Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Pasutri baru digoda


__ADS_3

Mira dan dokter Kevin sudah berada di atas pelaminan menyambut tamu yang akan bersalaman dan memberi doa selamat pada mereka.


"Kalau kamu capek biar saya saja yang berdiri, kamu duduk saja." Dokter Kevin melihat Mira yang sepertinya sudah lelah dari siang menyambut tamu.


"Tidak masalah dok, saya masih sanggup berdiri."


"Orang juga tidak masalah juga kamu duduk, biarkan saya sendiri yang berdiri." Mira mengangguk menuruti saja ucapan dokter Kevin.


Mira melihat keluarga nya dibawah, sangat asyik mengobrol bertemu dengan keluarga masing-masing dari para menantu Abah dan ummi. Dokter Kevin melirik Mira yang sedang memperhatikan yang lain dibawah bersama Mina.


"Apa kita sebaiknya turun?" Tanyanya membuat Mira mendongak.


"Tidak perlu, disini saja. Kita juga sedang bersalaman menunggu tamu."


"Tidak masalah, masih ada papa dan mama juga ummi dan abah." Mira melihat ke arah samping, memang orang tua nya masih santai disana.


"Tapi saya izin dulu," ucapnya. Kevin mengangguk tersenyum, ia juga akan izin pada orang tuanya untuk turun bersama Mira.


Setelah itu mereka turun berdampingan namun tidak bersentuhan, hanya berjalan menuju yang lain.


"Beri jalan dong untuk pengantin baru kita." Najib mulai menggoda Mira dan Kevin.


"Kamu duduk dulu Mir, ini masih setengah perjalanan nanti kamu kelelahan." Najib semakin menggoda Mira.

__ADS_1


"Kenapa lelah mas? Memangnya kita ada acara dimana lagi?" Mira yang tidak mengerti maksud dari Najib bingung.


"Kamu apaan sih Pi." Widya memukul tangan Najib pelan.


"Mas Najib malah membuat ambigu orang."


"Maafkan adik saya dok, tapi dokter juga harus duduk biar tidak lelah." Affan malah sama saja seperti Najib.


"Terima kasih mas."


Farid tertawa melihat dokter Kevin malu-malu bergabung dengan keluarga besar.


"Dokter Kevin masih ingat cara praktek bedah 'kan?" Tanya Farid membuat Almira menepuk bahu suaminya.


"Baba, mas Najib sudah meracuni otak baba seberapa banyak?" Najib tertawa mendengar pertanyaan Almira.


"Mulai lagi, mbak Widya sangat sabar menghadapi mas Najib."


"Kalau sama mbakmu ini, harus mas yang sabar Al."


"Masa? Gitu ya, Pi?" Tanya Widya di dekatnya sambil menggendong Fatih.


"Iya, tapi kita kan memang sama-sama sabar mi." Widya dan yang lain langsung menggelengkan kepalanya, untung Najib emang sering bercanda seperti itu. Mereka mengerti dan ucapan Najib juga tidak pernah menyinggung siapapun, kecuali menyindir. Haha.

__ADS_1


"Kalian berdua istirahat aja, tidak masalah kok dulu saya sama umma nya Feer juga lebih dulu pamit istirahat. Karena dulu kaki nya sampai lecet, dari pagi kan sampai malam nyambut tamu." Mereka tersenyum begitu juga Arumi. Tapi tidak sampai menggoda mereka berdua.


"Kaki kamu gimana?" Tanya dokter Kevin membuat semua teriak, mereka menjadi pusat perhatian.


"Saya gak apa dok."


"Kenapa masih manggil dok?"


"Umma nya Feer dulu masih manggil Gus, terus mas, sekarang appa nya Feer." Arumi sudah tau Abyan diam-diam memancing agar Kevin juga bersabar seperti dirinya, dan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan nya pada istrinya.


"Iya semua juga butuh proses mas," jawab Mira.


"Berarti nanti kamu manggil ayang?" Najib semakin membuat Mira memerah menahan malu.


"Iya sayang." Mina ikut menyambung menggoda kakaknya, ia merasa lucu melihat kakaknya malu.


"Dokter Kevin mending bawa istirahat istrinya, nanti kalau disini mateng dok." Farid menyuruh Kevin untuk istirahat mengajak Mira.


Mira yang tadinya tidak mau, akhirnya ikut dokter Kevin istirahat. Sedangkan yang lain masih saja menertawakan pasutri yang baru saja menikah.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2