Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
ceramah apa amarah?


__ADS_3


Setelah mengungkapkan perasaan nya pada Arumi, Arumi selalu gugup saat dirinya hanya berdua saja di dalam kamar.


Arumi terasa gugup, takut tiba-tiba Aby meminta haknya, walaupun itu memang hak yang harus ia berikan, karena mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.


Namun Arumi maupun Abyan hanya status saja.


"Mas Aby," panggil Arumi dari luar pintu ruang kerja Aby.


"Masuk." Arumi membawa secangkir kopi di tangannya, untuk ia berikan pada Aby.


Arumi masuk menghampiri Aby yang terlihat sibuk, ia meletakkan kopi nya di meja dekat suaminya bekerja.


"Terima kasih," ucap Aby tersenyum sekilas.


"Mas Aby, apa kamu sangat sibuk?" tanya Arumi.


"Tidak juga, kenapa?" tanya nya menatap Arumi.


"Arumi mau ngomong."


"Sini duduk dulu, kamu mau ngomong apa?" menarik kursi di sebelah nya untuk Arumi duduki.


"Apa Arumi boleh, malam ini pulang ke rumah bunda?"


"Hm gimana yah, mas lagi menyelesaikan pekerjaan malam ini."


"Mas Aby tidak perlu ikut, biar Arumi pulang sendiri ke rumah" ucapnya dengan semangat.


"Apa bisa gitu? ini sudah malam, mas tidak mengizinkan kamu berangkat sendiri ke rumah bunda, besok pagi saja mas antar."


Arumi tersenyum kaku. "Baiklah mas lanjutin lagi aja kerjanya, Arumi ke kamar duluan ya." Arumi beranjak keluar dari ruang kerja Aby, sedikit kecewa karena ia ingin malam ini kerumah bunda nya.


"Kenapa raut wajahnya berubah sedih seperti itu? apa dia sedang merindukan bunda?" Aby tidak melanjutkan kerjaannya, ia langsung menyusul Arumi ke kamar.


Aby masuk ke dalam kamar, ia melihat istrinya sedang di depan cermin memoles wajahnya sedikit dengan skincare.


Arumi belajar dari Widya agar suami semakin cinta eakkkk yang punya suami siapa? yang paling tau siapa.


Kerudung yang Arumi pakai kali ini segi empat tanpa pengait atau jarum, karena ia memberi skincare juga pada lehernya.


Aby yang baru pertama melihat leher mulus Arumi sedikit ada perasaan bergejolak di dalam dirinya.


Biasanya hanya wajah, kaki dan tangan yang yang terlihat. Bukan karena kaki tidak termasuk aurat, namun jika dirumah, Arumi melepas kaos kaki nya.


Menurutnya tidak masalah, toh yang melihat suaminya halal bagi Aby melihat nya.


"Arumi," panggil Aby membuat Arumi membenarkan kembali kerudungnya yang langsung ia selipkan jarum.


Ia ke ranjangnya dengan pakaian tidur nya kali ini.


"Kenapa mas?"


"Apa kamu rindu dengan bunda dan ayah?"


"Apa mas sudah selesai dengan pekerjaan mas?" tanya Arumi di jawab dengan gelengan kepala oleh Aby.

__ADS_1


"Apa Arumi mengganggu mas Aby? hingga mas tidak menyelesaikan pekerjaan mas?" Arumi merasa tidak enak telah mengganggu.


"Kamu yang lebih utama sekarang, pekerjaan hanya nomor kesekian bagi mas" jawab Aby


"Hah? sejak kapan mas Aby bisa berkata manis seperti ini?" batin Arumi


"Arumi."


"Hah? iya mas"


"Kenapa malah melamun, mas tanya apa kamu rindu sama bunda dan ayah?"


"Iya, Arumi merindukan bunda dan ayah"


"Yasudah, malam ini kita menginap disana. Siapkan apa yang harus kamu bawa, karena besok sekalian berangkat ke kampus dari rumah bunda aja, tidak perlu bolak balik kesini."


"Tidak perlu mas, besok pagi saja kita ke rumah bunda, mas lanjutin aja lagi kerjanya."


"Tidak masalah, mas bisa menyelesaikan pekerjaan mas besok."


"Benar tidak apa-apa?" tanya Arumi sekali lagi,


Aby mengangguk tersenyum.


