Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
istri penurut


__ADS_3

Abyan dan Arumi sudah tiba di rumahnya, mereka langsung meminta supir taksi mengantarkan kerumah mereka sendiri. Nantinya jika ada waktu lagi mereka akan ke rumah ayah dan bunda atau langsung ke pesantren.


"Mas besok mau langsung kerja atau gimana?" Tanya Arumi.


"Besok memang ada kerja sama Najib, jadi gak ke kampus. Kenapa sayang? Kamu mau sesuatu?"


"Gak ada mas, besok soalnya Arumi juga mau ke kampus, jadwal Arumi praktek lagi." Banyak praktek nya saat akan menjadi dokter bedah belum lagi yang harus dipelajari banyak dan harus di ingat. Untung saja daya ingat Arumi lumayan lock.


"Besok mas antar ya, sekarang kamu istirahat dulu biar mas yang masak hari ini."


"Arumi mau bawa mobil sendiri, boleh?" Tanya Arumi takut.


Abyan menatap Arumi membuat Arumi menunduk takut jika di pandangi dengan dingin seperti itu, siapa yang tidak takut jika yang biasanya selalu tersenyum malah menampilkan wajah tegas.


"Tidak masalah besok antar Arumi ke kampus, sekarang Arumi harus merapikan pakaian dulu." Ucapnya dan berbalik ke arah kamar.


"Sayang," panggilnya.


Arumi menoleh.


"Kamu simpan juga pakaian nya, biar mas yang merapikan."

__ADS_1


"Tapi mas, ini tugas Arumi." Bagi Arumi cukup jika Abyan akan membantu nya memasak, tidak perlu lagi yang lain. Karena dirinya masih mampu melakukan tugas itu semua, walaupun terkadang dirinya malas melakukan nya.


"Tidak ada tugas istri atau suami, kamu cuma perlu nurut sama mas." Jawab Abyan yang tidak ingin di bantah, seperti mengetahui atau bisa membaca apa yang Arumi pikirkan. Membuat Arumi hanya menghela nafasnya.


"Baiklah." Akhirnya Arumi setuju saja, tapi tidak tahu ia akan mengerjakan tugas itu atau tidak.


Abyan tersenyum melihat istrinya, setelah Arumi kembali berbalik ke arah kamar.


Dirinya langsung ke dapur, seperti tidak merasakan lelah dari luar kota. Karena harus menyiapkan makan untuk nya dan Arumi.


Arumi yang berada di dalam kamar, tetap merapikan pakaian dan yang kotor ia langsung masukkan ke dalam mesin cuci. Tidak terlihat oleh Abyan, karena arah dapur dan tempat cuci pakaian sedikit terhalang dinding.


"Alhamdulillah, masakan nya enak." Ucap Arumi mengelus perutnya setelah selesai makan dan duduk di ruang tamu.


"Kalau kamu masak juga lezat, ini karena mas ingin kamu istirahat. Sekali-kali tidak masalah mas memasak, asal kamu bisa beristirahat sejenak."


"Terima kasih mas." Arumi memegang tangan Abyan berterima kasih, karena suaminya itu mengerti dirinya.


"Sama-sama sayang." Mencium kening Arumi lembut.


"Kapan kita akan periksa kandungan kamu?" Tanya Abyan menatap Arumi.

__ADS_1


"Arumi akan periksa nanti, tapi setelah Arumi selesai praktek."


"Bukan hanya kamu, tapi mas juga mau ikut saat periksa anak kita." Abyan juga ingin tahu perkembangan anaknya seperti apa.


"Kalau itu setelah mas tidak sibuk, karena kalau Arumi tidak sibuk bisa juga besok setelah praktek."


"Nanti mas katakan lagi sama kamu, kalau sudah ada waktu luang setelah pekerjaan mas selesai."


"Baiklah, terserah mas Aby saja." Menurut Arumi, jika dirinya mengiyakan saja akan lebih aman.


"Iya sayang." Abyan tersenyum sekali lagi mencium kening istrinya.


Tidak ada lagi dingin-dingin nya hubungan seperti yang pertama kali mereka menikah. Kini sudah hangat-hangatnya hubungan pasangan suami istri.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2