Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Miawww


__ADS_3

Arumi dan Abyan sudah pindah ke rumah barunya.


Arumi merasa sangat sepi saat dirinya tidak ke kampus, apalagi Abyan suaminya sering ada acara dan mengajar di kampus sangat padat.


Sebenarnya Arumi lebih suka di rumah bunda atau di pondok, karena banyak santri, ia tidak akan merasa sepi.


Di rumah nya kali ini ia hanya duduk menonton tv, baca buku, bersih-bersih.


Itu hal yang sangat membosankan bagi Arumi.


Arumi lebih baik praktek atau mengajar di pondok.


"Assalamu'alaikum," salam Abyan dari luar rumah nya.


"Kemana Arumi?" tanya nya sendiri.


"Assalamu'alaikum," Abyan mengeraskan suaranya.


Aby mencoba memutar knock pintu, ternyata tidak di kunci.


"Tidak di kunci? apa Arumi di dalam?" Abyan kembali menutup pintu rumahnya dan berjalan mencari keberadaan istrinya itu di dalam rumah nya.


Abyan berjalan ke kamar nya terlebih dahulu, untuk mengecek apa istrinya sedang tertidur?


Tapi tidak ada di dalam sana, lalu di kamar mandi pun juga sama.


"Ah mungkin di dapur," pikirnya. Namun lagi-lagi tidak ada istrinya itu di dapur.


Lalu Kemana istrinya?


Paling hilang ya kan readers?


Abyan beralih, melihat pintu taman samping yang sedikit terbuka.


ia berjalan ke arah pintu tersebut, ternyata istrinya disana, sedang menatap bunga-bunga dan tanaman hijau di taman mini yang sengaja Abyan buat khusus, agar dirumahnya ia tetap bisa melihat pemandangan yang segar itu setiap hari nya.


Abyan mengerti Arumi pasti sangat kesepian saat di tinggal sendiri di rumah.


Sebenarnya Arumi suka saja tidak ada kebisingan, namun yang namanya sendiri tanpa kerjaan ia merasa kurang nyaman.


Abyan bingung mau menyapa Arumi, takut nya kalau secara tiba-tiba akan membuatnya terkejut.


Tok tok

__ADS_1


Abyan mengetuk pintu, Arumi tidak terkejut karena tidak mendengarnya.


Kali ini Abyan akan mencoba dengan suara.


"Miaw miawww"


Arumi menoleh ke arah pintu, ia mengernyit bingung.


"Kenapa ada suara kucing yang aneh," ucap Arumi.


Abyan menahan tawanya, saat mendengar Arumi mengatakan suara nya, aneh.


Arumi beranjak mendekati pintu itu perlahan.


"Apa bukan kucing yah?"


"Siapa disana?" tanya Arumi.


"Kucing," Abyan mengecilkan suaranya saat mengatakan kucing, lalu setelah nya ia menutup mulutnya karena salah berucap.


"Oh kucing," ucap Arumi berbalik ke tempat duduk nya semula.


Namun ia berpikir masa ia kucing bisa bilang dirinya, biasanya miaw.


Kembali mendekati pintu itu pelan, walau dirinya sedikit takut, namun ia mencoba memberanikan diri.


Arumi malah semakin takut disitu,


"Kenapa tidak ada apa-apa? mas Aby kamu kemana mas? kok aku jadi takut gini sih." Rumah nya di dalam, terlihat mengerikan sekarang untuk ia masuk.


"Kenapa Arumi jadi takut?"


"Hiks mas Aby, bunda ayah, ummi abah, Arumi takut," ucapnya berjongkok sambil matanya berkaca-kaca.


"Lah malah mewek si bocah"


"Mas Aby hiks" Arumi sebenarnya tahu kalau itu suaminya, hanya terhalang pintu saja ia bisa mencium aroma tubuh yang sudah sering tidur seranjang dengannya.


Arumi pura-pura menangis, agar suaminya itu keluar.


"Jangan panggil aku bocah om mas Aby, panggil aku your wife" batin Arumi terkekeh.


Abyan keluar dari persembunyian nya, ia menampakkan dirinya dan melihat istrinya itu berjongkok seperti orang yang sedang ketakutan.

__ADS_1


"Arumi," panggil nya membangun kan istrinya.


Abyan menatap air mata yang menetes di pipi mulus istrinya, Abyan menarik nya ke dalam pelukannya.


"Untung udah di ajarin Widya, tapi aku bohong dong? biarlah siapa suruh ngerjain aku, dasar om-om."


"Kenapa kamu menangis, saya tadi hanya bingung mau manggil kamu takut terkejut," ucapnya mengelus kerudung Arumi.


"Arumi hanya takut di rumah ini ada hantu uuu." Sungguh akting yang luar biasa saat kembali mengerjai balik suami nya.


"Kalau hantu nya ganteng seperti ini, apa kamu takut?"


"Sangat takut," jawabnya singkat.


"Kenapa takut?" Abyan melepas pelukannya dan memegang wajah Arumi.


"Takut jatuh cinta hahaha."


"Bagus kalau kamu jatuh cinta, sama saya."


"Arumi tidak akan mencintai hantu, walaupun itu seperti mas Aby, karena Arumi sudah memiliki suami yang Arumi cintai."


"Arumi," Abyan tidak tahu harus mengungkapkan perasaan nya atau tidak.


"Jika mas Aby belum bisa mencintai Arumi, Arumi akan menunggu sampai mas Aby membuka hati untuk Arumi." Arumi tersenyum mengatakan itu.


Arumi dapat menebak nya, Abyan belum mencintainya.


Karena dari pernikahan nya yang hampir satu bulan lamanya, Abyan tidak pernah meminta hak nya.


Maka dari itu juga, Arumi tidak pernah melepaskan pakaian syar'i nya kecuali mandi.


"Mas pasti lapar pulang kerja? aku udah masak tinggal dipanasin. Mas mandi aja dulu, kalau udah selesai langsung ke meja makan ya."


"Atau Arumi siapin dulu air panas sama bajunya? sini tas nya Arumi bawa ke kamar."


Abyan menahan tangan Arumi yang akan pergi.


"Apa mas?" Arumi kembali menatap lekat suaminya.


"Aku juga mencintai kamu Arumi," ucapan Abyan membuat Arumi mematung di tempatnya.


Othor bebu juga boleh gak cinta sama kamu Aby?

__ADS_1


Selalu dukung othor bebu sayang, agar selalu semangat untuk update.


Annyeong love


__ADS_2