Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Malam sebelum pernikahan


__ADS_3

Pernikahan Mira dan dokter Kevin sudah tidak bisa di tunda lagi, mentok sudah bulan depannya setelah dari ribut di grup mereka memang harus segera di nikahkan. Besok sudah hari pernikahan Mira dan Kevin.


Bukan karena masalah Arumi yang salah kirim di grup, namun juga dari persetujuan keduanya tidak menunggu Mina lulus dan wisuda sekolah. Mira akhirnya setuju dan tidak menunda lagi saat di tanya abah dan ummi untuk menikah, Mira langsung bersedia. Mungkin Mira juga tidak enak selalu menunda rencana pernikahan nya.


"Kak, beneran mau nikah? Tidak ditunda lagi 'kan? Bukan karena paksaan juga?" Tanya Mina karena tiba-tiba kakak nya mau menerima tawaran sekarang.


"Mina sampai gak percaya gitu sama kamu mir, karena sering menunda acara pernikahan." Ucap Laila.


"Tapi kalau memang gak siap bisa juga sih mbak, soalnya banyak orang yang menerima lamaran tapi mereka belum siap sebenarnya." Widya tahu dari teman-teman di kantor nya.


"Ada yah gitu? Kalau memang gak siap ngapain nerima?" Tanya Laila.


"Lah buktinya disini mbak, jangan jauh-jauh." Widya menunjuk Mira.


"Bukan gak siap mbak, memang belum waktunya kemarin." Jawab Mira.


"Apa bedanya sih mir, sama aja dong berarti."

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, ada apa sih? Rame banget." Arumi dan Almira masuk ke kamar Mira.


"Wa'alaikum salam, lagi ngomongin Mira, mi. Dia beneran mau nikah atau belum."


"Kenapa ditanya gitu mbak? Nanti malah berubah pikiran lagi, gimana?" Tanya Almira, bisa saja Mira kembali berubah pikiran untuk menunda.


"Besok sudah mau acara, mana mungkin Mira tunda mbak."


"Kalau Mina nikah muda, gimana mbak?" Tanya Mina langsung membuat semuanya melototkan matanya.


"Ngomong apa barusan?" Tanya Mira.


"Eh kakak tanya, kamu mau nikah muda?" Mira ditahan sama yang lain, karena Mina hanya bercanda namun bisa saja jika mau nikah muda.


"Besok sudah mau nikah, jadi jangan banyak pikiran. Lagian gak masalah kalau mau nikah muda, tapi suaminya tetap mengizinkan untuk Mina kuliah." Laila berkata seperti itu tentu sangat baik, karena dari pada melakukan hal yang tidak diinginkan, lebih baik menikah muda.


"Al juga setuju, bukannya mbak Arumi juga gitu dulu sama mbak Widya."

__ADS_1


"Tapi menurut Mira, tergantung suaminya juga sih mbak. Kalau seperti mas Aby dan mas Najib, mas Affan, dokter Farid, bisa aja 'kan? Kalau disuruh nya dirumah aja jadi ibu rumah tangga?" Mira sering juga baca artikel yang seperti itu.


"Iya, memang ada yang bilang kalau wanita itu sebaiknya di rumah saja. Pendapat itu sangat bagus, tapi cita-cita yang sudah di impikan sejak dulu dan didukung juga oleh keluarga tidak mungkin kita sia-siakan. Mbak dan mas Affan sama-sama ngajar di kampus yang sama, kita saling mendukung dan jangan sampai lupa dengan kewajiban kita walaupun bekerja diluar, tetap ingat tugas di rumah sebagai istri dan ibu rumah tangga." Bagi Laila pendapat seperti itu diterima, namun ketika kita juga bisa mengerjakan tugas dirumah tidak masalah untuk mengejar cita-cita kita.


"Nah, Widya juga setuju sama mbak Laila."


"Ibu pengacara mah beda." Ucap Laila.


"Apa bedanya sih mbak, Arumi juga beda loh, dia dokter."


"Semuanya sama saja Wid, yang beda adalah Anisa. Cita-cita nya selalu berubah setiap hari." Mereka tertawa karena sudah tahu kalau Anisa selalu berubah cita-cita saat berada di lain tempat.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2