Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Cuakkksss


__ADS_3

Kevin dan Mira sampai di rumah Nia, istri pertama Kevin.


"Mas," ucapnya melirik Kevin. Kevin mengangguk dan mengajaknya untuk turun.


"Mas, kamu lagi gak bercanda 'kan?" Tanya nya tidak percaya dengan Kevin.


"Apa kamu pernah lihat saya bercanda? Kecuali dengan mas Najib." Kevin tertawa melihat Mira.


"Itu beda cerita mas, tapi mas tidak mengada-ada 'kan?"


"Ayo masuk, saya mau ceritakan di dalam." Kevin mengajak Mira masuk ke dalam, disana tertulis tempat pemakaman umum (TPU) Mira kurang yakin kenapa Kevin membawanya kesana.


Mira melihat Kevin berhenti di salah satu makam bertuliskan nama SARANIA di batu nisan.


"Sini mir, saya kenalin kamu sama Nia, istri pertama saya." Kevin menyuruh Mira mendekat ke samping dirinya duduk.


"Assalamu'alaikum, Nia. Saya datang sekarang tidak sendiri lagi, saya kenalin dia namanya Mira. Istri yang baru saya nikahi kemarin, cantik 'kan?"


"Mas," Mira takut suaminya sedih karena memperkenalkan dirinya pada Nia.


"Kamu mau ngomong sama Nia?" Mira menatap makam yang sudah lama itu.


"Halo, Nia. Kenalin saya Mira, istri mas Kevin. Saya harap kamu merestui hubungan saya dengan mas Kevin." Kevin tersenyum melihat istrinya.


"Sebenarnya saya menikah bukan karena cinta, Nia juga seperti itu." Mira menatap Kevin bingung, kenapa tidak saling cinta, apa mereka di jodohkan?


"Saya menikah itu karena Nia yang meminta dan ingin memiliki suami atau merasakan nya sebelum dia meninggal, dia mengidap kanker sudah stadium akhir. Ini zaman saya waktu koas sebagai dokter, lumayan sekitar 3-4 tahun lalu, sebelum kamu juga masuk kerja di rumah sakit." Sambungnya, kevin panjang menceritakan pada Mira. Mira hanya menutup mulutnya mendengar cerita Kevin.


"Dia masih SMA, kita menikah saat itu. Saya merawat dia ketika saya pulang dari koas, menyuapinya seperti seorang suami yang layaknya untuk istri yang sedang sakit, tapi tidak lama dari itu berjalan 1-2 bulan kondisi Nia makin melemah dan pesan dia cuma satu. "Nia melepas kakak, carilah wanita yang bisa menggantikan Nia dan bisa melayani kakak selayaknya istri, Nia sangat berterima kasih karena sudah bisa merasakan punya suami." Dia berkata seperti itu, dan semakin melemah akhirnya dia pergi dalam keadaan tersenyum.

__ADS_1


"Mira minta maaf, karena sudah berprasangka buruk terhadap kamu, mas. Mira mengira jadi pelakor di tengah rumah tangga orang, ternyata yang mas Kevin maksud orangnya sudah tidak ada. Mira jadi malu sama mama, papa dan juga Vanya termasuk kamu juga." Kevin tersenyum melihat tingkah istrinya.


"Apa kamu mau jadi satu-satunya istri dari Kevin?" Tanya Kevin.


"Menurut mas? Memangnya ada yang mau jadi kedua atau ketiga? Mungkin ada, tapi Mira tidak termasuk dari mereka."


"Bukannya kamu sudah jadi satu-satunya sekarang? Istri saya saat ini hanya kamu, Mira." Mira nampak malu untuk menatap wajah Kevin.


Tapi Mira kembali berpikir, saat ini? Berarti nanti akan menikah lagi.


"Maksud mas saat ini? Berarti nanti akan ada yang lain?" Tanya Mira serius.


"Mana ada, satu aja saya belum tentu bisa mengatasi, apalagi ada Mira-Mira yang lain." Mira langsung tertawa mendengar ucapan Kevin.


"Kamu lagi gak kerasukan 'kan mir?" Tanya nya membuat Mira semakin mengencangkan tawanya.


"Mira, sadar mir. Wah bahaya sih ini, ayo pulang!"


"Mana ada kerasukan minta gendong segala."


"Ada, ini bukti nya sangat nyata."


"Saya pamit dulu Nia, nanti saya kesini lagi bawa bayi."


"Bayi siapa, mas?"


"Ini bayinya." Tunjuknya pada Mira. Kevin langsung berjalan beranjak dari makam Nia.


"Saya pamit juga, Nia." Mira mengejar Kevin dan langsung naik ke punggung nya tanpa aba-aba.

__ADS_1


"Wah astaghfirullah, benar-benar kerasukan kamu, ya?" Sambil memegang tangan Mira yang menahan ke leher Kevin.


Mira tetap tidak menjawab.


"Berat juga, tapi mungkin akan lebih berat saya kalau di gendong kamu."


"Maksudnya?"


"Kamu naenyaee? Kamu bertanya-tanya?" Kevin tertawa dengan ucapan nya sendiri yang menggelikan.


"Punya suami ngeselin, cocok gabung sama mas najib, cuaksss."


"Yaelah mir, mirip anak citayem. Kamu udah tua buat ngikutin mereka." Mira turun karena sampai di mobil nya.


"Maaf mas, sekarang Mira gak ada jaim-jaimnya sama teman."


"Teman? Kamu anggap saya teman?" Tanya dokter Kevin menatap Mira yang sudah berada di dalam mobil.


"Iya, teman hidup maksud Mira." Mendengar itu Kevin meninju-ninju stir nya lembut, ia salah tingkah mendengar ucapan Mira.


"Kenapa sih mas?" Kevin menggelengkan kepalanya, ia mau tancap gas tapi malah memegang tangan Mira.


"Sengaja." Keduanya saling tersenyum lalu berangkat melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.


Cuakkksss elah para readers tawa yang jomblo eaaakkk, padahal bebu yang gila.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2