Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Kecelakaan pesawat


__ADS_3

Dari sesudah shalat tahajud, Arumi tidak tidur kembali. Ia menelepon abyan yang juga baru selesai shalat. Lalu setelah panggilan berakhir ia menyiapkan segala sesuatu kejutan yang akan di perlihatkan pada Abyan setelah suaminya itu tiba di rumah. Ayah Salman juga sudah mengundang keluarga Abyan di pondok, agar bisa ke rumahnya pagi-pagi.


Mereka bertanya ada acara apa? Namun ayah juga belum tahu, apa yang sudah di siapkan oleh anaknya.


"Mas Aby pasti udah mau berangkat, aku telepon nanti dulu aja setelah mandi dan persiapkan semuanya." Arumi sangat antusias sendiri di kamarnya, ia menyiapkan kotak kecil dan menyiapkan kejutan itu di dalamnya.


"Zy, bunda masuk ya?" Bunda masuk untuk melihat anaknya sedang apa di dalam kamarnya.


"Kenapa bun?" Arumi menoleh sambil mengeringkan rambutnya, ia baru saja selesai mandi.


"Kamu baru siap zy? Keluarga Abyan sudah ada di bawah."


"Sebentar lagi bun, nanti zy turun setelah telepon mas Aby."


"Jangan terlalu lama, mereka ingin tahu kejutan apa yang akan kamu berikan."


"Siap bunda sayang, zy sudah selesai. Tapi sebelum turun zy telepon mas Aby dulu."


"Baiklah, bunda keluar dulu." Bunda Faza keluar dari kamar Arumi, dan Arumi mencoba menghubungi Abyan dengan senyum nya yang terus terbit di wajahnya.


Namun ponsel Abyan tidak dapatĀ  di hubungi. "Mungkin mas Aby sudah berangkat, sebaiknya aku turun."


Arumi turun membawa ponsel dan kotak kecil itu di kantong gamisnya.


"Assalamu'alaikum," ucap Arumi setelah sampai di ruang tamu.


"Wa'alaikum salam," jawab mereka. Arumi mencium punggung tangan abah dan ummi, lalu duduk di dekat Almira. Ada Affan, Laila dan juga Afila anaknya.

__ADS_1


"Makin berseri aja wajahnya mbak."


"Ah biasa aja al."


"Jam berapa suami kamu akan datang nak?" Tanya ummi.


"Arumi juga tidak tahu ummi, ponsel nya juga tidak bisa di hubungi. Mungkin sedang di perjalanan."


"Sebenarnya ada apa nak?" Tanya abah


"Nanti aja bah, setelah mas Aby datang." Mereka semua mengangguk.


Sambil menunggu kedatangan Abyan, mereka mengobrol. Wanita di tempat makan mengobrol sambil menyicipi makanan, sedangkan para pria masih di ruang tamu sambil menyalakan televisi.


"Breaking news terkini, berita kecelakaan pesawat Airair x L-1485 terkini di perkirakan perjalanan dari kota S menuju kota J terbakar di udara saat akan mendarat. Seluruh penumpang berjumlah 133. Di perkirakan tidak ada penumpang yang selamat. Sekian breaking news terkini selamat melanjutkan aktivitas anda, Saya Andi sugarda pamit undur diri sampai jumpa." Ayah dan abah yang mendengar itu saling menatap, begitu juga dengan Affan.


Ayah mengganti chanel tv lain untuk mengetahui apa semuanya tentang pesawat.


"Zy, apa nama pesawat yang di tumpangi Abyan?" Tanya ayah


"Airair x L-1485, kenapa ayah?"


"Kamu lihat berita itu, apa benar itu pesawat yang di tumpangi Abyan?" Arumi dan yang lain melihat berita yang sedang di putar di tv.


"Mas Aby, gak mungkin ayah itu bukan mas Aby." Arumi langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Abyan, namun tetap tidak bisa di hubungi.


"Bisa di hubungi?" Arumi menggeleng.

__ADS_1


"Mas mau coba hubungi ponsel Najib," ucap Affan.


Affan juga menggeleng kan kepalanya, bahwa Najib juga tidak bisa di hubungi.


Arumi terduduk, air matanya jatuh dengan sendirinya. "Mas Aby, kenapa tinggalin Arumi, mas."


"Sayang, istighfar."


Arumi mengambil kotak kecil itu dari saku gamisnya. "Ini kejutan yang akan Arumi berikan untuk mas Aby." Almira langsung mengambilnya, ia membuka dan ternyata isinya adalah testpack.


"Kamu hamil nak?" Tanya ummi Dalilah. Arumi hanya mengangguk dengan tangisnya di dalam pelukan bunda Faza.


"Alhamdulillah." Semua orang mengucap syukur, namun bersedih saat mengingat berita kecelakaan pesawat yang terbakar.


"Mas Aby, bunda." Arumi menangis di pelukan bundanya.


"Sabar nak, kita berdo'a saja semoga suami kamu selamat." Almira juga bersedih memeluk ummi nya.


"Mas Aby," lirih Arumi.


"Zy,"


"Ayah, zy pingsan."


"Ayo bawa ke kamarnya bun." Ayah menggendong Arumi menaiki tangga diikuti oleh bunda dan juga keluarga Abyan. Arumi tidak kuat mendengar berita tersebut, hingga akhirnya tidak sadarkan diri.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.

__ADS_1


__ADS_2