
Farid juga membantu sepupunya dekat dengan Akbar, baba dan ibunya juga setuju bila Akbar menjadi suami dari ponakan nya. Karena sudah jelas dan mereka tahu asal usul juga sifat Akbar yang sebagai sahabat anaknya.
Saudara dari baba Farid juga datang dan tahu jika anaknya menyukai orang indonesia, mereka juga tidak melarang hanya menanyakan saja apa sudah siap dengan perbedaan yang ada jika mereka benar-benar berjodoh.
"Akbar, sepupu Farid ingin mengenal mu. Apa kamu mau jika dekat dengan nya? Sekalian orang tua nya juga ada disini, jadi bisa langsung kenalan dengan orang tua nya."
"Aku takut di tolak lagi jib, aku sepertinya trauma jika berkenalan dengan wanita."
"Sepupu Farid itu beda, dia yang ingin mengenal mu. Jadi tidak mungkin ada penolakan, apalagi trauma yang kamu katakan."
"Saya juga terserah sama kamu bar, karena adik saya menolak kamu, jangan semuanya kamu samakan. Perasaan tidak bisa di paksakan, kecuali waktu saya menikah dengan istri saya." Abyan memberitahu bahwa dirinya menikah dulu harus memaksakan diri agar bisa menerima pernikahan nya.
"Iya by, kamu dan istri kamu sangat sabar menghadapi nya. Walaupun banyak sekali cobaan di pernikahan kalian. Aku gak tahu bisa atau tidak menerima sepupu Farid, tapi aku ingin melupakan seseorang yang sudah menjadi milik orang lain."
"Saya yakin kamu bisa bar, tidak ada yang tidak bisa sebelum kamu mencobanya." Abyan meyakinkan Akbar, bahwa temannya itu bisa melupakan adiknya yang sudah menikah dengan Farid.
"Iya by, makasih sudah meyakinkan aku. Aku akan berusaha lagi meminta pada orang tuanya, berhubung mereka belum kembali ke Mesir."
__ADS_1
"Semangat bar, lumayan kamu tes kemampuan bahasa arab kamu lagi."
"Iya juga by, aku kurang bisa lagi bahasa arab. Gimana ya? Masa iya aku pakai kamus atau translate di hp." Ucapnya sedikit tidak percaya bahwa dirinya bisa berbahasa arab.
"Kamu bisa bar, lagipula bahasa Inggris juga pasti bisa sepupu Farid. Dia 'kan designer kata Arumi."
"Dengar profesinya kok aku agak ragu lagi ya, dia terlalu Masyaa Allah untuk aku yang astaghfirullah." Ucap Akbar menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Abyan hanya tersenyum menggeleng kepalanya mendengar ucapan temannya yang mengatakan dirinya astaghfirullah.
...******...
"Baba tidak tahu rid, yang menyukai hanya khayra bukan Akbar nya."
"Kita tunggu saja Akbar kesini, Farid yakin kalau Akbar ingin melupakan Almira dan mencari pengganti nya."
"Apa maksud kamu khayra sebagai pelampiasan Akbar? Baba tidak setuju kalau ponakan baba jadi pelampiasan saja. Pernikahan mereka tidak akan bertahan lama kalau hanya untuk melupakan wanita lain."
__ADS_1
"Bukan ba, maksudnya Akbar sudah mulai melupakan Almira. Itu yang di katakan oleh Abyan tadi pada Farid."
"Ada apa Husein? Kenapa kalian seperti membicarakan khayra." Adik baba nya Farid bertanya dengan bahasa arab, karena tidak mengerti dengan yang di katakan abang dan ponakan nya.
"Iya, ada seseorang yang ingin mengenal khayra lebih dekat."
"Tapi kata teman Farid, dia malu dengan profesi khayra yang sebagai designer."
"Apa yang dipikirkannya, profesi tidak ada artinya. Kita menerima nya jika dia benar-benar ingin mengenal khayra. Yang terpenting dia dari keluarga baik-baik dan tidak akan pernah menyakiti khayra."
"Dia dari keluarga baik-baik paman, Farid sangat mengenalnya karena dia teman dekat Farid."
"Baguslah, jika ada niatan baik segeralah menemui paman dan khayra disini sebelum kembali ke Mesir." Baba dan juga Farid saling melirik, mereka tersenyum karena baba nya khayra menerima baik jika ada yang ingin mengenal putrinya. Asalkan sama-sama suka dan tidak menyakiti khayra.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...