Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Masakan bunda


__ADS_3

"Ibu, cantik banget sih! Pasti menurun dari Widya ya?" Ucap Widya yang tentunya ngasal.


Tuk


Ibu memukul lengan Widya pelan dengan centong yang di pegang nya. "Ngasal banget kalau bicara, harusnya kecantikan kamu yang menurun dari ibu."


"Ini namanya kekerasan pada anak"


"Heleh, mau ibu tambah?" Tanya ibu yang kembali bersiap dengan centongnya.


"Berarti secara tidak langsung, ibu memuji kecantikan Widya dong?"


Ibu menurunkan centong yang tadi siap di tangannya. "Namanya, ibu mengatakan ibu yang cantik, kamu hanya tiruannya."


"Ibu kenapa sih untuk mengakui Widya cantik saja banyak memutar kata, padahal sudah jelas Widya yang cantik."


"Jika di banding ibu, tetap ibu yang paling cantik kalau masih seumur kamu. Tapi sekarang kan ibu udah LAKU dan berumur, jadi sudah bukan lagi tandingan kamu yang masih muda, walaupun sampai sekarang kecantikan ini tidak pernah pudar."


"Oh my god. Kenapa harus di perjelas laku dan berumur nya? Itu semua orang juga tahu kali, ibu sudah bersuami dan sudah tua."


"Ralat itu, bukan tua tapi berumur."


"Sama aja ibu Wilasari putri ningsih, namanya sudah tua." Widya setelah mengatakan itu berlari keluar, untuk menghindari centong melayang.


"Kamu yah, Widya...." Teriak ibu ningsih dari dapur.


...******...


"Mas, gak tahu kenapa Arumi pengen banget masakan bunda."


"Memangnya kamu mau makan apa? Biar mas yang masakin."


"Arumi pengennya masakan bunda."

__ADS_1


"Tapi ini sudah malam sayang, kasihan bunda." Karena sudah sekitar jam 08:00pm, Abyan hanya kasihan dengan sang mertua jika di suruh masak malam hari seperti ini.


Air mata Arumi sudah siap meluncur dari pelupuk matanya, membuat Abyan tidak tega dengan istrinya.


"Baiklah, kita kerumah bunda sekarang." Walaupun dengan hembusan nafas pelan, Abyan harus tetap berangkat dari pada membuat istrinya kembali bersedih karenanya.


Kini mereka telah sampai di depan rumah bunda Faza dan ayah Salman.


"Assalamu'alaikum, bunda ayah." Teriak Arumi sambil memencet bel nya kuat.


"Sayang, tidak perlu teriak-teriak nanti mengganggu jiran disini." Namun tetap saja Arumi berteriak karena tidak kunjung di bukakan pintu.


"Wa'alaikum salam,"sahut bunda dan ayah dari dalam.


"Kenapa lama sekali bunda dan ayah membukakan pintu?" Tanya Arumi sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"Maaf bunda, ayah. Aby dan Arumi datang malam-malam begini."


"Ayo zy mau masuk bun."


"Iya ayo masuk." Arumi langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa menunggu yang lain.


"Kamu ngapain zy?" Tanya bunda yang melihat Arumi sedang mencari sesuatu di kulkas.


"Sayang, apa yang kamu cari?" Tanya nya mendekati Arumi.


"Bunda, masakin zy sama mas Aby makan." Ucapnya yang tanpa beban menyuruh bunda nya yang memasak.


"Sayang," ucap Abyan malu dengan mertuanya.


"Kamu belum makan sama suami kamu?"


"Iya, karena zy gak masak. Zy mau bunda yang masakin."

__ADS_1


"Kamu ngidam?"


"Tidak melulu yang di inginkan disebut ngidam bun, zy hanya ingin sekali makan masakan bunda. Makanya belum masak di rumah."


"Astaghfirullah, suami kamu belum di masakin zy?"


"Kalian mau makan apa? Biar bunda masakin."


"Terserah bunda saja," ucap Abyan yang sudah terlanjur malu meminta makan.


"Zy mau makan yang agak pedas, terus pengen ada makanan penutup ya bun."


Bunda hanya mengernyit melirik suaminya. "Baiklah, tuan putri."


"Yes! Zy mau ke kamar dulu, nanti bunda panggil zy kalau udah selesai masakan nya."


"Biar Aby bantu bunda disini," ucap Abyan karena melihat istrinya yang sudah berlari ke atas.


"Kamu duduk aja dengan ayah, bunda bisa melakukannya sendiri." Bunda tersenyum ke arah Abyan yang ingin membantu nya.


"Tapi bun-


"Jangan tidak enak dengan bunda, zy dan kamu itu anak bunda dan ayah."


"Ayo nak, kita duduk saja di depan." Ajak ayah pada Abyan.


Abyan dengan perasaan tak enaknya keluar bersama ayah untuk duduk di ruang tamu, sambil menunggu masakan mertuanya matang.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.


Baca cerita lain othor yang masih on going 'DI JODOHKAN NAMUN TAK BERJODOH'


See you.

__ADS_1


__ADS_2