Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Meminta izin


__ADS_3

"Sayang, mas mau ngomong sebentar sama kamu." Abyan duduk di dekat Arumi, sembari menatapnya wajah istrinya itu.


Arumi yang mengingat di kampus pagi tadi, berpikir bahwa suaminya akan memberitahu kalau dia akan menikah lagi atau biasa di sebut dengan poligami. Di otak Arumi kali ini tidak sejalan dengan hatinya, ia memang mengizinkan jika suaminya itu akan berpoligami. Tapi entah mengapa rasanya berat jika harus mengiyakan, walaupun juga di sunnahkan.


"Apa yang mau mas Aby katakan?" Tanya Arumi dengan ragu.


Abyan memegang tangan Arumi, ia mengelus perut istrinya yang sudah semakin membuncit.


"Apa kamu sedang menginginkan sesuatu?" Tanya Abyan membuat Arumi memicingkan matanya curiga.


"Sebenarnya, apa yang mau mas Aby katakan? Jangan mengalihkan pada pertanyaan lain, biar nanti saja kita bahas Arumi mau apa." Arumi sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang akan suaminya itu katakan.


Abyan ragu sambil menatap istrinya dalam. "Sebenarnya mas ingin meminta izin."


Deg...


Arumi sudah yakin yang akan di sampaikan suaminya, ia hanya menghembuskan nafasnya pelan. "Arumi sudah tahu, apa yang akan mas Aby sampaikan."


"Hah? Kamu tahu dari mana, sayang? Apa Najib dan Widya sudah menyampaikan nya?" Tanya Abyan. Arumi langsung terkejut dengan apa yang di katakan Abyan. Bagaimana mungkin sahabat dan iparnya menyembunyikan hal yang sebesar itu darinya.


"Jadi, mas Najib sama Widya sudah mengetahui hal itu?"

__ADS_1


"Iya sayang, mereka berdua mengetahui apa yang akan mas sampaikan. Berarti kamu tidak tahu dari mereka? Lalu, dari siapa?" Tanya Abyan.


"Dari calon kamu sendiri" Batin Arumi.


"Tidak, Arumi hanya menebak. Mungkin juga bukan."


"Mas hanya ingin izin, kalau mas akan menikah lagi." Arumi merasa hatinya menangis, namun air mata nya ia tahan dan tersenyum. Ia harus mengizinkan suaminya itu jika akan menikah lagi.


"Siapa wanita yang akan menjadi madu Arumi?" Tanyanya mencoba untuk tetap tenang, Arumi mengusap perut buncitnya itu.


"Dosen Naila." Jawab Abyan tersenyum


"Sayang, sayang..." Abyan melambaikan tangan nya di depan wajah Arumi.


"Hah? Apa mas?" Arumi bertanya pada Abyan yang sejak tadi dirinya hanya termenung.


"Kok apa sih? Mas tanya kamu mau tidak?" Tanya Abyan yang membuat Arumi bingung. Suaminya menanyakan mau itu apa maksudnya.


"Maksud mas Aby, mau apa?" Tanya nya yang semakin bingung dengan ucapan suaminya.


"Loh, dari tadi kamu gak dengerin mas ngomong apa? Gimana sih umma kamu ini, appa ngomong malah melamun." Ucapnya pada perut Arumi.

__ADS_1


"Kamu lagi mikirin apa?" Tanya Abyan mengusap kepala Arumi.


"Arumi sedang tidak mikir apa-apa. Memangnya apa yang mas Aby katakan?"


"Mas minta izin, untuk bawa kamu ke kota B. Apa kamu mau ikut mas?" Ucap Abyan yang membuat Arumi membuka mulutnya. Jadi sedari tadi dirinya hanya berkhayal.


"Ada apa disana? Apa mas Aby mengisi acara?"


"Benar sayang. Bukannya kamu belum pernah ikut mas pergi mengisi acara diluar? Biar banyak yang tahu kalau istri mas sangat cantik."


Arumi tersenyum saat Abyan memuji dirinya, ia terlalu banyak berpikir tentang poligami. Jadi, saat dirinya mengobrol dengan Abyan pun selalu ingat bahwa suaminya itu akan meminta izin untuk menikah lagi.


"Tapi, kamu harus mengenakan cadar seperti sebelum-sebelumnya. Karena acaranya banyak ikhwan, yang sudah pasti akan melihat wajah kamu. Mas tidak rela jika milik mas juga ikut menikmatinya." Ucapan Abyan kali ini benar-benar membuat wajah Arumi merah seperti tomat. Ia sungguh sudah dibuat melayang oleh ucapan suaminya kali ini. Abyan mencubit hidung Arumi dengan pelan, ia gemas jika istrinya itu tengah malu.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2