
"Begitu ceritanya Pi, apa menurut kamu kemungkinan bisa saja Gus Aby di ambil Naila?" Karena menurut Widya, Naila akan sama seperti mamanya. Merebut milik orang lain dan mengambil semua kebahagiaan.
"Astaghfirullah mi, Aby sudah pernah di jebak oleh Naila, tentu saja Aby akan menghindar dari Naila ketika di kampus. Tapi yang aku dengar dari Akbar, Naila mengundurkan diri dari kampus. Apa dia merasa malu, atau ada sesuatu rencana yang sudah ia siapkan?" Najib mendengar cerita dari Akbar, saat ini Abyan belum bercerita apapun padanya.
"Ternyata Zahra tidak sejahat yang aku kira Pi, aku salah menilai dia karena menikah dengan Yusuf dan menyakiti Arumi. Tapi dari Zahra kecil sampai sekarang punya suami, dia tidak pernah dicintai."
"Maksud kamu?"
"Yusuf tidak mencintai Zahra, untuk saat ini Yusuf baik dengan Zahra mungkin karena kehamilan nya yang mengandung anaknya. Tapi tetap saja Zahra tidak tenang dengan perlakuan itu, apalagi Zahra mengandung bukan karena Yusuf sudah mencintai nya, tapi karena Zahra menjebak dengan memberikan obat perangsang." Widya bercerita pada Najib tentang sahabat nya, Najib juga sosok suami yang senang istrinya bercerita.
"Kamu doakan aja yang terbaik untuk sahabat kamu, semoga suaminya menerima dia dan juga anak yang dikandung." Widya mengangguk membuat Najib tersenyum.
"Bagaimana dengan kandungan kamu, apa sudah ada gerakan dari anak kita?" Tanya Najib mengelus perutnya.
__ADS_1
"Gerakan? Oh karena ini masih trimester pertama, mungkin masih istirahat di tempat Pi." Widya tersenyum memegang tangan Najib.
Najib tertawa mendengar ucapan istrinya, mungkin dirinya salah menempatkan kata yang pas untuk Widya yang harus detail.
"Apa sudah boleh periksa lagi? Bagaimana jika terjadi apa-apa dengan kandungan kamu." Najib khawatir jika belum ada pergerakan di dalam perut Widya.
"Kamu tenang aja Pi, kita akan periksa nanti kalau sudah memasuki trimester kedua. Semuanya aman insyaa Allah, kamu harus doakan yang terbaik untuk aku dan anak kita."
"Hanya permohonan aja dirahasiakan Pi, tinggal bilang seperti biasanya."
"Aku tahu itu, tapi dari semua nya karena kamu kepo banget orangnya. Mau tahu banget ya?" Najib menertawakan Widya yang begitu ingin tahu permintaan nya.
"Yaelah Pi, yang terpenting adalah baik untuk keluarga kita. Kamu jangan sampai macam-macam di belakang aku." Widya tidak ingin terjadi pada dirinya dari kejadian yang menimpa sahabat nya. Memang bukan selingkuh, namun marak dimana-mana ada pelakor menjebak.
__ADS_1
"Macam-macam nya sama kamu aja, ngapain sama yang lain. Dedek janin harus baik-baik di dalam sana ya, baik-baik sayang." Mencium perut yang sudah tidak begitu datar.
"Hanya satu pintaku disiang dan malammu, baik-baik sayang ada aku untuk mu." Lanjutnya menyanyikan lagu dari wali band, baik-baik sayang. Widya tersenyum, ia tahu saat dirinya tertidur dan tidak sengaja terbangun saat Najib mengelus perutnya mendoakan sambil berbicara pada janin yang ada di dalam perutnya. Saat itu Widya hanya pura-pura tidur dan mendengar semua yang diucapkan Najib untuk dirinya dan anak mereka yang masih di dalam perutnya.
Najib seperti Affan dan juga Abyan yang berperilaku baik juga romantis terhadap istrinya, namun Najib hanya blak-blakan di luar tapi malu mengatakan langsung. Najib dengan diam-diam menyatakan nya, karena Widya orang yang lebih ceria dari Arumi.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1