Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Dokter Kevin


__ADS_3

Zahra masih dirawat di rumah sakit, sedangkan anaknya sudah dibawa pulang kerumah. Yusuf selalu mengajak bunda nya untuk menggendong anaknya, agar dirinya bisa menjenguk istrinya dirumah sakit.


"Ra, kamu gak mau lihat anak kita, Ra? Kamu bangun Ra, aku minta maaf." Zahra belum juga siuman setelah pendarahan kuat sehabis melahirkan, hanya penyesalan yang tersisa, karena mengabaikan sahabat sekaligus istrinya. Yusuf baru merasa saat keadaan seperti ini.


"Aku mohon Ra, anak kita butuh sosok ibu. Kita belajar sama-sama merawat nya." Tiba-tiba air mata Zahra mengalir, ia merespon ucapan Yusuf. Hanya saja belum bisa menggerakkan tangan dan juga membuka matanya.


"Kamu dengar aku, Ra? Ayo bangun! Anak kita nungguin ibu nya sadar. Aku tahu aku salah Ra, aku minta maaf. Kamu juga harus tahu, kalau Widya sahabat kamu dan juga ning Al sudah melahirkan di rumah sakit ini." Yusuf melihat Zahra meneteskan air matanya.


Arumi yang baru akan pulang masih menunggu jemputan dari Abyan, ia bersama Mira di parkiran.


"Kamu pulang aja mir, saya nunggu suami saya jemput sebentar lagi datang." Arumi tidak enak jika Mira menemani dirinya menunggu Abyan.


"Kalau suami kamu sudah datang, saya akan pulang juga. Sekalian nungguin jodoh saya belum keluar." Mira sekalian menunggu dokter Kevin keluar dari rumah sakit.


Ternyata dokter Kevin sudah keluar dari rumah sakit, dan melihat Arumi dan Mira masih di parkiran.


"Kenapa kalian belum pulang?" Tanya nya.


"Saya nemenin dokter Arumi menunggu suaminya jemput dok, kasian kalau nunggu sendiri." Jawab Mira.


"Bener mau jemput sekarang atau telat? Biar bareng saya aja kalau mau, saya antar dokter Arumi dulu, baru setelah itu Mira."


"Saya bareng suami saja dok, karena mau ke rumah sakit dekat pesantren jengukin sahabat saya. Kalau mau tolong antarkan teman saya nih." Dokter Kevin melirik ke arah Mira.


"Kamu apaan? Coba hubungi suami kamu dulu, mungkin dia gak bisa jemput kamu." Mira mau di antar dokter Kevin, tapi tidak berduaan di dalam mobil juga. Karena Mira merasa grogi.


"Sebentar." Arumi mencoba menghubungi Abyan.


"Assalamualaikum," ucap Arumi.


"Wa'alaikum salam."


"Mas jadi jemput umma?"


"Jadi, tapi mobil mas tiba-tiba ban nya bocor. Kamu duluan sama teman kamu, atau tunggu mas aja terserah kamu." Arumi menatap Mira seakan mengajaknya agar mau di antar dokter Kevin.


"Umma bareng dokter Kevin sama dokter Mira, nanti kalau sudah selesai mas Aby nyusul ke rumah sakit ya." Mira tersenyum memegang tangan Arumi.


"Iya, mas akan segera menyusul kesana. Kamu temani Zahra aja, mas juga sudah menghubungi ummi, kalau kamu ke rumah sakit, tapi menemani Zahra." Setelah selesai Arumi memutuskan sambungan telepon nya, ia mengatakan pada Mira dan dokter Kevin kalau dirinya akan ikut mereka pulang.

__ADS_1


Mereka sampai di rumah sakit, namun hanya Arumi yang turun. Sebenarnya Mira ingin masuk melihat anak dari Arumi, tapi tidak enak dengan dokter Kevin.


"Terimakasih sudah mengantarkan saya dok, saya masuk duluan ya. Tolong antar teman saya sampai kerumahnya." Arumi tersenyum, terlihat dari matanya.


"Dokter Farid ada di rumah sakit ini, mungkin saya sekalian menjenguk anaknya yang baru lahir." Dokter Kevin ikut turun, Mira tersenyum bahagia akan bertemu dengan Feer.


