Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Melamar khayra


__ADS_3

Akbar datang kerumah Farid bersama ibunya, karena ayahnya telah tiada. Ia di temani juga oleh Abyan dan Najib beserta Widya. Arumi tidak ikut karena merasa lelah jika duduk terlalu lama. Kuliah saja Arumi dari rumah.


"Selamat datang di rumah saya semuanya, maaf tidak tahu kalau kalian mau datang sekarang."


"Maaf juga rid, saya tidak memberi tahu kamu kalau saya datang bersama ibu dan teman-teman yang lain."


"Tidak apa-apa, mari semuanya silahkan masuk."


Mereka masuk bergantian, walaupun pintu rumah Farid besar.


Mereka langsung di bawa ke ruang tamu, disana ada baba Farid dan baba nya khayra.


"Siapa yang bernama Akbar?" Tanya baba nya khayra menggunakan bahasa arab.


"Aduh nak, ibu gak ngerti lagi omongan nya." Mendengar itu Akbar tersenyum dulu baru menjawab pertanyaan baba nya khayra.


"Saya yang bernama Akbar." Walaupun Akbar masih sedikit gugup, ia tetap mampu menjawab. Baba khayra juga tidak akan bertanya profesi nya, khawatir takut Akbar merasa rendah.


"Istri kamu gak ikut kesini by?" Tanya Farid.


"Arumi sekarang sudah tidak bisa duduk terlalu lama rid, karena hamil besar."


"Iya, tapi harus banyak-banyak olahraga ringan. Kalau di paksa terus berjalan nanti kakinya bengkak."


"Iya rid, begitulah sepertinya Arumi tidak begitu menyukai olahraga."

__ADS_1


"Makannya juga yang sehat, dia calon dokter tapi dokter bedah bisa salah server." Mereka tertawa, baba nya khayra hanya ikut saja.


"Maaf ya ini saya datang seperti mendadak, saya datang bersama adik dan ipar saya. Akbar dan ibunya. Abah saya tidak bisa untuk hadir, saya disini juga sebagai pengganti ayah Akbar yang telah meninggal, berhubung ibu dari Akbar juga tidak bisa berbahasa arab." Ucap Abyan langsung menggunakan bahasa arab, agar baba nya khayra mengerti. Baba khayra mengangguk.


"Saya mewakili keluarga Akbar, untuk mengkhitbah khayra, putri anda sebagai istri dari Akbar."


"Saya sangat senang jika ada orang yang menyukai anak saya, apalagi anak saya membalas menyukai nya. Tapi sama seperti orang tua yang lain, saya harus menanyakan pada khayra."


"Farid akan memanggil nya paman, agar kesini bersama Almira." Farid langsung berdiri dan menghampiri sepupu dan juga istrinya.


Akbar menjelaskan pada ibunya arti dari ucapan semuanya tadi, dan ibunya tersenyum. Karena walaupun sangat kaya tidak memperdulikan profesi Akbar dan ibunya.


Farid datang diikuti istri dan sepupu nya, Akbar, Abyan dan juga Najib menunduk.


"Mbak Widya," panggil Almira melihat iparnya. Ia langsung menghampiri ipar dan abangnya, sedangkan khayra duduk di dekat baba nya.


"Arumi sudah susah untuk jalan-jalan jauh Al." Almira juga mengangguk, ia tahu bahwa kakak iparnya sedang hamil besar.


"Mas nya gak di tanya Al?" Tanya Najib.


"Oh iya, mas Affan kemana mbak?" Membuat yang mengerti tertawa.


"Mas ini Al."


"Yang di tanya itu yang tidak ada mas, kalau mas Najib sama mas Abyan 'kan Al sudah lihat." Tertawa semua mereka mendengar Almira.

__ADS_1


"Sudah?" Tanya Abyan memang yang paling ditakuti. Mereka mengangguk.


"Bagaimana dengan khitbah saya untuk Akbar tadi?" Tanya Abyan pada baba nya khayra.


"Bagaimana nak, apa kamu mau menerima menikah dengan Akbar? Dengan segala perbedaan yang ada di negara ini."


"Insyaa Allah baba, khayra menerima lamaran dari Akbar." Mereka tersenyum dan senang. Tapi ibunya belum di beritahu oleh Akbar karena terlalu senang sendiri.


"Cantik, ibu akan senang mempunyai menangis sepertinya. Ibu akan anggap seperti putri ibu sendiri." Baba Farid yang langsung menerjemahkan ucapan ibu Farid.


Khayra yang mendengar langsung memeluk ibunya Akbar.


"Terima kasih apa bahasa indonesianya?"


"Terima kasih."


"Terima kasih ibu." Khayra bisa memanggil ibu.


"Sama sama sayang." Ibu menjawab dengan bahasa Arab, ia sedikit tahu dulu saat sekolah dan kuliah. Namun tidak bisa.


Mereka tersenyum mereka langsung dekat seperti itu.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2