iya nak."


Yusuf hanya mendengar ucapan Zahra dari depan.


"Kalau dokter mengatakan dan memberi dua pilihan, antara Zahra dan anak ini. Tolong pilih selamatkan anak Zahra, Bun." Ucap Zahra tersenyum walaupun sakit saat mengatakan itu.

__ADS_1


"Astaghfirullah nak, apa yang kamu katakan." Bunda terkejut Zahra berkata seperti itu.


"Istighfar Ra, kamu jangan sembarangan bicara. Kalau kamu tidak ada, siapa yang mau rawat anak kita?" Yusuf menahan amarahnya saat Zahra berkata seperti itu.


"Kamu dan bunda yang akan merawat anak kita, bukannya kamu memang ingin aku pergi dari kehidupan kamu?" Sesak di dada Zahra saat mengatakan itu, begitu juga Yusuf yang merasa bersalah selalu menyalahkan Zahra. Padahal semua itu juga kesalahan nya yang menyuruh orang lain melamar kan.


Mobil nya sudah sampai di parkiran rumah sakit, Yusuf langsung menggendong istrinya dan meminta bantuan kepada pihak rumah sakit.


"Ra kamu bertahan, kamu bisa melahirkan anak kita dengan selamat." Yusuf menyemangati istrinya sampai masuk ke ruang bersalin.


"Ibu tunggu diluar, dan untuk suaminya silahkan ikut masuk kedalam sambil menunggu kami memeriksa."


"Kamu temani istri kamu, bunda akan tunggu disini." Yusuf mengangguk dan langsung masuk menyusul istrinya.


Zahra hanya menahan rasa sakit, ia terus istighfar.


"Kamu kuat Ra, kamu harus bertahan sampai anak kita lahir." Yusuf menggenggam tangan Zahra erat memberi semangat, Zahra menatap suaminya itu tersenyum sambil menangis.


"Tolong jaga anak kita suf, jangan pernah membenci nya. Walaupun kamu tidak menyukai ku, aku mohon jangan pernah menyakiti hati anak kita." Zahra memohon pada Yusuf, ia terus memohon agar ketika pergi, yang ia tinggalkan sudah bahagia.


"Kita akan rawat anak kita sama-sama, kamu jangan bicara seperti itu Ra." Zahra hanya tersenyum mendengar ucapan Yusuf yang selalu menyebut anak kita.


"Pembukaan sudah sempurna, ibu tarik nafas dulu dan keluarkan. Jangan mengejan sebelum saya suruh." Zahra mengangguk, Yusuf menggenggam erat tangan Zahra.


"Ayo ibu, mulai mengejan perlahan. Jangan terburu-buru."


Yusuf mengelap keringat Zahra di wajahnya, ia terus menyemangati sambil menangis. Ia ikut merasakan sakit nya berjuang melahirkan anaknya.


"Suf, aku gak kuat lagi. Aku gak bisa."


"Ayo ibu sekali lagi, sudah terlihat kepalanya. Bayi nya ingin segera bertemu orang tuanya."


"Ayo sayang, anak kita ingin melihat kita." Zahra meneteskan air matanya lagi dan mengangguk, ia kembali mengejan.

__ADS_1


Oeeekkk oeekkk...


"Alhamdulillah anak nya sudah lahir dengan selamat, anak nya cewek." Mereka langsung membawa anaknya untuk di bersihkan.


"Anak kita sudah lahir Ra." Yusuf bahagia saat anaknya lahir.


"Yusuf." Jawabnya lirih dan memejamkan matanya perlahan.


"Ra, kamu kenapa Ra? Dok tolong istri saya." Dokter dan perawat langsung memeriksa Zahra, dan menyuruh Yusuf keluar.


"Tolong tunggu diluar pak, kami akan memeriksa keadaan istri anda. Ini harus segera di tangani, istri anda mengalami pendarahan."


"Saya suaminya, dan saya akan tetap disini."


"Tolong keluar pak, demi keselamatan istri anda." Akhirnya Yusuf keluar, ia menangis mendekati bunda nya. Sudah ada mama Zahra, Widya dan Najib juga Abyan, mereka datang tanpa Arumi yang punya bayi kecil.


"Zahra Bun, Zahra," ucapnya memeluk bunda nya.


"Zahra kenapa nak, kenapa tidak keluar dan malah mengusir kamu dari dalam."


"Zahra pendarahan Bun, dia mau tinggalin Yusuf." Jawabnya menangis.


"Kalau sudah seperti ini kamu baru sadar kalau punya istri, dari dulu kemana suf? Zahra tidak jahat menjebak kamu menikah dengan dia, kamu sendiri yang membuat kesalahan. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Zahra, habis kamu. Aku dan Arumi tidak akan memaafkan kamu sampai kapanpun, karena sudah membuat sahabat kita menderita."


"Jaga emosi kamu, kamu sedang hamil Wid, kasihan anak kita." Najib menenangkan istrinya, karena emosi Widya meluap-luap apalagi tentang Yusuf.


Suasana tegang, mama Zahra terduduk di kursi mendengar ucapan menantunya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2