
Dua bulan berlalu Mira sudah istiqomah mengenakan hijab, Mira dan Kevin ke pesantren, mereka akan menginap lagi disana. Sudah berkumpul lagi semua anak-anak ummi dan abah.
"Ummi, Mira akhir-akhir ini merasa pusing, kenapa ya?" Tanya nya pada ummi Dalilah.
"Kamu sudah periksa ke dokter?" Tanya ummi
Laila, Arumi, Widya, dan Almira masuk ke dapur.
"Kenapa mi, kok Mira malah pucat gitu?" Tanya Arumi.
"Dia bilang akhir-akhir ini selalu pusing, ummi tanya sudah periksa ke dokter atau belum."
"Coba Arumi cek dulu, ayo kita ke kamar sebentar mir." Mira mengangguk, namun baru akan berjalan Mira tidak sadarkan diri di bantu sama yang lain.
"Panggil dokter Kevin, cepat!"
"Dokter Kevin," panggil Widya menuju keluar yang sedang berkumpul.
"Iya, mbak."
"Mira itu di dalam, istri kamu pingsan." Dokter Kevin langsung berlari menuju dapur untuk mengangkat Mira.
"Langsung bawa ke kamar kalian aja, nak." Ummi ikut Kevin membawa Mira kedalam kamar nya.
"Mira kenapa, mi?" Tanya Najib.
"Kita juga belum tahu, dia tiba-tiba pingsan." Jawab Widya.
"Seperti nya Mira hamil, tapi Arumi belum bisa pastiin karena belum memeriksa nya."
"Memangnya kamu tahu, dokter spesialis bedah tentang kehamilan?" Tanya abah.
"Arumi juga belajar waktu kuliah dulu, tidak boleh langsung bedah aja kita harus periksa dulu keadaan seseorang. Jadi ada ngerti sedikit."
Mira di dalam sedang di periksa dokter Kevin, ummi juga berada di dalam melihat putri nya itu.
"Gimana nak? Mira kenapa?" Tanya ummi khawatir.
"Kevin belum bisa pastikan mi, sepertinya ummi akan punya cucu baru." Jawab Kevin tersenyum, ummi menutup mulutnya dan keluar untuk memberitahu yang lain, di ikuti oleh Kevin.
__ADS_1
"Gimana? Mira kenapa Vin?"
"Ummi akan punya cucu lagi," jawab ummi.
"Tapi itu belum pasti juga, karena Kevin bukan dokter kandungan. Jadi tidak bisa memastikan sekarang Mira sedang hamil atau tidak."
"Saya juga berpikir begitu dok, selain saya melihat Mira yang seperti itu, juga pernah merasakan hamil."
"Iya mbak, Mira dari kemarin memang kurang selera makan."
"Sebaiknya setelah Mira sadar, kamu bawa ke rumah sakit untuk periksa." Usul dari Abah agar menantunya itu membawa Mira ke rumah sakit agar lebih tahu jelasnya.
"Biar Farid suruh orang untuk ke ndalem, agar Mira cepat di periksa." Farid langsung menghubungi dokter obgyn yang ada di rumah sakit nya.
"Baru juga Affan mau hajar Kevin," ucap Affan.
"Kenapa mas?"
"Karena Affan kira Mira tidak dikasih makan sama Kevin." Pemikiran Affan sangat jauh sampai berpikir seperti itu.
"Mana mungkin seperti itu mas, buruk banget pemikiran mas Affan sama Kevin. Kevin belum sadar memang dari kemarin Mira minta yang aneh-aneh, tapi tidak dimakan gitu udah dibeli."
"Bukan gitu maksud Kevin mas." Kevin sebagai adik ipar baru seperti di godain terus sama semua iparnya yang lain.
"Tapi ada benarnya juga pemikiran kamu, by. Pasti pikiran Kevin ada begitu." Najib tidak mau kalah untuk menggoda Kevin.
"Selamat berjuang Vin," ucap Farid.
Mira membuka pintu kamar nya melihat semua orang berkumpul di sana.
"Mir, kamu sudah bangun?"
"Kenapa pada kumpul disini?" Kevin langsung membantu Mira untuk berjalan ke kursi.
"Kamu tadi pingsan, sebentar lagi ada dokter yang datang untuk periksa kamu."
"Mbak Arumi, dokter Farid dan mas sendiri dokter, kenapa harus panggil dokter lagi kesini?"
"Karena kita yang ada disini dokter bedah, bukan dokter yang kamu butuhkan." Mira menaikkan satu alisnya bingung.
__ADS_1
"Memangnya yang Mira butuhkan dokter apa, mas?"
"Psikolog kali mir." Jawab Najib tiba-tiba, membuat yang lain menatap ke arahnya.
"Mira kenapa, mas? Mental Mira terganggu?" Tanya nya membuat Widya yang di dekat Najib cepat memukul tangan suaminya.
"Bukan mir, nanti kalau dokter nya datang kamu akan tahu." Najib hanya tersenyum saat semua saudara nya menatap kearah nya.
Tak berapa lama dokternya datang, Mira semakin bingung kenapa dokter obgyn yang di panggil mereka. Namun setelah ia sadar langsung melirik suaminya.
"Apa Mira?" Tanya nya tersenyum.
"Kita periksa dulu, nanti baru tahu apa menurut dokter nya."
"Apa kabar suster Mira? Lama saya tidak bertemu anda selama menikah dengan dokter Kevin."
"Baik dok, tapi kan saya masih di rumah sakit."
Dokter itu tersenyum.
"Iya, saya tahu. Tapi karena saya selalu di dalam ruangan jarang melihat yang bertugas di luar ruangan saya."
"Tenyata suster Mira keluarga dokter Arumi, juga? Saya kira kalian berteman saja karena terlihat sangat dekat."
"Seperti itulah dok, saat di rumah sakit lebih dekat dengan dokter Arumi dari pada saya." Mira melirik aneh suaminya, masa iya di rumah sakit selalu mesra-mesraan.
"Sebaiknya kita ke kamar saya, dok. Kita langsung periksa sekarang."
"Dokter Arumi boleh ikut menemani saya, bersama dokter Kevin atau dengan kakak dan ummi nya suster Mira." Akhirnya dokter Kevin dan Arumi beserta ummi Dalilah masuk mengikuti Mira untuk di periksa di dalam.
"Bulan kemarin Mira malu karena mengira dokter Kevin punya istri selain dia, sekarang malah di tambah sama mas Najib, mas Aby dan mas Affan. Untung saja dokter Kevin sabar dan tidak menganggap serius candaan kalian." Almira bersyukur adik iparnya tidak tersinggung.
"Itu sudah di ajari mas agar Kevin tetap sabar menghadapi ujian dari kita semua." Almira dan abah hanya menggelengkan kepalanya diikuti oleh Abah dan Laila. Sedangkan Farid tersenyum mendengar ucapan kakak iparnya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...