Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Kerumah mertua


__ADS_3

Abyan sudah di perbolehkan pulang, walaupun belum pulih betul dan wajah bonyoknya. Abyan lebih dari biasanya yang terlihat pendiam, kini semakin dingin. Di dalam pikiran nya hanya tertuju pada Arumi dan anaknya yang akan ia temui, sudah berapa hari ini Abyan bersabar untuk tetap di rumah sakit.


"Antar saya ke rumah bunda dan ayah, jib. Saya ingin menemui mereka." Hari ini Najib dan Affan yang menjemput Abyan, namun bukan langsung ingin kembali ke pesantren Abyan malah ingin menemui istrinya.


"Tapi by-


"Saya bilang ke rumah mertua saya! Kamu dengar? Atau harus saya yang nyetir?" Abyan berucap dengan dingin, Najib langsung memutar mobilnya menuju rumah Arumi. Affan dan Najib saling pandang.


...******...


"Kamu ngapain by? Beri waktu dulu buat Arumi, sampai dia berubah pikiran dan benar-benar ingin bertemu dengan kamu."


"Saya tidak peduli dengan itu, kamu belum tahu rasanya di tinggal pergi sama orang yang kita sayangi." Abyan tanpa sadar mengatakan itu pada Najib, yang sudah lebih dulu merasakan di tinggalkan selama-lamanya oleh orang tuanya.


"Abyan!" Affan ingin menegur adiknya, ia hanya bisa memanggil namanya. Melihat Najib juga tersenyum sambil menatap ke atas sesekali.


Abyan baru saja menyadari yang di ucapkan, ia melirik kakaknya.


"Saya minta maaf jib, bukan maksud saya seperti itu." Abyan mendekati saudara angkat nya.


"Tidak apa by, aku ngerti perasaan kamu." Jawab Najib sambil tersenyum, sangat berbeda saat Najib sedang serius.


"Tapi saya mohon, biarkan saya menemui Arumi." Affan dan Najib mengangguk setuju, pikiran Abyan sedang kacau jika terus dilarang bisa saja bunuh diri? Tidak ada yang tahu.


Akhirnya mereka sudah ada di depan pintu, dan memencet bel rumah.


"Mas Aby," ucap Anisa yang membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum Anisa."

__ADS_1


"Wa'alaikum salam. Ayo masuk mas!" Anisa mempersilahkan mereka masuk, namun Abyan dan yang lain masih di luar.


"Kenapa mas?" Tanya Anisa karena mereka tidak melangkahkan kakinya masuk.


"Apa mas boleh masuk?" Tanya nya sambil meneteskan air matanya. Abyan merasa bersalah, namun itu harus segera ia selesaikan.


"Kenapa mas Aby bertanya seperti itu? Apa mas Aby sudah tidak mau masuk lagi ke rumah ini?"


"Bukan seperti itu, mas hanya takut ayah dan bunda marah." Padahal ia takut istrinya tidak menerima nya di dalam rumah itu.


"Apa yang kamu katakan nak? Bunda selalu menerima kamu disini, ayo masuk!" Bunda tiba-tiba keluar mendengar suara orang.


Abyan melirik kedua saudara nya, "terima kasih Bun."


Mereka masuk mengikuti bunda dan Anisa untuk duduk, matanya kesana kemari mencari sesuatu disana.


"Kamu mau bertemu dengan zy dan anak nya? Bunda beritahu zy dulu ya?" Abyan mengangguk. Bunda Faza langsung beranjak menuju kamar Arumi.


"Aby, kamu langsung masuk kamar aja kalau mau ngobrol atau melihat anak kamu dan rindu sama zy." Bunda Faza sudah kembali, ia tidak membencinya karena ayah Salman sudah menasehati nya, bahwa Abyan adalah suami yang baik untuk anaknya.


Abyan langsung masuk setelah izin, ia tidak sabar bertemu dengan istri dan anaknya.


Klekkk


Pertama yang langsung ia lihat adalah Arumi yang sedang memangku anaknya, air mata itu tiba-tiba kembali mengalir. Karena tidak mendengar ucapan istri dan Najib untuk menjauhi Naila.


"Assalamu'alaikum," Abyan mengucapkan salam saat kembali menutup rapat pintu kamarnya.


"Wa'alaikum salam."

__ADS_1


Abyan mendekat kearah dua orang yang sangat ia rindukan, Arumi memakai gamis lengkap dengan kerudung walaupun di dalam kamar. Bolehkah dirinya egois kali ini? Arumi sudah tidak mau bersama orang yang sudah menduakan nya. Walaupun pada awalnya di hatinya mengizinkan jika Abyan menikah lagi. Namun nyatanya perasaan nya sakit melihat video Abyan sedang tertidur dengan pulas di rumah Naila. Hatinya tidak sekuat yang ada di dalam pikiran nya.


"Apa mas boleh menggendong anak kita?" Tanyanya sambil mengelap sisa air mata di pipinya.


Arumi memberikan anaknya itu pada Abyan, walaupun masih sangat baru menjadi orang tua, Abyan sudah bisa memegangnya.


"Apa kabar sayang? Apa kamu merindukan appa? Appa sangat sangat merindukan kamu." Abyan mencium wajah anaknya, Arumi hanya menatap Abyan, ada rasa khawatir melihat wajah bonyok lebam di wajah tampan Abyan yang sudah tidak seperti biasanya.


"Mas mau bicara sama kamu," ucapnya lalu duduk di ranjang tepat di depan Arumi.


"Mas mohon! Percaya sama mas, zaujati. Mas tidak pernah melanggar sesuatu yang juga merugikan mas, di dunia dan akhirat. Kamu tahu, mas sudah merasakan sakitnya saat kamu kembali tanpa izin. Itu lebih sakit dari yang mas rasakan saat batu dan cambukan mengenai tubuh mas, dimana saya masih sebagai suami sah kamu secara hukum dan agama." Mata mereka saling pandang, setelah itu Arumi menatap anaknya.


"Apa kamu sudah memberi nama anak kita?" Tanya Abyan, Arumi me jawab dengan menggelengkan kepalanya, karena Abyan juga berhak menentukan nama yang baik untuk anak mereka.


"Apa kamu menunggu mas? Atau sudah ada nama yang kamu persiapkan?" Tanyanya, ia tidak akan lagi memberikan nama jika sudah di persiapkan oleh Arumi.


"Orang tuanya bukan hanya saya, Gus Aby juga orang tuanya, jadi nama yang akan di berikan juga atas persetujuan kedua orang tua nya." Arumi berubah menyebut dirinya dan juga panggilan untuk Abyan.


"Saya? Gus? Apa-apaan ini? Mas tidak mau kamu berubah seperti ini." Abyan menggelengkan kepalanya tidak suka dengan panggilan Arumi yang memanggil dirinya "Gus" mengingatkan lagi dengan saat mereka baru menikah.


"Lupakan saja Gus, berikan saja nama nya."


"Astaghfirullah, Arumi." Apakah kesalahan nya sangat besar pada istrinya? Sehingga seketika panggilan yang biasa di sebutkan saja langsung berubah.


"Mas minta maaf, tapi untuk kejadian yang sebenarnya mas tahu semuanya. Mas masih sadar saat itu, hanya karena pengaruh obat yang membuat kepala mas pusing. Tolong percaya sama mas!" Anak di pangkuan Abyan tertidur, tidak merasa terganggu dengan percakapan orang tuanya. Arumi kembali menatap Abyan, dengan mata keduanya yang sama-sama berair.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2