
"Saya menerima lamaran dokter Kevin untuk Mira putri angkat saya."
"Alhamdulillah." Jawab semua orang.
Mira mengode dengan alisnya, ia pikir akan memberi waktu untuk dirinya berpikir dan abah mengerti. Namun Abah salah mengartikan, langsung menerima lamaran dari dokter Kevin. Ummi dan abah tidak mengerti kode dari Mira, mereka hanya tersenyum karena keluarga dari dokter Kevin juga terlihat bahagia anaknya akan segera menikah.
Setelah mendengar ucapan Abah yang mewakili Mira menerima lamaran dokter Kevin, keluarga dokter Kevin berpamitan pulang.
"Maksud kamu apa mir? Abah tidak mengerti dengan kode alis kamu." Abah penasaran dengan kode yang di berikan Mira.
"Maksud Mira beri waktu buat berpikir satu atau dua hari, biar terlihat kalau Mira harus berpikir dulu untuk menerima. Mira juga malu kalau adiknya dokter Kevin dikira istri pertama nya." Mereka semua malah tertawa.
"Kamu terlihat seperti malu-malu ternyata bukan karena ingin menerima sekarang, tapi karena malu mengira adik dokter Kevin itu istri pertama nya." Farid ikut menimpali.
"Iya dok, Mira kira Abah ngerti. Tapi sudah terjawab, jadi Mira tidak perlu lagi menjawab pertanyaan dokter Kevin tentang lamaran nya."
"Ini mah kurang briefing, coba dari awal cerita apa yang harus di jawab." Ucap Najib.
"Kalau Mira tahu mah gampang mas, paling kabur. Mira gak tahu kalau akan ada tamu, soalnya ummi bilang akan makan-makan bersama keluarga." Mira memang tidak diberitahu oleh ummi dan abah, karena untuk di jadikan sebagai kejutan.
"Malah mau kabur, bukannya kamu memang menunggu kedatangan dokter Kevin?" Ucap Arumi.
"Mira tidak menunggu nya dok, hanya butuh keseriusan."
"Owalah, ternyata Mira sudah menunggu kedatangan dokter Kevin?" Tanya nya dan Arumi mengangguk.
__ADS_1
Najib langsung tertawa bisa menggoda adik angkatnya.
"Ummi," rengeknya. Mina tersenyum melihat kakaknya yang selalu menjadi wanita dewasa untuk dirinya, sekarang terlihat manja saat dekat dengan ummi.
"Sekarang ada gantinya Al, jadi kamu mau ganggu Mira."
"Tentu. Sebelum Mira dan Mina menikah, dengan senang hati Najib akan menggangu mereka."
"Sekarang Al aman, ada baba nya Faeya. Mana berani mas Najib gangguin Al." Ucap Almira menatap suaminya yang sedang menggendong bayi mungil Faeya.
"Kata siapa? Baba sama mas Najib sudah berteman baik juga, jadi baba izinkan mas Najib mengganggu kamu." Almira langsung menatap suaminya terkejut, bisa juga mereka seperti itu.
"Najib itu hanya tidak akan berani menganggu Laila dan Arumi." Ucap abah melihat kedua anak lelakinya, dan juga menantu nya.
"Kamu kira mas sama Aby hantu? Masa cuma lihat aja udah merinding." Tanya Affan dengan wajah serius.
"Nah gitu, mas dengan wajah seperti itu saja sudah membuat Najib takut."
"Tidak ada berubah nya anak ini, sebenarnya Al sama Najib ini seperti kembar." Almira langsung menatap bingung kakaknya.
"Kenapa jadi kembar mas? Mas Najib itu iseng orang nya, kalau Al sangat pendiam." Semua kakaknya tertawa termasuk Abyan.
"Sudah terjawab ya, kamu se pendiam itu. Makanya ketiga kakak kamu tertawa saat kamu bilang pendiam." Ummi dan abah tersenyum sambil menggandeng tangan Mira dan Mina.
"Baba tahu sendiri kalau Al orang nya pendiam, makanya Faeya anteng." Farid menahan tawanya.
__ADS_1
"Jangan di tahan rid, keluarkan aja kalau mau ketawa. Istri kamu tidak akan marah, paling juga ngambek. Al pendiam banget soalnya." Najib kembali iseng dengan Almira.
"Ummi, mas Najib tuh." Karena suami sendiri tidak membantu nya, Almira kembali meminta bantuan ummi Dalilah.
"Mas, sudahlah. Kamu tahu sendiri Al sudah punya anak kecil, tapi dia juga masih anak kecil." Ucap ummi menyuruh Najib untuk menyudahi menggoda Almira, tapi dirinya yang kembali membuat Almira mengerucutkan bibirnya.
"Mas Affan, mas Aby." Affan langsung menatap tajam Najib, tatapan yang sama dengan Abah. Najib tidak berani dengan Affan.
"Backingan nya ngeri semua, pipi sama Fatih aja lah. Soalnya kalau iseng sama istri mereka juga pasti makin mengerikan." Najib menggoda anaknya, ia sudah tidak bisa jika yang membantu Affan.
"Mas Najib itu juga gak berani sama mbak Widya." Najib langsung menatap istrinya yang menatapnya malas, karena tak hentinya menggoda adiknya.
"Beda cerita Al, yang ini lebih mengerikan." Jawabnya dengan menatap ke arah lain.
"Mengerikan? Fatih tidur di kamar Mimi, pipi di luar." Bisik Widya. Najib menelan ludahnya susah.
Kali ini Najib yang jadi bahan tertawa mereka, karena terlihat gelisah saat Widya berbisik. Mira dan Mina bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga mereka.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1