Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Belum percaya


__ADS_3

Sholat isya' sudah tiba, Arumi memilih sholat di mushola bawah. Abyan hanya menatap istrinya yang membawa mukenah nya turun, ia pun mengikuti nya untuk shalat di bawah.


Awalnya Abyan akan menjadi imam istrinya di kamar, namun ia sekarang tidak berani untuk bertanya lagi.


"Abyan, kamu yang imam saja," ucap ayah.


Abyan mengangguk dan tersenyum sambil melirik Arumi di dekat bunda Faza.


"Assalamu'alaikum warahmatullah."


"Assalamu'alaikum warahmatullah."


"Astaghfirullah al'adzim 3x" Setelah selesai Abyan menoleh ke belakang, untuk mencium tangan mertuanya. Lalu Abyan mengulurkan tangannya menatap Arumi, Arumi meliriknya dan mengambil tangan Abyan lalu mencium tangannya.


Baru Arumi akan menjauhkan dirinya, Abyan lebih dulu menahan Arumi dan mencium keningnya.


Abyan melepaskan bibirnya dari kening Arumi, lalu menatap istrinya itu yang juga sedang menatap dirinya dengan datar.


Ayah dan bunda tersenyum menatap anak serta menantunya, mereka bahagia anaknya mendapatkan sosok laki-laki yang baik seperti Abyan.


"Ayah, bunda, zy lelah. Zy akan lebih dulu ke kamar."


"Ya sudah tidak apa, kita masih bisa mengobrol besok." Abyan hendak beranjak mengikuti istrinya, namun ayah dan bunda mengajaknya mengobrol.


Akhirnya ia hanya menatap Arumi yang sedang menaiki tangga.


"Ya Allah sampai kapan hamba seperti ini? apa hamba berdosa, selalu bersikap seperti ini pada suami hamba, ya Allah."


Arumi juga tidak mau dirinya bersikap begini, yang selalu menghindar dari Abyan. Tapi perasaan nya sedang tidak baik-baik saja.


Jam delapan, Abyan kembali ke kamarnya di atas. Orang tua Arumi juga menyuruhnya, kasihan jika Arumi di tinggal sendirian.

__ADS_1


Abyan masuk, melihat istrinya tetap lengkap dengan khimar nya di depan laptop sedang mengerjakan tugas.


"Arumi, katanya lelah. Kenapa masih belum istirahat?" tanya Abyan mendekati Arumi.


"Masih ada tugas laporan yang harus di selesaikan malam ini juga, besok harus segera di serahkan."


Abyan menarik kursi rias Arumi, ia duduk di sebelah nya, memegang tangan Arumi yang sedang mengerjakan tugas.


Kali ini sangat berbeda dari biasanya menurut Arumi, kini dirinya kembali ingin mengeluarkan air matanya. Arumi juga bingung, apa karena mengingat ucapan Abyan di ruang kerja tadi?


Arumi menarik tangannya, dari genggaman Abyan.


"Kenapa? kenapa saya tidak boleh menyentuh mu?" tanya Abyan yang melihat Arumi seperti tidak ingin ia menyentuh nya.


"Yang tidak ingin di sentuh siapa? Arumi tanya sekarang. Mas sendiri yang tidak ingin menyentuh Arumi kan?" tanya Arumi membuat Abyan terdiam.


"Karena apa? karena mas Aby tidak pernah mencintai Arumi," ucap Arumi meneteskan kembali air matanya, ia menangis di hadapan Abyan.


Abyan segera menarik ke dalam pelukannya, "Apa yang kamu maksud? saya mencintai kamu, Arumi."


"Saya tidak bohong dengan yang saya katakan, saya mencintai kamu Arumi."


Arumi menggeleng kan kepalanya, "Arumi mendengar sendiri, apa yang mas Aby katakan tadi di ruang kerjanya pada ustadz Najib."


"Kamu tadi sudah pulang ke rumah? kenapa tidak langsung masuk."


"Arumi sudah masuk, hendak mengetuk pintu ruang kerja mas Aby, tapi tidak jadi setelah mendengar ucapan yang membuat Arumi sakit hati," ucap Arumi kembali menangis.


"Ucapan apa yang kamu dengar? apa yang membuat kamu sakit hati Arumi?" tanya Abyan pada istrinya yang sedang menangis.


"Mas Aby mengatakan, bahwa mas Aby tidak mencintai Arumi. Mas Aby berkata mencintai Arumi waktu itu, karena hanya takut Arumi sakit hati."

__ADS_1


Abyan menggelengkan kepalanya cepat, itu tidak benar semuanya, Arumi hanya mendengar setengah dari obrolan Abyan dan Najib tadi di ruang kerjanya.


"Mas memang mengatakan itu, tapi setelah nya mas mengatakan pada Najib bahwa itu dulu. Sekarang mas mencintai kamu, Arumi. Kamu hanya mendengar setengah obrolan mas dan Najib tadi di ruang kerja."


"Arumi belum bisa percaya dengan mas Aby, tolong jangan ajak Arumi bicara. Mas Aby istirahat saja lebih dulu, Arumi akan menyelesaikan tugas," ucapnya mengelap air matanya dan kembali melanjutkan mengerjakan tugas.


"Mas akan menemani kamu disini." Arumi menaikkan satu alisnya, ia baru sadar Abyan mengubah lagi menyebut dirinya dengan mas, tidak lagi memakai kata SAYA.


"Mas Aby istirahat saja, arumi masih lama mengerjakan tugas nya."


"Kamu saja yang istirahat, mas yang akan mengerjakan tugas kamu," Abyan menarik laptop Arumi.


"Mas Aby, kenapa suka sekali memaksa?" menarik laptop nya.


"Kamu lupa? seorang istri berdosa menentang suaminya," Abyan mengingatkan lagi ucapan nya.


"Iya, tapi ini tugas kuliah Arumi mas, kamu istirahat saja lebih dulu."


"Tidak mau, mas mau menemani kamu."


Arumi menghela nafas nya panjang, "terserah anda bapak dosen."


"Mas suami kamu, bukan dosen kamu."


"Tapi profesi anda sebagai dosen, lecturer."


"But, I'm your husband."


"Ngalah aja napa sih mas," ucap Arumi mengerucutkan bibirnya.


Abyan tertawa melihat Arumi yang sedang cemberut, sedangkan Arumi melirik malas suaminya itu, ia sangat kesal Abyan tidak mau mengalah.

__ADS_1


Chingguya annyeong


Love love dah


__ADS_2