Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Ke rumah dokter Kevin


__ADS_3

Abah dan ummi mengajak Mira dan Mina untuk makan malam bersama, memenuhi undangan dari keluarga dokter Kevin.


Mereka sudah sampai di depan rumah dokter Kevin, Mira merasa malu saat melihat rumah yang bagus, walaupun tidak terlalu besar tapi sangat bagus dan mewah.


"Mira semakin insecure dengan rumah dokter Kevin, bah. Seperti nya Mira pulang aja deh gak jadi ikut makan malam."


"Kita sudah ada disini nak, apa yang mereka miliki itu hanya titipan. Kita sudah di undang makan malam disini, jadi langsung masuk aja ya." Mira melihat ummi Dalilah yang mengangguk, akhirnya Mira juga mengangguk dan mau di ajak masuk. Mina selalu menggandeng tangan ummi, jadi Mira berjalan di belakang mereka dengan rasa tak karuan karena malu bercampur gelisah.


Abah paling depan memencet bel rumah, keluarga dokter Kevin yang sudah menunggu langsung membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum," ucap Abah.


"Wa'alaikum salam."


"Maaf sudah menunggu lama."


"Tidak menunggu lama, baru juga selesai isya'. Mari silahkan masuk!"


"Kak Mira," sapa Kevanya.


"Halo Mina, aku boleh gandeng kakak kamu 'kan?"

__ADS_1


"Boleh, lagian kak Mira akan jadi kakak kamu juga." Jawab Mina tersenyum.


"Ayo silahkan masuk, jangan ngobrol di luar. Ayo Vanya ajak masuk!"


Mereka sudah masuk, Mira sama hal nya dengan dokter Kevin yang hanya tersenyum dan mengangguk. Mereka berdua sangat malu, apalagi dokter Kevin sangat bahagia bisa diterima Mira. Sedangkan Mira sendiri merasa insecure menatap sekitar di dalam rumah dokter Kevin yang sangat bagus.


Malam ini Mira mengenakan hijab segiempat besar, ia memang jarang mengenakan hijab apalagi saat bekerja di rumah sakit.


"Bagaimana bah, dengan rencana pernikahan anak kita?" Tanya orang tua dokter Kevin. Mira langsung menatap abahnya untuk mengundurnya sampai dirinya merasa sudah siap.


"Saya serahkan semuanya pada bapak, tapi kesiapan itu tentu dari kedua anak kita." Abah kali ini mengerti dengan kode Mira.


"Kak Mira di tanya sama papa."


"Kalau menurut Kevin terlalu singkat kalau bulan depan pa, semuanya harus disiapkan dulu. Jadi Kevin sama Mira akan tentukan lagi nanti, tapi kalau untuk bulan depan sepertinya belum pa." Dokter Kevin seperti tahu apa yang ingin dibicarakan Mira.


"Saya setuju dengan dokter Kevin, semuanya tidaklah singkat menyiapkan untuk acara."


"Kalau kalian maunya seperti itu tidak masalah, tapi jangan menunda terlalu lama. Karena hal baik harus segera dilaksanakan, betul seperti itu Abah?" Tanya nya sambil tersenyum.


"Tentu saja, pernikahan adalah hal yang sangat baik karena menyatukan dua keluarga besar." Jawab Abah sambil melirik Mira.

__ADS_1


"Anggap mama ini sebagai mama kamu sendiri, nak. Jangan merasa gugup, kita bisa jadi teman walaupun umur kita sangat jauh." Mama dokter Kevin memegang tangan Mira.


"Iya." Jawab Mira singkat.


"Kak Mira gugup banget, tangan nya saja sangat dingin." Mira tertawa canggung saat Vanya membongkar kegugupannya.


"Jangan takut sama mama, apa mama terlihat menyeramkan?" Tanya mama nya dokter Kevin.


"Tidak, Mira hanya malu saja bertemu dengan orang yang baru berapa kali di jumpai." Mereka tertawa mendengar jawaban Mira.


Setelah makan dan kembali mengobrol sampai jam sepuluh malam, Abah sekeluarga pamit pulang karena sudah hampir larut. Tidak baik jika terlalu lama sebelum ada ikatan.


Kevin ingin sekali mengantar jemput Mira saat ke rumah sakit, tapi ia tidak bisa sembarang seperti itu karena belum menikah apalagi di lingkungan pesantren yang di tempati Mira saat ini.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2