
Seperti nya Akbar kecantol dengan salah satu sepupu Farid dari Mesir, ia juga dengan sepupu Farid diam-diam saling melirik.
"Maaf, apa saya boleh tanya?"
"Mau bertanya apa?" Jawab Widya.
"Laki-laki yang duduk di sebelah suami kalian, apa dia sudah memiliki istri?" Tanya nya membuat mereka menoleh ke arah meja Abyan, Najib dan Affan.
Arumi, Widya dan Laila saling menatap sekarang. Ternyata yang di tanya adalah Akbar, laki-laki yang di tolak Almira.
"Dia adalah Akbar, teman dari suami kami dan juga Farid." Sepupu Farid mengangguk dan tersenyum.
"Apa kamu ingin mengenalnya? Biar saya bantu untuk kamu lebih dekat dengan Akbar."
"Hm tidak usah."
"Tidak usah nya dia sebenarnya ingin mengenalnya, tapi dia hanya malu." Jawab sepupu Farid yang lain.
"Biar saya berbicara dengan suami saya, untuk mengenalkan kamu dengan Akbar." Arumi beranjak dan menghampiri Abyan.
"Eh tidak perlu, saya hanya bertanya saja." Namun Arumi sudah menuju meja suaminya.
__ADS_1
"Mas Aby," panggil Arumi. Membuat mereka menoleh.
"Mas, Arumi ingin bicara sebentar."
"Ada apa sayang?" Tanyanya berdiri.
"Tidak ada, hanya ingin bicara sebentar." Abyan mengikuti Arumi ke meja lain.
"Mas, ada sepupu Farid ingin mengenal Akbar. Apa mas Aby mau membantu nya? Dia ada di meja Arumi duduk tadi." Abyan menoleh ke arah meja yang tadi di duduki istri nya. Mereka semua mengalihkan pandangan saat Abyan menoleh.
"Baiklah, mas akan membantu Akbar. Lagipula seperti nya dia mencoba untuk melukai Almira yang sudah tidak akan menjadi miliknya."
"Apa perlu mas bantu?"
"Arumi masih kuat, mas kembali saja ke meja nya. Bilang sama Akbar juga kalau ada seseorang yang ingin mengenal nya."
"Mas bantu saja, setelah kamu duduk di kursi kamu baru mas akan kembali ke meja mas." Arumi tersenyum dan mengangguk, ia mengiyakan saja ucapan suaminya untuk mengantarnya ke mejanya.
"Terima kasih mas."
"Sama-sama sayang." Abyan langsung kembali setelah mengantar Arumi ke meja nya.
__ADS_1
"Sangat manis sekali, apa saya bisa mendapatkan suami seperti suami kamu?"
"Kamu bisa mendapatkan nya lebih dari suami saya, apalagi bisa bersama Akbar." Arumi sudah mulai menggoda sepupu Farid, ia tahu kalau sepupu Farid itu menyukai Akbar.
"Kamu bisa saja, saya hanya ingin tahu namanya tadi. Tapi kamu memberi tahu suami kamu, kalau saya ini ingin mengenal nya."
"Tidak masalah kalau kamu ingin mengenalnya, lagi pula dia sedang tidak memiliki pasangan. Jika kalian sampai bersama dan berjodoh, bukankah lebih bagus kamu juga bisa dekat dengan keluarga kamu yang di indonesia."
"Iya, tapi saya takut dia tidak menyukai nya. Saya seperti meminta bantuan pada kamu dan suami kamu untuk membuat kita dekat."
"Bukan hanya boleh dekat, kamu yang melamar lebih dulu juga tidak masalah di dalam agama. Malah itu lebih bagus, jika bisa bersama dalam satu ikatan kamu yang melamar lebih dulu. Tetap pemimpin ada di suami kamu, bukan kamu yang memimpin walaupun kamu yang lebih dulu melamar nya."
Para sepupu Farid saling pandang dan mengangguk, mereka menyetujui ucapan Arumi. Namun yang di pikirkan saat ini, apakah Akbar akan menerima nya untuk menjadi pasangan. Sedangkan sepupu Farid orang Mesir dan banyak perbedaan yang harus mereka hadapi.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1