Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Mira belum siap menikah


__ADS_3

Mira dan Mina bukan hanya mendapat keluarga baru yang baik, namun ia juga mendapat pengalaman dan juga belajar di pondok pesantren.


"Nanti papa nya dokter Kevin mengundang kita untuk ke rumah nya, untuk membicarakan tentang pernikahan kalian." Mira sampai keselek nasi goreng mendengar ucapan Abah.


"Kenapa secepat itu bah, Mira belum siap kalau secepat itu. Bukannya tunangan dulu?" Tanya Mira terkejut.


"Abah yang tidak mau, Abah ingin kalian langsung menikah. Kalau keluarga Kevin terserah dengan kita, tapi itu yang terbaik untuk kamu dan Kevin menurut Abah. Kalian kerja di tempat yang sama, bukannya lebih bagus sekalian menikah." Mira hanya mengangguk karena yang di ucapkan abah itu benar adanya.


"Ummi setuju dengan Abah, nak. Karena niat baik tidak perlu ditunda lama." Mina hanya tersenyum, dari sejak pindah Mina lebih banyak diamnya.


"Kamu kenapa diam aja, kenapa gak ada ngomong apa-apa?" Tanya Mira yang melihat Mina tidak seperti dulu saat di rumah sendiri.


"Mina banyak belajar disini, dan Mina sadar. Sekarang akan mengurangi banyak bicara seperti dulu, makanya Mina lebih banyak diam."


"Tapi gak gitu juga dong, kakak juga mau kamu memberi solusi juga seperti biasanya."

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak seperti biasanya saja, Mina? Apa kamu merasa tidak nyaman di sini?" Tanya ummi pada Mina, karena memang dari pertama datang ke ndalem dan tinggal bersama, Mina sudah pendiam seperti itu.


"Mina sangat nyaman ummi, Mina hanya tidak perlu lagi memberi solusi pada kak Mira. Karena semua yang sudah di berikan oleh ummi dan abah juga keluarga disini semua, sudah cukup untuk menggantikan solusi dari Mina. Mina sangat bahagia jika kak Mira akan menikah dengan dokter Kevin, karena selama ini kak Mira hanya mengurus keperluan Mina, tanpa peduli dengan dirinya sendiri." Mira tersenyum namun menangis sedih, adik yang ia besarkan sendiri sebagai pengganti ibu dan bapak. Sekarang sudah besar dan bisa memikirkan Mira.


"Maaf, mungkin akhir-akhir ini kakak tidak peduli padamu."


Mina mengelap air mata kakaknya.


"Apa yang kak Mira katakan, Mina sudah ada Abah dan ummi, dan Mina sudah besar untuk mengurus diri sendiri. Tidak perlu khawatirkan Mina, jika kak Mira pergi bersama dokter Kevin, tentu Mina tetap akan tinggal dengan ummi dan abah. Mina merasa tenang berada di pesantren, bisa belajar banyak hal disini."


"Maksud kamu kakak dibawa dokter Kevin dan kamu tidak akan mencegahnya? Apa kamu tidak akan merasa sedih?"


"Kamu tenang aja nak, Mina akan bersama Abah dan ummi."


"Kenapa ummi berkata seperti itu, padahal Mira belum menikah dengan dokter Kevin."

__ADS_1


"Tapi sebentar lagi kamu akan menikah dan akan dibawa ke rumahnya." Mira mengerucutkan bibirnya, padahal ia belum begitu siap untuk menikah minggu-minggu ini.


"Kalau nanti di tanya, kapan waktu yang pas. Boleh tidak jika Abah sedikit menunda waktu sampai dua atau tiga bulan kedepan." Mira menatap abah, sementara Abah melirik istrinya.


"Kenapa harus di tunda? Keluarga dokter Kevin sudah akan mengadakan pertemuan dengan keluarga kita di rumahnya." Mira bingung alasan apa yang akan ia jawab.


"Jangan bilang karena kamu belum siap? Kesiapan itu pasti ada setelah kamu benar-benar menerima. Kalau misalnya kamu terus menunda dan menjauhkan hari pernikahan, ummi yakin kamu akan menyesal di kemudian hari." Ummi tahu apa yang di pikirkan Mira, ia mencoba mengerti apa yang di rasakan anaknya.


"Apa Mira akan menyesal? Terus Mira harus gimana? Apa dokter Kevin akan pergi, jika Mira menunda nya?" Abah tertawa, anak angkat nya itu sangat lucu berkata seperti itu.


"Tentu saja tidak akan pergi, kalau dokter Kevin benar-benar menyukainya kamu. Tapi jika tidak, maka kamu akan di tinggalkan." Mereka mengangguk, ucapan Abah memang benar. Tapi dilihat dari kesungguhan dokter Kevin bersama keluarganya, mereka yakin bahwa dokter Kevin akan menunggu jika Mira meminta nya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2