Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Malu


__ADS_3

Tengah malam Aby baru selesai dengan pekerjaannya, ia melanjutkan di rumah Arumi.


Arumi yang tengah tidur di ranjang meracau tak jelas.


Aby mendekati Arumi, mengusap peluh yang ada di dahi nya, Aby mengernyit saat mengecek suhu tubuh Arumi yang sangat panas.


"Arumi," panggil Abyan.


"Arumi kamu baik-baik saja kan?" Arumi hanya bergumam tak jelas, membuat Abyan menangkup wajah Arumi, memastikan kalau istrinya baik-baik saja.


"Mas," lirihnya.


"Mas disini, Arumi buka mata kamu." Arumi membuka matanya, menatap sayu ke arah Abyan.


"Mas dingin." Tubuh Arumi mulai menggigil membuat Abyan semakin khawatir.


"Kita ke rumah sakit ya? mas panggil ayah dan bunda."


"Dingin," lirihnya menggeleng. Arumi tidak mau ke rumah sakit.


Tubuhnya begitu panas dan menggigil kedinginan.


Abyan membuka bajunya dan merapatkan dirinya memeluk Arumi.


"Kamu ganti baju dulu ya? baju kamu basah, nanti malah tambah masuk angin." dijawab gelengan oleh Arumi, ia semakin merapatkan tubuhnya pada Abyan.

__ADS_1


"Maaf Arumi, mas buka kerudung kamu dulu ya," tidak ada penolakan dari Arumi. Aby juga akan membuka baju yang di kenakan Arumi, agar skin to skin yang akan menghantarkan rasa hangat jika kulit bertemu kulit bersentuhan.


Namun ia takut, besok Arumi malah memarahi nya, dan mengira Abyan mengambil kesempatan.


Aby mencari remot AC dan mematikan nya, ia berharap agar panas Arumi cepat turun dan tidak menggigil.


Abyan mengusap pipi Arumi yang terhalang rambut, ia menatap wajah arumi yang terlelap, bersandar di dada bidangnya.


Abyan mengecup pucuk kepala Arumi cukup lama, dan mengusap bahu Arumi yang terasa panas.


"Maafin mas Arumi."


...******...


Suhu tubuh Arumi menurun, bahkan sudah kembali normal. Abyan melihat banyaknya peluh di dahi Arumi, mungkin karena AC yang ia matikan.


Abyan mengelap keringat di dahi Arumi, dan menatap pahatan wajah yang terlihat sangat cantik. Alis tebal, hidung mancung, bibir ranum, dan pipi yang sangat lembut.


Tiba-tiba Arumi menggeliat, ia melepaskan pelukannya pada Abyan dan mulai mengerjapkan mata, membuat Abyan mengalihkan pandangan nya.


"Mas Aby," lirih Arumi membuat Abyan kembali melirik, Arumi tersenyum menatap nya.


"Kok panas? AC nya mati ya?" ia terbelalak, saat dirinya mengelus rambutnya tanpa ada penghalang kerudung.


"Arumi maaf, semalam kamu-

__ADS_1


"Apa yang mas lakukan?" ia tidak berani menatap Abyan.


"Kenapa mas melakukan nya, tanpa sepengetahuan Arumi," lirihnya dengan suara sedih.


Air di pelupuk matanya yang terkumpul, sudah siap terjun dengan sekali kejap saja.


"Arumi kamu salah paham."


"Salah paham apa maksud mas?" Abyan mengerang frustasi, melihat Arumi yang terisak seperti seseorang yang di tiduri secara paksa.


"Semalam kamu demam, ngigau, dan kedinginan. Mas hanya membuka kerudung kamu untuk membantu mengelap peluh yang mengalir deras. Coba kamu ingat lagi!"


Arumi menghentikan isakannya, dan mengingat apa yang terjadi semalam. Arumi juga tidak merasakan Aby melakukan itu pada dirinya, Arumi teringat jika semalam dirinya merasa menggigil kedinginan.


Detik berikutnya, Arumi kembali menangis. Kali ini semakin keras dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, bahkan wajahnya.


"Hey, Arumi. Kamu kenapa?" tanya Abyan kembali khawatir.


"Arumi maluuuu mas" pekik Arumi membuat Abyan terkekeh dengan tingkah istrinya itu.


Othor juga malu mi, apalagi kamu yang berhadapan langsung sama Aby.


Selalu dukung othor bebu sayang


Annyeong love.

__ADS_1


__ADS_2