
Arumi dan Abyan bersama keluarga nya sudah ada di meja makan, mereka sudah selesai sholat maghrib siap untuk makan malam.
"Acara teman kamu kapan by? Bunda nanya sama istri kamu katanya lupa." Tanya nya sambil menyiapkan makanan di meja.
"Undangan nya kan ada bun, kok nanya Aby lagi?" Tanya ayah Salman menatap istrinya.
"Oh iya bunda lupa akibat faktor untung."
Arumi tersenyum mendengar bunda nya.
"Faktor untung apaan Bun?" Tanya ayah.
"Kalau pelupa kata zy tadi siang faktor untung yah, kalau zy kan pelupa faktor hamilnya." Ayah Salman dan Abyan juga Anisa menatap Arumi. Mereka tersenyum karena membuat bunda tidak merasa dirinya sudah tua, tapi merasa untung dengan sifat lupa nya.
Mereka mulai makan malam nya, namun Arumi seperti tidak selera makan.
"Kamu kenapa zy?"
"Zy tidak selera makan malam ini." Arumi menatap makanan di depannya tidak menyelerakan.
"Kamu mau makan apa? Biar bunda masakin."
Arumi menggelengkan kepalanya, ia menatap suaminya. Abyan juga menatap Arumi sambil menyuapkan makanan ke mulut nya.
__ADS_1
"Kenapa? Mau makan di luar?" Tanya Abyan karena Arumi menatapnya nya. Jawab Arumi dengan anggukan.
"Disini kan sama zy, bunda juga bisa masakin masakan yang kamu mau." Mendengar ucapan bunda nya, Arumi langsung mencebikkan bibirnya.
"Mas habiskan makanan mas dulu, setelah itu kita keluar."
"Suami kamu pasti lelah zy, kamu bunda masakin disini aja ya." Arumi mengangguk saja walaupun tidak selera.
Arumi mencoba mengambil makan di meja, Abyan hanya melihat ia yakin istrinya akan memuntahkan makanan yang akan di makan.
Baru juga Abyan berpikir begitu dan Arumi baru menyendokkan makanan nya ke mulut, sudah berlari ke wastafel untuk memuntahkan makanan nya. Abyan ikut berlari mengikuti Arumi.
"Jangan di paksa kalau kamu tidak bisa memakannya, kita makan di luar ya." Arumi langsung mengangguk sambil mengelap mulutnya.
"Maaf Bun, zy tidak bisa makan masakan bunda malam ini." Arumi meminta maaf, karena tidak bisa makan masakan bunda Faza.
"Iya zy, bunda paham kalau kamu tidak bisa makan masakan bunda." Bunda Faza tersenyum, ia juga kasian dengan putri nya. Arumi tidak enak dengan bunda nya.
"Ayo sayang! Bersiap dulu sebelum keluar." Karena Arumi hanya mengenakan daster tanpa hijab.
"Kalau sedang hamil memang gak suka makan sembarang ya Bun? Seperti pilih-pilih gitu." Tanya Anisa.
"Husst nanti kedengaran kakak kamu, lanjut aja makannya." Jawab ayah agar Anisa melanjutkan makannya.
__ADS_1
Arumi dan Abyan sudah ada di luar, Arumi hanya ingin makan bakso dan mie ayam yang pedas.
"Mas Aby makan juga ya, biar Arumi ada temannya." Abyan tersenyum mengangguk. Lagian Abyan belum menyelesaikan makanan nya di rumah.
Abyan hanya memesan bakso nya saja, sedangkan Arumi memesan bakso dan juga mie ayam. Arumi langsung meracik bakso nya dengan mengambil satu sendok makan sambal, Abyan menghentikan nya.
"Arumi ingin makan dengan sambal yang banyak mas."
"Jangan terlalu banyak, sedikit saja yang penting ada rasa pedasnya. Bahaya untuk kamu dan calon anak kita."
"Tidak akan berpengaruh pada anak kita mas, tapi yaudah lah setengah sendok saja." Arumi memakannya, bakso dan berpindah ke mie ayam. Belum selesai ia memakannya, sudah di datangi sama orang kenalan Abyan.
"Pak Abyan," sapa nya.
Arumi dan Abyan melihat ke arah orang yang hanya menyapa Abyan.
Abyan menatap Arumi, ia yakin setelah pulang istrinya akan diam saja dengan dirinya. Abyan jadi bingung mau jawab apa diam saja, sedangkan Arumi terus menatapnya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...