Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Mira mengetahui


__ADS_3

Mira dan Vanya jalan-jalan ke mall, Vanya ingin mengajak Mira untuk belanja dan memilihkan apa yang diinginkan iparnya itu.


"Kamu mau cari apa, Vanya? Dari tadi lihat-lihat aja tapi gak ada yang cocok."


"Vanya cari yang cocok untuk kak Mira, jadi harus sesuai dulu dengan selera Vanya." Vanya masih berjalan menggandeng tangan Mira, untuk mencarikan baju yang sesuai dengan keinginan nya sendiri.


"Kakak belum membutuhkan pakaian loh, kamu cari buat kamu aja. Kalau masih ada waktu baru cari punya kakak. Ayo! Kakak bantu cari pakaian yang cocok buat kamu." Sekarang Mira yang membantu mencarikan pakaian untuk Vanya.


"Tapi Vanya mau cari buat kakak," ucapnya yang hanya dibalas senyuman oleh Mira.


"Kakak juga gak kemana-mana, kamu aja dulu karena ke kampus juga. Kalau kakak, kerja aja pakai seragam." Mira seorang suster, jadi sudah memiliki seragam sendiri dari rumah sakit.


"Cie yang kerjanya berseragam." Vanya menggoda Mira, banyak orang yang melihat ke arah mereka. Postur tubuh Mira proporsional tidak besar ataupun kurus, dan tidak pendek tapi tidak begitu tinggi.


"Vanya, ayo cari baju nya lagi." Vanya menarik Mira untuk masuk di salah satu tempat pakaian laki-laki, ia memiliki ide agar Mira memberikan nya untuk kakaknya.


"Kenapa kesini? Kamu mau pakaian cowok?" Tanya Mira sudah berada di dalam.


"Bukan lah kak, ini buat kak Kevin." Mira heran dengan adik iparnya, tadi ia mengatakan memilihkan pakaian Mira, lalu berubah untuk mencari pakaian untuknya, sekarang malah mencarikan untuk Kevin.


"Benar untuk kakak kamu? Nanti papa, mama juga?" Tanya Mira tertawa.

__ADS_1


"Beneran kak, sekarang beliin kak Kevin aja dan cocokin warnanya sama punya kak Mira nanti, biar jadi couple."


"Kamu ada-ada aja, Vanya. Cari kemeja untuk dipakai ke rumah sakit aja, tidak perlu couple segala. Kakak malu jika seperti itu, kakak kamu juga belum tentu mau pakai baju samaan." Mira hanya khawatir jika suaminya tidak suka.


"Pasti suka, kak Mira jangan khawatir kak Kevin bakal nolak. Soalnya kak Kevin selalu memakai apa yang diberikan sama orang, walaupun tidak suka tapi kak Kevin tetap menghargai pemberian siapapun." Mira mengangguk tersenyum, namun ia juga bingung mau memilihkan baju seperti apa.


"Kakak coba pilih aja, Vanya mau lihat-lihat yang lain." Vanya masuk untuk memilihkan satu baju couple yang cocok untuk Kevin dan Mira.


"Dokter Kevin suka yang seperti apa? Aku belum tahu kesukaan nya model gimana." Mira masih memilih baju yang pas, akhirnya ia menemukan kemeja polos warna biru tua, sangat menarik perhatian Mira dan ia lihat sangat cocok jika dipakai dokter Kevin.


"Kak Mira, sudah menemukan baju nya?" Tanya Vanya yang sudah membeli sesuatu dari dalam.


"Pilihan kakak bagus juga, kak Kevin pasti suka pemberian kak Mira." Mira tersenyum, ia belum yakin karena belum pernah melihat dokter Kevin memakai lengkap dengan aksesoris ke rumah sakit, biasanya hanya kaos atau kemeja yang tanpa dasi.


"Kalau sudah, sini biar Vanya yang bayar kak."


"Tidak perlu Vanya, yang ini biar pakai tabungan kakak aja. Supaya lebih terlihat aja kalau kakak itu membeli baju untuk mas Kevin."


"Cihuyyy, jadi gak sabar dengan ekspresi Kak Kevin dapat hadiah baju dari kak Mira." Mira menuju kasir dan membayarnya.


Mereka juga sudah membeli baju untuk mereka sendiri, Mira dibelikan oleh Vanya. Mira sudah menolak, namun Vanya tidak akan mengajak Mira lagi jika di tolak. Akhirnya Mira setuju dan mau dibayarkan Vanya. Mereka pulang setelah mendapatkan belanjaan yang lumayan, ketika sampai dirumah mereka tidak langsung masuk dan mendengar pembicaraan orang tua dan juga Kevin. Orang tuanya takut jika Mira tidak mau menerima kalau Kevin seorang duda, Vanya disana melihat ekspresi wajah Mira seperti apa, ia ingin sekali cepat masuk, namun Mira menyuruh untuk menunggu nya sebentar.

__ADS_1


Setelah beberapa menit dan mendengar ucapan mereka, Mira dan Vanya masuk.


Vanya sudah keringat dingin melihat Mira menatap seluruh keluarga nya dengan datar.


"Kalian sudah datang?" Tanya orang tua nya.


Kevin langsung menyambut Mira, ia canggung takut Mira mendengar ucapan nya.


"Mira masuk ke kamar dulu, ma, pa." Mereka mengangguk dan diikuti dokter Kevin dari belakang.


"Apa Mira mendengar ucapan kami barusan?" Tanya mama nya. Vanya mengangguk, sedangkan papanya menghela nafas panjang.


"Seperti ini jika menyembunyikan sesuatu yang akan membuat pertikaian." Vanya hanya diam, takut tiba-tiba Mira keluar membawa koper nya dari kamar, dan pamit untuk pulang ke pesantren karena mendengar Kevin seorang duda.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2