Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Malam yang tertunda


__ADS_3

"Mas Aby, kamu besok mau ke kampus?" tanya Arumi saat dirinya baru selesai meletakkan mukenah nya.


"Mas ada kerjaan sama Najib, kenapa sayang?"


"Tidak ada, Arumi hanya bertanya saja."


"Kenapa bertanya? kamu mau ikut mas kerja?" tanya Abyan mengusap kepala Arumi.


"Nanti, Arumi hanya mengacau mas disana."


"Bagaimana mungkin mengacau? kan hanya memantau mas kerja."


"Bisa jadi Arumi ganggu mas Aby, dengan lempar pakai kertas atau mungkin batu," Arumi terkekeh membayangkan dirinya melempari tubuh Abyan dengan kertas.


"Kekerasan dalam rumah tangga namanya, sayang."


"Kalau hanya dengan kertas, bukan kekerasan mas."


Abyan gemas dengan istrinya itu, ia menggelitik Arumi sampai meminta ampun, baru ia akan berhenti.


"Mas Aby, geli mas. Hahaha," Arumi terus saja tertawa.


"Minta ampun dulu."


"Iya mas, ampun."


Abyan baru berhenti, karena Arumi juga sudah meminta ampun.


Arumi mengerucutkan bibirnya. "Kenapa cemberut gitu?"


"Ini penyiksaan dalam rumah tangga namanya mas."


"Uluulu, bukan nya kamu duluan yang memulai?"


"Arumi hanya membayangkan, tidak melakukan nya." Wajah Arumi yang masih cemberut di tekuk.

__ADS_1


Abyan menarik Arumi ke dalam pelukannya.


"Iya maaf, sayang." Arumi membalas pelukan Abyan sambil menganggukkan kepalanya.


"Sayang," panggil Abyan membuat Arumi mendongakkan kepalanya.


"Kenapa?"


Abyan melepas pelukannya dan kini beralih menatap Arumi.


"Apa kamu pernah belajar, kitab fathul izar?" tanya Abyan yang langsung membuat Arumi menelan ludahnya dengan susah payah.


"Be-belum." Tentu saja itu bohong, bahkan Arumi sudah tamat membacanya.


"Kalau begitu biarkan mas yang ajarkan, sekaligus mempraktekkan."


Arumi yang mengerti dengan yang di maksud Abyan, langsung melototkan matanya menatap Abyan.


"Kenapa ekspresi wajah kamu begitu, sayang. Katanya belum tahu, maka dari itu mau mas beritahu kamu."


Abyan tersenyum, "Mas sudah tahu, kamu pasti berbohong." Batinnya.


"Karena kamu sudah tahu, bagaimana jika kita langsung praktek?" tanya Abyan semakin menahan senyumnya.


"Jika aku menolak, aku akan sangat berdosa." Arumi langsung mengangguk.


"Apa arti anggukan kamu sayang?"


"Arumi mau mempraktekkan nya dengan mas Aby." Arumi dengan penuh keyakinan menatap Abyan.


"Apa kamu yakin sayang, tidak menolaknya?"


"Kenapa Arumi harus menolaknya mas, bukankah menolak ajakan suami akan sangat berdosa?" Abyan tersenyum sambil mengelus kepala Arumi.


Arumi hanya tersenyum dan mengangguk, walaupun di dalam tubuhnya jantung nya berdegup kencang, pikiran nya sudah kemana-mana.

__ADS_1


"Apa mas, boleh melakukannya sekarang?" tanya Abyan menatap lekat wajah cantik istrinya.


Arumi menelan ludah nya sambil mengangguk.


Abyan tersenyum mengecup kening Arumi lembut.


“Allahumma janibnasyaithana wa janibni syathana marazaqna.” Abyan sudah merapalkan do'a itu, Arumi sudah mengerti apa yang akan terjadi setelahnya.


...******...


Abyan mengecup kening istrinya, saat dirinya lebih dulu bangun.


Karena tidak ada pergerakan dari Arumi, Abyan kembali menciumi seluruh wajahnya.


Arumi menggeliat merasa terganggu dengan Abyan.


Arumi mengerjapkan mata nya pelan. "Pagi sayang," sapa Abyan tersenyum lalu di balas senyuman oleh Arumi.


Detik berikutnya Arumi mengingat kejadian semalam, membuat wajahnya memerah.


Arumi merapatkan lagi wajahnya ke dada Abyan, ia malu melihat wajah suaminya.


"Tidak perlu malu sayang, mas ini suami kamu."


Arumi hanya makin memeluk dengan wajahnya mencium dada Abyan.


"Sayang, jangan seperti itu. Kamu akan kembali membangunkan sesuatu yang sedang tidur." Arumi menjauhkan tubuhnya dari dada Abyan, kini matanya menatap wajah Abyan yang sedang tersenyum ke arahnya.


Senyuman Abyan itu kini mengerikan bagi Arumi, seperti singa yang akan menerkam mangsanya.


"Sayang, bolehkah sekali lagi? masih ada waktu sebelum subuh." Sudah terduga, wajah manisnya Abyan kini seperti singa di mata Arumi.


Arumi hanya mengangguk. Lagipula menolak berdosa, mending yang dapat pahala.


FYI : Kitab Fathul izar, panduan bercinta yang berkah menurut islam.

__ADS_1


“Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami,” (HR Bukhari).


__ADS_2