Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Operasi pasien


__ADS_3

Arumi dalam masa koas, sebagai dokter bedah. Selama hamil besar pun ia tetap kuliah dan menjalani skripsi dari rumah, karena Arumi sedang mengandung, dosennya juga mengerti. Namun tetap dengan tugasnya sebagai mahasiswa yang ingin cepat menyelesaikan studinya. Demi mengejar cita-cita nya, dan mengasuh anaknya dirumah.


"Dokter Arumi, bisa tolong bantu dokter Kevin disana dok? Soalnya ada pasien yang membutuhkan bantuan dan urgent." Perawat memanggil Arumi.


Arumi tidak akan kesusahan, karena masih mengenakan gamis ringan, kerudung besar dan cadar. Arumi belum berniqab dengan istiqomah, ia hanya bercadar.


"Baik sus." Arumi buru-buru pergi mengikuti suster tadi, dan memang sudah ada dokter Kevin disana.


"Siapkan alat untuk operasi, kita lakukan sekarang. Karena ini memang tidak bisa menunggu waktu lagi atau persetujuan dari keluarga nya, bisa nyawanya yang jadi taruhan." Dokter Kevin sudah bersiap untuk melakukan tindakan operasi pada pasien. Arumi juga segera bersiap untuk membantu dokter Kevin.


Mereka melakukan tindakan, Arumi masih merasa ragu melakukan nya. Namun karena darurat, ia yakin dan bismillah akan membantu menolong orang.


Dua jam di dalam ruang operasi, waktu yang lumayan panjang di lewati membantu pasien, akhirnya mereka berhasil dan operasi nya berjalan lancar.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai dan operasi nya berjalan lancar." Ucap Arumi pada suster dan dokter Kevin.


"Alhamdulillah Arumi, ini juga berkat bantuan kamu." Dokter Kevin tersenyum.


"Saya hanya membantu apa yang saya bisa, masih amatiran dok." Jawab Arumi, karena masih terus belajar.


"Jangan gitu dong bilang nya, masa amatiran. Jadi dokter itu harus yakin, karena resiko dan taruhannya nyawa seseorang."


"Iya, maksudnya saya masih terus belajar. Apalagi menjadi dokter bedah tidak gampang."


"Saya ke ruangan saya dulu, mau istirahat sebentar." Ucap dokter Kevin.

__ADS_1


"Iya silahkan dok, saya juga mau ke ruangan saya sama Mira."


"Saya permisi dokter Arumi, suster Mira." Dokter Kevin tersenyum dan berlalu ke ruangan nya.


Arumi dan Mira ke ruangan nya.


"Dokter Kevin cakep ya dok?" Tanya Mira pada Arumi.


"Hm kenapa nih? Kamu suka ya?" Goda Arumi pada suster Mira.


"Siapa sih yang gak suka sama dokter Kevin? Cakep, baik lagi. Kalau dokter Kevin mau sama Mira, gak bakalan nolak dok, Mira langsung yes." Arumi tertawa mendengar ucapan Mira.


"Tapi takut diam-diam malah seperti dokter Farid, tiba-tiba sudah menikah aja nyebar undangan. Saya dulu suka sama beliau, tapi apalah saya ini."


"Kamu gak boleh ngomong gitu mir, kamu juga bisa dapat seseorang yang kamu suka. Tapi jangan sampai suami orang, apalagi dokter suami dari adik ipar saya."


"Kalau ada waktu saya ke pesantren nya dokter Arumi, boleh? Saya mau lihat anak nya dokter secara langsung." Tanya Mira.


"Boleh mir, semua orang bisa kesana. Lagipula bukan pesantren saya, tapi milik mertua saya." Ucap Arumi tersenyum.


"Saya kira dokter Arumi tidak mau menerima saya di pesantren, sebab saya belum mengenakan hijab."


"Saya tidak seperti itu mir, keluarga saya juga akan menerima siapapun yang mau mampir ke pesantren. Sebab berhijab ataupun berteman dengan seseorang dilihat dari hatinya, bukan penampilan nya. Banyak perempuan diluar sana yang belum siap berhijab, tapi saya doakan secepatnya mendapatkan hidayah."


"Aamiin,"

__ADS_1


"Aamiin"


Tiba-tiba pintu terbuka, Arumi langsung mengenakan cadarnya. Arumi juga membelakangi, jadi tidak terlihat wajahnya.


"Assalamualaikum, maaf saya tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu. Saya hanya ingin mengajak kalian ke kantin." Dokter Kevin merasa bersalah, maka dari itu ia segera menunduk.


"Baik dok, kita segera menyusul." Suster Mira yang menjawab, dokter Kevin pun mengangguk dan menutup kembali pintu nya.


"Mau kan dok? Kesempatan pdkt nih saya, dokter Arumi sebagai temannya."


"Iya, apa sih yang gak buat Mira." Arumi mentoel dagu Mira.


"Kalo Feer saya bawa kerumah, boleh?"


"Enak aja, izin dulu sama appa nya dan melewati Mbah nya juga."


"Katanya apa sih yang gak buat Mira."


"Membantu ya ibu suster, mau sama dokter Kevin 'kan? Ayo cepat!" Arumi berdiri dan diikuti oleh Mira menggandeng tangannya, mereka keluar untuk segera menuju kantin.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2