"Dok, beneran? Yeay, akhirnya saya bisa bertemu dengan anaknya dokter Arumi." Arumi mengajak mereka masuk ke rumah sakit, untuk menjenguk anaknya Farid. Dokter Kevin tersenyum melihat tingkah Mira yang bahagia akan bertemu dengan anaknya Arumi.


"Assalamualaikum," ucap Arumi masuk lebih dulu.


"Wa'alaikum salam." Jawab mereka menoleh.


Mira tersenyum saat melihat Feer yang di gendong oleh ummi. Arumi dan Mira mendekati Feer.


"Maaf, saya ingin sekali menggendong baby Feer. Tapi karena saya dari rumah sakit, takutnya akan membuat nya tidak nyaman." Mira mendekati ummi Dalilah.


"Ini teman Arumi, dia bahagia sekali saat tahu akan bertemu dengan Feer."


"Saya melihat fotonya, tapi melihat aslinya lebih lucu." Dokter Kevin ikut tersenyum melihat Mira begitu bahagia melihat anak Arumi.


"Saya mertua dari Arumi, panggil saja ummi."


"Arumi kesini juga bareng dokter Kevin, beliau dokter di rumah sakit mas Farid."


"Dokter Kevin," sapa Farid menghampiri dokter Kevin yang hanya tersenyum menatap suster Mira


"Dokter Farid."


"Ada disini bareng suster Mira, dok?" Tanya Farid melirik Mira.


"Bareng Arumi juga mas, soalnya Arumi mau jengukin Zahra. Dia masih belum sadar."


"Aby mana?"


"Mas Aby nyuruh Arumi duluan, karena sedikit lama ban mobil nya bocor."


"Mari duduk dok, disini istri ipar saya juga lahiran. Di jadikan satu ruangan disini." Dokter Kevin mengangguk tersenyum.


"Ummi, Arumi titip Feer ya? Mas Aby bilang tadi kalau Arumi segera jengukin Zahra."

__ADS_1


"Iya nak, kamu langsung kesana aja. Ummi masih kuat hanya menggendong Feer." Ummi Dalilah menggendong Feer, beliau malah senang menjaga cucu nya.


"Mas juga bisa jagain Feer, kamu tenang aja ning." Ucap Najib.


"Memangnya mas Najib sudah bisa gendong bayi?" Arumi meremehkan Najib.


"Wah parah kamu ya, ya belum bisa lah." Semua orang tertawa mendengar jawaban Najib.


"Dia memang suka bercanda, namanya Najib. Dia adalah kakak ipar saya."


"Bahagia sekali keluarga disini, semuanya baik dan suka bercanda." Mira tersenyum bahagia tapi juga bersedih, karena dirinya hanya tinggal bersama adiknya yang masih sekolah SMA.


"Maaf ummi mau tanya, kalau boleh tahu, keluarga kamu bagaimana? Maksudnya kenapa kamu terlihat bersedih?" Tanya ummi hati-hati.


"Saya hanya tinggal berdua dengan adik saya, kita yatim piatu." Senyum yang di tampilkan Mira, tidak sama dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Ummi minta maaf nak, anggap saja ummi dan abah disini seperti orang tua kamu. Kapan-kapan kalau ada waktu, mainlah ke pesantren, temui ummi dan abah disana. Main bareng Feer, kalau lagi ada di pesantren."


"Tidak apa ummi, Mira sudah ikhlas. Makasih ummi sudah mau menjadi orang tua Mira, dan mengizinkan Mira ke pesantren." Mira memeluk bahu ummi sambil tersenyum.


"Siapapun boleh ke pesantren nak."


"Suster Mira, anggap saja kita semua disini keluarga. Kecuali dokter-


Arumi hampir menyebutkan nama dokter Kevin, karena belum menikah dengan Mira jadi bukan keluarga. Namun Mira menutup cepat mulut Arumi.


"Dok, katanya mau jenguk temannya?" Karena dilihat semua orang Mira melepas tangan nya.


"Maaf dok," ucapnya lalu mendekati Arumi.


"Jangan keceplosan dok, malu saya." Bisiknya pada Arumi.


Arumi tersenyum, lalu izin lagi untuk menjenguk Zahra. Dokter Kevin penasaran apa yang mau diucapkan Arumi, dan apa yang dibisikkan Mira. Mereka juga pamit setelah melihat anak Farid dan juga Najib. Dokter Farid menyuruh dokter Kevin mengantar Mira sampai rumahnya dengan selamat.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2