Membuat Arumi meloncat dari ranjang dan cepat mengambil tas dan barang yang akan dia bawa. Arumi tidak perlu membawa baju, karena Arumi masih ada banyak baju di rumahnya.


Aby tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat itu, sungguh sangat berbeda saat istrinya itu bahagia, dan membuat Arumi bahagia pun, tidak sulit untuknya.


...******...


Mereka turun dari mobil.


"Iya ini mobil abah" mereka berjalan untuk memencet bel.


Bunda Faza yang membuka pintu disana. "Assalamu'alaikum bunda," ucap mereka lalu Arumi memeluk bundanya.


"Wa'alaikum salam" membalas pelukan Arumi.


Setelah selesai berpelukan, Aby menyalami tangan mertuanya.


"Ayo masuk, pas sekali ada abah dan ummi juga Almira di dalam." mereka masuk ke dalam rumah.


Menyalami satu persatu orang tua dan mertuanya bergantian.


"Tumben kalian kesini?"


"Maaf ayah kami jarang berkunjung," jawab Abyan.


"Abah dan ummi ngapain kesini?" tanya Abyan.


"Memangnya kenapa? kalau abah dan ummi mengunjungi besan? emang kalian yang gak pernah."


Tiba-tiba perut Arumi terasa sangat sakit hingga menyebabkan mual, ia berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Sedangkan ke 6 manusia itu terlihat saling pandang.


"Aby, istri kamu bantu sana, di kamar mandi." Aby langsung berdiri menghampiri istrinya yang sedang muntah.

__ADS_1


Setelah selesai, Aby membantu Arumi untuk keluar.


"Kamu kenapa zy?" tanya bunda.


"Apa jangan-jangan, mbak Arumi hamil?" ucap Almira mendapat tatapan tajam dari Aby.


Aby membantu Arumi untuk duduk.


"Mana mungkin Arumi hamil? aku aja belum menyentuh nya" pikir Aby.


"Mana mungkin zy hamil bun," ucap Arumi keceplosan.


"Kan belum di periksa, mungkin bisa jadi benar kamu lagi isi"


"Zy hanya tidak makan dari siang tadi, jadi mag zy kambuh," ucapnya melirik Aby lalu menunduk.


"Aby, kenapa kamu biarkan istri kamu tidak makan?"


"Ini bukan salah mas Aby ummi, ini karena Arumi yang lupa karena ada tugas."


"Lalu? jangan bilang kalian belum melakukan itu?" tuduh bunda membuat Arumi menunduk.


"Zy masih gadis bun," lalu ia merutuki dirinya, yang tak sengaja berkata jujur. Padahal awalnya ia bilang telat makan, pasti setelah ini orang tua dan mertuanya menceramahi nya.


Aby juga sama hal nya dengan Arumi, jantung nya serasa berhenti berdetak.


"Abyan apa kamu tidak normal?" tanya abah nya dengan nada amarah.


Bagaimana bisa, tidur seranjang dengan yang sudah sah pikirnya, malah belum memberikan nafkah batin.


"Bah, aby-


"Bagaimana bisa kamu tahan tidur satu ranjang, namun tidak pernah kamu sentuh yang mana halal untuk mu."


Sebenarnya Abyan tidak tahan, apalagi saat Arumi memeluk dirinya erat. Mana bisa ia menahan itu.


"Bawa istri kamu istirahat! jangan lupakan beri dia makanan Aby, jangan biarkan perutnya kosong. Abah ummi dan al akan pamit pulang. Kamu membuat abah kecewa saja Abyan," ujar abah.


Karena mereka semua juga mengharap cepat mempunyai cucu.


Walaupun abah dan ummi sudah memiliki cucu, namun tetap saja mereka menunggu.


Apalagi ayah dan bunda yang hanya menunggu itu dari Arumi, karena Arumi anak satu-satunya yang mereka punya.


Aby membantu Arumi untuk ke kamarnya, pasangan itu hanya diam sampai ke kamar.


"Ini ceramah gratis sekalian amarah dari para orang tua" batin Aby


"Mulut ini kenapa kamu terlalu jujur" batin Arumi


Kasian si Aby di marahin


Dikasi yang bening gak mau sih.


Diam kamu thor.


Oke othor baik othor diam.

__ADS_1


Selalu dukung othor bebu sayang


Annyeong love


__ADS_2