Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Setia seorang sahabat


__ADS_3

Pagi ini Arumi menyiapkan sarapan di bantu Abyan, ia tidak pernah sendiri sekarang. Suaminya itu mengerti dengan keadaan nya, selalu membantu semua yang di kerjakan Arumi, membuat pekerjaan nya di rumah terasa ringan. Apalagi Abyan banyak melarang Arumi melakukan pekerjaan apapun yang terasa berat.


"Sayang, kamu bersiap saja untuk berangkat kuliah. Mas yang menyelesaikan ini."


"Kita sama-sama saja mas, ini juga hampir selesai." Jawab Arumi. Karena mereka hanya makan berdua tentu saja hanya sedikit yang disiapkan.


"Kamu mau kita bersiap bersama?"


"Iya, kenapa? Bukannya mandi nya sudah tadi, jadi tidak akan lama kan?" Arumi menatap Abyan.


Abyan tersenyum. "Tidak masalah, hanya sudah lama kita tidak bersiap bersama. Kamu memasangkan dasi seperti yang biasa istri pasangkan pada suaminya."


"Mas Aby kan jarang pakai dasi, kan cuma ke proyek. Mas Aby jarang mengenakan pakaian rapi kan? Biasanya cuma kemeja biasa tanpa dasi juga."


Abyan kembali tersenyum. "Benar juga apa yang kamu katakan, malah biasanya mas hanya mengenakan kaos oblong."


"Tuh kan, apa sekarang mau Arumi pasangkan dasi? Biar romantis." Goda Arumi pada suaminya.

__ADS_1


"Cukup cium mas disini, pagi ini." Ucap Abyan menunjuk pipi nya dengan jarinya, agar Arumi menciumnya.


Arumi langsung mencium pipi suaminya itu dengan malu. Sudah biasa, namun tetap saja Arumi merasa malu jika mencium suaminya. Di balas oleh Abyan dengan mencium kening Arumi. Pahala mengalir pada mereka berdua, saat suami mencium kening istri nya adalah pahala. Begitu juga jika istri memberikan segelas air saja, setara dengan puasa satu tahun baginya.


"Yaa zaujatii, uhibbuki wa anti jamilah jiddan..." Ungkap Abyan membuat wajah Arumi memerah lagi.


"Syukran katsiran yaa zaujii." Balas Arumi tersenyum malu karena Abyan terus memandangi wajahnya.


Abyan suka melihat wajah Arumi yang memerah seperti tomat itu, ia suka istrinya malu saat di puji.


...******...


"By, kamu nanti mau jemput ning Arumi, atau biar pulang sama Widya saja?" Tanya Najib pada Abyan.


"Saya sendiri yang menjemput Arumi, kalau nanti tidak telat pulang."


"Biarkan saja istri kamu bersama Widya dulu by, lagi pula sudah lama mereka tidak bersama. Maksud aku juga sekalian aku nebeng, karena aku tadi kesini dari kampus pakai angkutan umum." Ucapnya tertawa pada Abyan.

__ADS_1


"Kebiasaan kamu jib, tapi tak apa jika Arumi sudah ada Widya yang akan membawanya. Kamu nanti hubungi Widya suruh tunggu Arumi, jangan sampai istriku yang sedang hamil itu di tinggal di kampus."


"Tenang aja by, istri ku juga setia kawan. Widya akan menunggu ning Arumi di depan kelasnya. Jadi kamu tenang saja, dengan kesetiaan nya pada sahabat apalagi pada suaminya."


"Terserah kamu saja jib, ada saja kamu ini. Tapi bagus juga kalau dia setia, di takutkan Widya tidak setia dan mencari laki-laki lain, karena tidak tahan dengan sikap kamu."


"Sangat tahan by, kamu tenang saja. Ipar kamu itu akan setia dengan ku." Ucapnya dengan bangga menepuk dadanya.


Abyan hanya menggeleng kan kepala melihat sahabatnya seperti itu.


Note : yaa zaujatii uhibbuki wa anti jamilah jiddan artinya: wahai istriku, aku mencintaimu dan kamu cantik sekali.


Syukran katsiran yaa zaujii : terima kasih banyak suamiku.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2